Edukasi eco-print dalam meningkatkan nilai produk batik yang ramah lingkungan

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i3.981

Authors

  • Zaenal Abidin STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Rina Nurmaulawati STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Siti Nur Fadzilah STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Muhammad Gausuddin STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Nurhidayati Harun STIKes Muhammadiyah Ciamis
  • Zakiyyahqurrotul’aini Zakiyyahqurrotul’aini Akademi Kesehatan Sumenep

Bahan alami Eco-print Kesehatan lingkungan Motif batik

Abstract

Background: Batik is an Indonesian cultural heritage that has been recognized internationally. In its development, the batik industry faces challenges related to environmental impacts, especially due to the use of chemicals in the dyeing process that have a negative impact on the natural ecosystem. The home industry of hand-drawn batik can be more environmentally friendly in several ways including the use of natural dyes, good management of liquid waste, and the application of sustainable principles in the production process. Natural dyes from plants and minerals and the processing of liquid waste before being discharged into the environment are important steps to reduce negative impacts on the environment.

Purpose: To provide eco-printing education on the use of natural materials as an effort to increase the value of environmentally friendly batik products.

Method: This community service was carried out in the meeting hall of Sumberbulu Village, Karang Anyar Regency in January 2025. This activity was attended by the Village Head, Village Apparatus and the Community. Participants who took part in this activity were 50 people, most of whom were batik craftsmen in the Sumberbulu Village area. Education was provided by presenting material and technical instructions for eco-printing using natural materials to make batik cloth.

Results: There was an increase in knowledge from participants about eco-printing as an alternative in coloring or giving motifs to cloth using natural materials and reducing the negative impact on the environment. Eco-print waste tends not to pollute the environment because it is still natural and easily decomposes naturally in the environment. Getting motivation, innovation and creativity in the community in enriching the nation's culture while maintaining a healthy environment.

Conclusion: The use of natural materials in the form of leaves, flowers, and plant parts in the innovation of eco-print batik cloth motifs is a substantive step towards more environmentally friendly textile practices and an alternative to conventional chemical dyes. The motifs and colors produced from the eco-print technique have a unique and organic aesthetic, enriching the artistic and cultural value of Indonesian batik. Natural waste from eco-print activities reduces the negative impact on the environment of the batik industry.

Keywords: Batik motifs; Eco-print; Environmental health; Natural materials

Pendahuluan: Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia internasional.  Dalam perkembangannya, industri batik menghadapi tantangan terkait dengan dampak lingkungan, terutama akibat penggunaan bahan kimia dalam proses pewarnaan yang berdampak negatif terhadap ekosistem alam. Industri rumah tangga batik tulis dapat menjadi lebih ramah lingkungan dengan beberapa cara termasuk penggunaan pewarna alami, pengelolaan limbah cair yang baik, dan penerapan prinsip berkelanjutan dalam proses produksi. Pewarna alami dari tanaman dan mineral serta pengolahan limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan adalah langkah penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Tujuan: Memberikan edukasi eco-printing pemanfaatan bahan alami sebagai upaya meningkatkan nilai produk batik yang ramah lingkungan.

Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di gedung pertemuan Desa Sumberbulu Kabupaten Karang Anyar pada bulan Januari 2025. Kegiatan ini di hadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa dan Masyarakat. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 50 orang yang sebagian besar adalah sebagai pengrajin batik di wilayah Desa Sumberbulu. Pemberian edukasi dengan cara pemaparan materi dan petunjuk teknis eco-print pemanfaatan bahan alami untuk membatik kain.

Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dari para peserta terhadap eco-print sebagai alternatif dalam mewarnai atau pemberian motif pada kain dengan menggunakan bahan alami dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Limbah eco-print cenderung tidak mencemari lingkungan karena masih bersifat alami dan mudah terurai secara alami di lingkungan. Mendapatkan motivasi, inovasi dan kreatifitas pada masyarakat dalam memperkaya budaya bangsa dengan tetap menjaga lingkungan yang sehat.

Simpulan: Pemanfaatan bahan alam berupa daun, bunga, dan bagian tanaman dalam inovasi motif kain batik eco-print merupakan langkah substantif menuju praktik tekstil yang lebih ramah lingkungan dan menjadi alternatif pengganti pewarnaan kimia konvensional. Motif dan warna yang dihasilkan dari teknik eco-print memiliki estetika yang unik dan organik sehingga memperkaya nilai seni dan budaya batik Indonesia. Limbah alami dari kegiatan eco-print mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dari industri batik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryani, I. K., Wijarnako, B., & Purwandari, R. D. (2022). Tekhnik Eco Print Ramah Lingkungan Berbasis Ekonomis Kreatif Dalam Upaya Menciptakan SDM Masyarakat Mandiri Pasca Pandemi/COVID 19 Untuk Anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Karang Cegak Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1-16.

Chauhan, J., Parekh, S., & Solank, H. A. (2020), Natural Textile Dyeing: a Review, Infokara Research, 9 (6), 99-110. Diakses dari: https://drive.google.com/file/d/1SucjYS5TLmKwOedS2VTJw7ZWfG4IV6Ks/view

Ginting, F. Y. E. (2021). Analisis Perbedaan Pola dan Warna Daun pada Proses Pewarnaan Alami dengan Teknik Ecoprint Menggunakan Media Kain Sutra dan Kertas Linen (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Hossain, M. T., Shahid, M. A., Limon, M. G. M., Hossain, I., & Mahmud, N. (2024). Techniques, applications, and challenges in textiles for a sustainable future. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 10(1), 100230.

Jyotsna, J. (2023). A Beginner’s Guide to Eco-Printing. Diakses dari: https://www.lostincolours.com/eco-printing-for-beginners/

Khalil, E., Sarkar, J., Rahman, M. M., Shamsuzzaman, M., & Das, D. (2023). Innovative Textile Printing Technology. In Advanced Technology in Textiles: Fibre to Apparel (pp. 139-159). Singapore: Springer Nature Singapore.

Kirana, A. A. (2021). Penggunaan Pewarna Kimia Dalam Proses Pembuatan Batik. Folio, 2(1), 1-8.

Lubis, E. F. M., Agustine, G., & Elipka, V. D. (2022, July). Pemanfaatan Daun dan Bunga Tanaman Buah sebagai Pewarna Motif Alami pada Media Jilbab dengan Teknik Ecoprint. In Prosiding Seminar Nasional Sosial, Humaniora, dan Teknologi (pp. 819-823).

Nayak, R., & Ratnapandian, S. (2018). Care and maintenance of textile products including apparel and protective clothing. CRC Press..

Nissa, R. R., Kp, P., Widiawati, D., & Sn, M. (2008). Dan Pewarna Alami Untuk Produk Fashion. Jural Tingkat Sarjana Bidang Senirupa Dan Desain, 1–7.

Oetopo, R. A., Despriliani, R., & Al Hazmi, F. (2024). The application of natural dyes from rambutan skin for eco-printing on tanned leather. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 51(1), 8.

Pahuja, B. (2024). The Art of Eco-Printing: Challenges and Beauty in Natural Fabric Impressions. Fibre2Fashion. Diakses dari: https://www.fibre2fashion.com/industry-article/10059/the-art-of-eco-printing-challenges-and-beauty-in-natural-fabric-impressions#:~:text=Key%20Takeaways,obtain%20a%20beautiful%20natural%20texture.

Purnomo, A. (2024). Pemanfaatan produk ecoprint berbasis daun dan bunga di Desa Kelawi Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Pengabdian UMKM, 3(1), 54-61.

Putra, D. M. (2016). Kontribusi industri tekstil dalam penggunaan bahan berbahaya dan beracun terhadap rusaknya sungai Citarum. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 3(1), 133-152.

Radhakrishnan, S., Rajangam, R., & Peruran, P. (2024). Social and Environmental Impact of Natural Dyeing. In Natural Dyes and Sustainability (pp. 127-152). Cham: Springer Nature Switzerland.

Rani, J., Guru, R., Yadav, P., & Saini, U. (2024). Recent advances in natural dyeing techniques and application. Colourage LXX, 1, 27-34.

Sawant, J., Guru, R., Grewal, D., Talekar, S. C., & Kulkarni, S. P. (2024). Sustainability In Textiles: A Critical Review Of Eco – Friendly Practices And Materials, ShodhKosh: Journal of Visual and Performing Arts, Vol.5 No.2, pp 85-97. Diakses dari: https://www.granthaalayahpublication.org/Arts-Journal/ShodhKosh/article/view/891

Smiley, J. B. (2011). Art of Fabric Books - The - Print on Demand Edition. C&T Publishing. Diakses dari: https://www.amazon.com/Art-Fabric-Books-Print-Demand/dp/B006Z36LRC

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2009). Indonesian Batik. Intangible Cultural Heritage. Diakses dari: https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian

Downloads

Published

31.05.2025