Diet gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i3.962

Authors

  • Desmon Wirawati universitas cendekia abdi utama

Diet Edukasi Gizi seimbang Stunting

Abstract

Background: Balanced nutrition is a condition where nutritional components are met properly according to needs. Productivity, intelligence and health of a person are influenced by nutritional status. Nutrition is important to support growth and development in toddlers. Toddler nutritional status is a condition of the body as a result of food consumption and use of nutrients. Most of the above nutrition-related non-communicable diseases are associated with excess weight and obesity caused by excess nutrition. prevalence tendency of obesity (BMI>27) all age groups. Toddlers 12.2%, 14% and 11.9%; aged 6-19 years.

Purpose: To raise awareness and increase family knowledge about diet: balanced nutrition in efforts to prevent stunting in families.

Method: Using the method of education or health counseling and demonstration of the implementation of a balanced nutritional diet in an effort to prevent stunting. This community service activity was carried out on November 4 - December 28, 2024 in the work area of ​​the Bojong Nangka Kelapa Dua Health Center, Tangerang, Banten. Obtaining 15 families who have toddlers with a family knowledge level category in the sufficient category as participants. Data collection using questionnaire media to measure the level of participants' knowledge of a balanced nutritional diet and conducting an assessment by observation when conducting a demonstration to see the level of participants' understanding of the implementation of a balanced nutritional diet.

Results: Obtaining a pre-test value of the level of knowledge of participants, most of them were in the sufficient category, namely 6 (40.0%), while the post-test value of the level of knowledge of participants was mostly in the good category, namely 9 (60.0%). All participants were able to make a food menu list, namely 15 (100.0%). Meanwhile, participants who were able to select energy content were 15 (100.0%), those who were able to select building content were 14 (93.3%), and those who were able to select regulating content were 13 (86.7%).

Conclusion: Counseling activities and demonstrations have an influence on increasing family knowledge and skills about balanced nutrition. Increasing knowledge and skills about balanced nutrition also has an influence on community motivation to implement a healthy lifestyle.

Keywords: Balanced nutrition; Diet; Education; Stunting

Pendahuluan: Gizi seimbang merupakan kondisi terpenuhinya komponen zat gizi dengan baik sesuai dengan kebutuhan. Produktifitas, kecerdasan dan kesehatan seseorang diantaranya dipengaruhi oleh keadaan gizi. Gizi merupakan hal penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Status gizi balita merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Sebagian besar penyakit tidak menular terkait-gizi di atas berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi. kecenderungan prevalensi obese (IMT>27) semua kelompok umur. Anak balita 12.2%, 14% dan 11.9%; usia 6-19 tahun.

Tujuan: untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang diet: gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting pada keluarga.

Metode: Menggunakan metode edukasi atau penyuluhan kesehatan dan demonstrasi penerapan diet gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 04 Nopember – 28 Desember 2024 di wilayah kerja Puskesmas Bojong Nangka Kelapa Dua Tangerang Banten. Mendapatkan 15 keluarga yang memiliki anak balita dengan kategori tingkat pengetahuan keluarga dalam kategori cukup sebagai responden. Pengambilan data menggunakan media kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan responden terhadap diet gizi seimbang dan melakukan penilaian dengan observasi ketika melakukan demonstrasi untuk melihat tingkat pemahaman responden terhadap penerapan diet gizi seimbang.

Hasil: Mendapatkan nilai pre-test tingkat pengetahuan responden sebagian besar di kategori cukup yaitu sebanyak 6 (40.0%) sedangkan nilai post-test tingkat pengetahuan responden sebagian besar di kategori baik yaitu sebanyak 9 (60.0%). Seluruh responden dapat melakukan pembuatan daftar menu makanan yaitu sebanyak 15 (100.0%). Sedangkan responden yang dapat melakukan pemilihan kandungan zat tenaga sebanyak 15 (100.0%, yang dapat melakukan pemilihan kandungan zat pembangun sebanyak 14 (93.3%), dan yang dapat melakukan pemilihan kandungan zat pengatur sebanyak 13 (86.7%).

Simpulan: Kegiatan penyuluhan dan melakukan demonstrasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang gizi seimbang. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang gizi seimbang juga memiliki pengaruh terhadap motivasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Wali, N., Renzaho, A. M., & Merom, D. (2017). Stunting, wasting and underweight in sub-Saharan Africa: a systematic review. International journal of environmental research and public health, 14(8), 863.

Anggryni, M., Mardiah, W., Hermayanti, Y., Rakhmawati, W., Ramdhanie, G. G., & Mediani, H. S. (2021). Faktor pemberian nutrisi masa golden age dengan kejadian stunting pada balita di negara berkembang. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1764-1776.

Chirande, L., Charwe, D., Mbwana, H., Victor, R., Kimboka, S., Issaka, A. I., & Agho, K. E. (2015). Determinants of stunting and severe stunting among under-fives in Tanzania: evidence from the 2010 cross-sectional household survey. BMC pediatrics, 15, 1-13.

Dahlan, M. S. (2010). Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika, 29.

Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: Riset, teori, dan praktek. Jakarta: Egc, 5.

Ginting, S., Simamora, A. C., & Siregar, N. (2022). Pengaruh penyuluhan kesehatan dengan media audio visual terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam pencegahan stunting di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2021. Journal Of Healthcare Technology And Medicine, 8(1), 390-399.

Husain, Z. (2021). Sumber Zat Gizi Dan Penilaian Zat Gizi.

Illahi, R. K. (2017). Hubungan pendapatan keluarga, berat lahir, dan panjang lahir dengan kejadian stunting balita 24-59 bulan di Bangkalan. Jurnal manajemen kesehatan yayasan RS. Dr. Soetomo, 3(1), 1-7.

Istifada, R., Rekawati, E., & Wiarsih, W. (2021). How Do The Community Health Nurses’ Experience in The Strategies of Non-Communicable Disease (NCD) Promotion and Prevention?. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 9(1), 13-32.

Kemenkes, R. I. (2018). Situasi balita pendek (Stunting) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, 301(5), 1163-1178.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2007.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Stunting. Topik Kesehatan. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/defisiensi-nutrisi/stunting

Khairunnisa, C., & Ghinanda, R. S. (2022). Hubungan karakteristik ibu dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di puskesmas banda sakti tahun 2021. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 3436-3444.

Nisa, D. M. K., & Sukesi, T. W. (2022). Hubungan antara kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting di wilayah puskesmas kalasan kabupaten sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 219-224.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: rineka cipta, 200, 26-35.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2016). Standar diagnosis keperawatan Indonesia. Jakarta: Ppni. Diakses dari: https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/64914656/adoc.pub_standar_diagnosis_ keperawatan_indonesia-libre.pdf?1605177667

Rahmawati, A. I. E., Hardiyanto, D., Azhari, F., & Suminar, A. (2019). Sosialisasi, penyuluhan, penanaman, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Jurnal pemberdayaan: Publikasi hasil pengabdian kepada masyarakat, 3(3), 389-394.

Senudin, P. K. (2021). Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Tentang Gizi Terhadap Kejadian Stunting Di Desa Belang Turi, Manggarai, NTT. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 4(1), 142-148.

Stanhope, M., & Lancaster, J. (1988). Community health nursing: Process and practice for promoting health. (No Title).

Subekti, N. B., Herdman, T. H., & Sumarwati, M. (2012). Diagnosis keperawatan nanda definisi dan klasifikasi 2012-2014. Diakses dari: http://opac.poltekkestasikmalaya.ac.id/perpuscirebon/index.php? p=showdetail& id=1651& keywords=

Suryapermana, N., & Imroatun, I. (2017). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.

Sutanto, L. (2022). Balanced Diet & Nutrition Guidelines. Diakses dari: https://www.subway.co.id/balanced-diet-nutrition-guidelines/

Waliulu, S. H., Ibrahim, D., & Umasugi, M. T. (2018). Pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia balita. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 9(4), 269-272.

Wirawati, D., Julaeha, S., & Rahayu, E. S. (2024). Maternal knowledge and family support for child food insecurity among households with stunting in young children. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 6(7), 591-598.

World Health Organization. (2020). Healthy diet. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet

Downloads

Published

31.05.2025