Edukasi pencegahan risiko jatuh di ruang rawat inap Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i3.920
Keselamatan pasien Pengetahuan Pencegahan jatuh Resiko jatuh
Abstract
Background: The implementation of patient safety in public health facilities and hospitals is a must as a form of action in improving the quality of service to the community. One of the indicators in the accreditation process carried out by an independent institution for health facilities or hospitals is an assessment of the quality of service. The incidence of patient falls in Indonesia is included in the top three hospital incidents and is ranked second after medicine errors. Based on data, the incidence of patient falls was recorded at 34 cases or equivalent to 14% of fall incidents in hospitals in Indonesia.
Purpose: To improve the knowledge of health workers in preventing the risk of falls in patients in the Inpatient Room.
Method: Quantitative descriptive research with a case study design. The activity was carried out in the inpatient room of the Kedaton Health Center, Bandar Lampung in May and June 2024. Using the total sampling technique, 4 nurses were selected as respondents. The instrument used in this study was a questionnaire containing questions related to preventive measures, implementation of SOPs, and handling actions involving equipment to avoid the risk of falls. Measurement of the level of respondent knowledge using a questionnaire in the form of 12 questions with true and false answer choices where the level of knowledge is in the good category if the value is ˃76% and the level of knowledge is in the poor category if the value is ≤ 75%.
Results: Obtaining data on the percentage of accumulated answer scores for each respondent where respondent 1 showed a pre-test score with a correct answer of 75.0%, respondent 2 showed a pre-test score with a correct answer of 75.0%, respondent 3 showed a pre-test score with a correct answer of 66.7% and respondent 4 showed a pre-test score with a correct answer of 91.7%. While after the intervention all respondents got a post-test score of 100.0%.
Conclusion: Education to increase knowledge in health workers or nurses can improve the ability to assess nursing care problems, quality of service, compliance with implementing SOPs and avoiding the risk of falls in patients who are undergoing inpatient care.
Suggestion: Evaluation of nursing staff knowledge, monitoring and control of facilities and equipment in nursing care in health facilities, especially in inpatient health centers, must be carried out routinely including socialization of SOPs in preventing accidents or incidents of fall risks.
Keywords: Fall prevention; Fall risk; Knowledge; Patient safety
Pendahuluan: Penerapan patient safety di fasilitas kesehatan masyarakat dan rumah sakit merupakan suatu keharusan sebagai bentuk tindakan dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu indikator dalam proses akreditasi yang dilakukan oleh lembaga independen terhadap fasilitas kesehatan atau rumah sakit adalah penilaian tentang kualitas pelayanan. Kejadian pasien jatuh di Indonesia termasuk kedalam tiga besar insiden rumah sakit dan menduduki tingkat kedua setelah medicine error. Berdasarkan data bahwa kejadian pasien jatuh tercatat sebanyak 34 kasus atau setara 14% insiden jatuh di Rumah Sakit di Indonesia.
Tujuan: Memberikan peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pencegahan risiko jatuh pada pasien di Ruang Rawat Inap.
Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi kasus. Kegiatan dilakukan di ruang rawat inap Puskesmas Kedaton Bandar Lampung pada bulan Mei dan Juni 2024. Dengan menggunakan teknik total sampling mendapatkan 4 tenaga kerja perawat sebagai responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi pertanyaan terkait tindakan pencegahan, penerapan SOP, dan tindakan penanganan yang melibatkan sarana perlengkapan untuk menghindari resiko jatuh. Pengukuran tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner berupa 12 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar dan salah dimana tingkat pengetahuan kategori baik jika nilainya ˃76% dan tingkat pengetahuan kategori kurang baik jika nilainya ≤ 75%.
Hasil: Mendapatkan data presentase akumulasi nilai jawaban masing-masing responden dimana untuk responden 1 menunjukkan nilai pre-test dengan jawaban benar sebesar 75.0%, responden 2 menunjukkan nilai pre-test dengan jawaban benar sebesar 75.0%, untuk responden 3 menunjukkan nilai pre-test dengan jawaban benar sebesar 66.7% dan untuk responden 4 menunjukkan nilai pre-test dengan jawaban benar sebesar 91.7%. Sedangkan setelah intervensi seluruh responden mendapatkan nilai post-test 100.0%.
Simpulan: Edukasi peningkatan pengetahuan pada tenaga kesehatan atau perawat dapat meningkatkan kemampuan dalam pengkajian masalah asuhan keperawatan, kualitas pelayanan, kepatuhan menjalankan SOP dan menghindari resiko jatuh pada pasien yang sedang menjalankan rawat inap.
Saran: Evaluasi pengetahuan tenaga perawat, monitoring dan kontrol terhadap sarana dan perlengkapan dalam asuhan keperawatan di fasilitas kesehatan khususnya di Puskesmas rawat inap harus dilakukan secara rutin termasuk sosialisasi SOPnya dalam mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden resiko jatuh.
Downloads
References
Ahsan, A., Dima, N., & Prasiska, N. L. P. A. (2018). Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Pencegahan Risiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap. Jurnal Kesehatan Mesencephalon, 4(2).
Ambarika, R., & Anggraini, N. A. (2021). Analisis Patient Safety Ditinjau dari Perilaku Caring Perawat pada Pasien Dengan Resiko Jatuh. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 5(1), 57-66.
Chu, R. Z. (2017). Preventing in-patient falls: The nurse's pivotal role. Nursing2025, 47(3), 24-30.
Dykes, P. C., Adelman, J. S., Alfieri, L., Bogaisky, M., Carroll, D., Carter, E., & Spivack, L. B. (2019). The Fall TIPS (Tailoring Interventions for Patient Safety) Program: a collaboration to end the persistent problem of patient falls. Nurse Leader, 17(4), 365-370.
Fatmawaty, D., Febrianti, C. A., & Sari, N. (2024). Determinan Faktor Situasional yang Berhubungan dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa. Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, 19(1), 1-8.
Feil, M., & Gardner, L. A. (2012). Falls risk assessment: a foundational element of falls prevention programs. Pennsylvania Patient Safety Authority, 9(3), 73-81.
Ginting, A., Simbolon, P., & Sihombing, V. E. (2023). Hubungan Waktu Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Jurnal Promotif Preventif, 6(4), 593-599.
Gretzky, W. (2010). Strategic planning and SWOT analysis. Essentials of strategic planning in healthcare, 1(12), 91-108.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 11 tahun 2017 tentang keselamatan pasien. Diakses dari: https://www.scribd.com/document/357580064/Permenkes-No-11-Tahun-2017
Lestari, W., & Sianturi, S. R. (2022). Analisa Pengetahuan, Masa Kerja dan Pendidikan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan SPO Pasien Resiko Jatuh. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(10), 1240-1246.
Lismawati, E. (2021). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dengan Inovasi Inhalasi Uap Air Panas Dengan Minyak Atsiri Eucalyptus Globulus Pada Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Penderita Asma Di Rsud Majenang (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Gombong).
Lombogia, A., Rottie, J., & Karundeng, M. (2016). Hubungan perilaku dengan kemampuan perawat dalam melaksanakan keselamatan pasien (patient safety) di ruang akut instalasi gawat darurat RSUP Prof. DR. RD Kandou Manado. Jurnal Keperawatan, 4(2).
Mappanganro, A. (2020). Faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan risiko jatuh oleh perawat dalam patient safety di Ruang perawatan anak rumah sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Medika Hutama, 1(02 Januari), 63-70.
Marianna, S., Yolanda, W., Zakiyah, Z., & Apriana, A. (2024). Pengetahuan Perawat Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien Risiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Melia. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 22(2), 101-114.
Marquis, B. L., & Huston, C. J. (2010). Kepemimpinan dan manajemen keperawatan: teori dan aplikasi. Jakarta: Egc.
Minannisa, C. (2020). Pengaruh Asuhan Keperawatan Terhadap Konsep Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit.
Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat: Ilmu & Seni/ed. Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S., Kasiman, S., & Rohadi, R. K. (2018). Patient’s Behaviour with Coronary heart desease Viewed from Socio-Cultural aspect of Aceh Society in Zainoel Abidin Hospital. In MATEC Web of Conferences (Vol. 150, p. 05065). EDP Sciences.
Nur, H. A., Dharmana, E., & Santoso, A. (2017). Pelaksanaan asesmen risiko jatuh di Rumah Sakit. JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia)(Indonesian Journal of Nursing and Midwifery), 5(2), 123-133.
Nurhasanah, A., & Nurdahlia, N. (2020). Edukasi Kesehatan Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Keluarga Dalam Pencegahan Jatuh Pada Lansia. Jurnal Keperawatan, 5(1), 84-100.
Nursalam, D. (2014). Manajemen Keperawatan" Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional.
Oktaviana, C., Aryoko, A., & Pranata, L. (2019). Hubungan Caring Perawat Dengan Pencegahan Pasien Jatuh Di Ruang Rawat InaP. Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 2(2), 108-112.
Pamiarsih, Y. L. (2018). Hubungan Pengetahuan Perawat Dan Praktik Pencegahan Risiko Jatuh Di Rumah Sakit Islam Kendal (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).
Panggabean, D. M. (2022). Komunikasi Efektif Dalam Keselamatan Pasien.
Reni, I., & Efendi, Z. (2022). Hubungan Perilaku Caring Perawat Terhadap Penerapan Pencegahan Pasien Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 5(1), 115-122.
Robbins, S. P. (2006). Perilaku Organisasi, edisi kesepuluh. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.
Saputra, A. U. (2022). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Pencegahan Resiko Jatuh Pada Pasien. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(1), 22-32.
Setyarini, E. A., & Herlina, L. L. (2013). Kepatuhan Perawat Melaksanakan Standar Prosedur Operasional Pencegahan Pasien Resiko Jatuh di Gedung Yosep 3 Dago dan Surya Kencana Rumah Sakit Borromeus. Jurnal Kesehatan, 94-105.
Simamora, R. H. (2018). Buku ajar keselamatan pasien melalui timbang terima pasien berbasis komunikasi efektif: SBAR.
Suparna, S., & Kurniawati, T. (2015). Evaluasi penerapan patient safety resiko jatuh unit gawat darurat di Rumah Sakit Panti Rini Kalasan Sleman (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).
Uminingsih, T. (2016). Efektivitas Pelatihan Patient Safety Dengan Metode Ceramah Dalam Meningkatkan Pengetahuan Perawat Di Rawat Inap Rsu Pku Muhammadiyah Bantul. Jurnal kesehatan masyarakat, 9(1).
United States Department of Health and Human Services Oral Health Coordinating Committee. (2016). US Department of Health and Human Services oral health strategic framework, 2014–2017. Public Health Reports, 131(2), 242-257.
World Health Organization. (2024). Global patient safety report 2024. Diakses dari: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/376928/9789240095458-eng.pdf
Zarah, M., & Djunawan, A. (2022). Upaya pencegahan risiko pasien jatuh di rawat inap. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 43-49.
Ziolkowski, D. (2014). Fall Prevention and Identification of Patients at Risk for Falling, diakses tanggal 04 maret pukul 22.24 wib dari http://www. stjoesonoma. org/documents/Students-Instructors. PVHFallPrevention. pdf.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








