Faktor yang berhubungan terhadap kesehatan mental pada remaja di SMK Muhammadiyah 11 Sumberlawang
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i3.919
Faktor kesehatan mental Kesehatan mental Remaja
Abstract
Background: Mental health is a condition of emotional, psychological, and social well-being of a person. Mental health is the realization of true harmony between mental functions that create adjustment between humans and their environment in achieving a meaningful and happy life. As many as 450 million people suffer from mental and behavioral health disorders worldwide, it is estimated that one in four people will suffer from mental health disorders during their lifetime. The prevalence of emotional mental disorders with symptoms of depression and anxiety for adolescents has increased compared to 2013, only 6% for the prevalence of emotional mental disorders with symptoms of depression and anxiety for adolescents aged > 15 years
Purpose: To determine factors related to mental health in adolescents.
Method: Quantitative descriptive research design with a cross-sectional approach conducted in February 2025 at SMK Muhammadiyah 11 Sumberlawang. The population in this study were 43 students of class XI SMK Muhammadiyah 11 Sumberlawang with a total sampling of 43 students as respondents. The dependent variable is mental health which includes depression, anxiety, hallucinations, addiction and negative behavior or having multiple personalities. The independent variables are social environmental factors, peer support, family support and parental income (family economic support). Using an instrument in the form of a questionnaire in collecting data subjectively. The data were analyzed using the Kolmogorov - Smirnov Z normality test and Kendall's Tau-B test analysis to see the correlation and significance of social environmental factors, peer support, attitudes in utilizing technology/social media, family support and parental income (family economic support) on mental health.
Results: Obtaining the respondents' age at a mean of 16.4 years with a standard deviation of 0.59 in the age range of 16-18 years. The majority of respondents are 16 years old, namely 26 (60.5%). Most respondents are male, namely 26 (60.55). While most of the respondents' social environment is not supportive, namely 25 (58.1%). The majority of peer support is in the positive category, namely 41 (95.3%). While family support for respondents is mostly in the supportive category, namely 38 (88.4%) and the majority of respondents' parental income is in the low category, namely 39 (90.7%). Obtaining pValue = 0.012 for social environment factors on mental health, pValue = 0.583 for peer support factors on mental health, pValue = 0.002 for family support on mental health and pValue = 0.038 for parental income (economy) on mental health.
Conclusion: Social environmental factors, peer support, family support and parental income have a significant relationship to mental health. The most dominant factor to mental health is family support.
Keywords: Mental health factors; Mental health; Adolescents
Pendahuluan: Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial seseorang. Kesehatan mental adalah terwujudnya keserasian yang sungguh–sungguh antara fungsi kejiwaan yang terciptanya penyesuaian diri antara manusia dan lingkungannya dalam menggapai kehidupan yang bermakna dan bahagia. Sebanyak 450 juta jiwa menderita gangguan kesehatan mental dan perilaku di seluruh dunia, diperkirakan satu dari empat jiwa akan menderita gangguan kesehatan mental selama masa hidup mereka. Prevalensi gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk remaja, meningkat dibandingkan pada 2013, hanya 6% untuk prevalensi gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk remaja berumur > 15 tahun
Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental pada remaja.
Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan februari tahun 2025 di SMK Muhammadiyah 11 Sumberlawang. Populasi pada penelitian ini adalah 43 siswa/siswi kelas XI SMK Muhammadiyah 11 Sumberlawang dengan total sampling mendapatkan 43 siswa/siswi menjadi responden. Variabel dependenya adalah kesehatan mental yang meliputi depresi, kecemasan, halusinasi, kecanduan dan berperilaku negatif atau memiliki kepribadian ganda. Variabel independennya adalah faktor lingkungan sosial, dukungan teman sebaya, daya dukung keluarga dan pendapatan orang tua (dukungan ekonomi keluarga). Menggunakan instrumen berupa kuesioner dalam pengambilan data secara subyektif. Data dianalisa dengan uji normalitas kolmogorov – smirnov Z dan analisis uji kendalls tau-b untuk melihat korelasi dan signifikansi faktor lingkungan sosial, dukungan teman sebaya, sikap dalam memanfaatkan teknologi/media sosial, daya dukung keluarga dan pendapatan orang tua (dukungan ekonomi keluarga) terhadap kesehatan mental.
Hasil: Mendapatkan usia responden pada mean 16.4 tahun dengan standard deviasi 0.59 dalam rentang usia 16-18 tahun. Mayoritas usia responden adalah berusia 16 tahun yaitu sebanyak 26 (60.5%). Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 26 (60.55). Sedangkan sebagian besar lingkungan sosial responden tidak mendukung yaitu sebanyak 25 (58.1%). Mayoritas dukungan teman sebaya dalam kategori positif yaitu sebanyak 41 (95.3%). Sedangkan dukungan keluarga terhadap responden sebagian besar dalam kategori mendukung yaitu sebanyak 38 (88.4%) dan mayoritas pendapatan orang tua responden dalam kategori rendah yaitu sebanyak 39 (90.7%). Mendapatkan pValue=0.012 untuk faktor lingkungan sosial terhadap kesehatan mental, pValue=0.583 untuk faktor dukungan teman sebaya terhadap kesehatan mental, pValue=0.002 untuk dukungan keluarga terhadap kesehatan mental dan pValue=0.038 untuk pendapatan orang tua (ekonomi) terhadap kesehatan mental.
Simpulan: Faktor lingkungan sosial, dukungan teman sebaya, dukungan keluarga dan pendapatan orang tua mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kesehatan mental. Faktor yang paling dominan terhadap kesehatan mental adalah dukungan keluarga.
Downloads
References
Aisyaroh, N., Hudaya, I., & Supradewi, R. (2022). Trend penelitian kesehatan mental remaja di indonesia dan faktor yang mempengaruhi: literature review. Scientific Proceedings of Islamic and Complementary Medicine, 1(1), 41-51.
Djohan, S. E., Lestari, R. D., Lestari, E., & Napitu, I. C. (2022). Gangguan mental emosional dan depresi pada remaja. Healthcare Nursing Journal, 4(2), 429-434. Winata, S. (2023). Menjelajahi Gangguan Mental dan Penanganannya. Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(6).
Fatmawaty, D., Febrianti, C. A., & Sari, N. (2024). Determinan Faktor Situasional yang Berhubungan dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa. Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, 19(1), 1-8.
Gintari, K. W., Jayanti, D. M. A. D., Laksmi, I. G. A. P. S., & Sintari, S. N. N. (2023). Kesehatan Mental Pada Remaja: The Overview of Mental Health in Adolescents. Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA), 2(3), 167-183.
Handayani, T., Ayubi, D., & Anshari, D. (2020). Literasi kesehatan mental orang dewasa dan penggunaan pelayanan kesehatan mental. Perilaku dan promosi kesehatan: Indonesian journal of health promotion and behavior, 2(1), 2.
Hardjana, A. M. (2003). Komunikasi interpersonal dan intrapersonal. Kanisius.
Imam, I. (2024). Efek Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan Mental: Mengapa Lingkungan Kita Penting?. Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Diakses dari: https://psikologi.uma.ac.id/efek-pengaruh-lingkungan-terhadap-kesehatan-mental-mengapa-lingkungan-kita-penting/
Jalaluddin, R. (2001). Psikologi Komunikasi edisi revisi. Bandung: PT remaja rosdakarya.
Jayuputri, S. R., Su’udi, S. U., & Sumiatin, T. (2024). Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Remaja di SMAN 2 Tuban. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(6), 795-802.
Kanda, A. S., & Kivania, R. (2024). Dampak Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Mental. Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen, 2(1), 118-129.
Kast, F. E., & Rosenzweig, J. E. (1995). Organisasi dan Manajemen, Terjemah A. Hasymi Ali, Jakarta: Bumi Aksara.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Kemenkes Beberkan Masalah Permasalahan Kesehatan Jiwa di Indonesia. Sehat Negriku Sehat Bangsaku. Diakses dari: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211007/1338675/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia/
Kustini, H. (2017). Communication Skill. Yogyakarta: Deepublish. Diakses dari: https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=300620
Mawaddah, N., & Prastya, A. (2023). Upaya peningkatan kesehatan mental remaja melalui stimulasi perkembangan psikososial pada remaja. DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 115-125.
Muharam, M. R. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja: Literature Review.
Nurdin, M. A. (2018). Program rehabilitasi mental pasien gangguan mental pada panti rehabilitasi sosial jiwa dan narkoba Purbalingga Jawa Tengah (Bachelor's thesis, Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah).
Pratama, D. (2021). Karakteristik perkembangan remaja. Jurnal Edukasimu, 1(3).
Prihandini, S., & Primana, L. I. N. D. A. (2020). Efikasi diri kesehatan mental sebagai mediator antara dukungan suami dengan kelekatan ibu-janin. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 5(2), 112.
Surpratman, L. P. & Mahadian, A. B. (2018). Psikologi Komunikasi. Yogyakarta: Budi Utama CV (Deepublish). Diakses dari: https://dpk.kepriprov.go.id/opac/ebook/bf4fb552-2ed9-46bc-adf7-6d40bb759a85
Rahmawaty, F., Silalahi, R. P., & Mansyah, B. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental pada Remaja: Factors Affecting Mental Health in Adolesents. Jurnal Surya Medika (JSM), 8(3), 276-281.
Sari, P. P., Aryawati, W., & Febriani, C. A. (2023). Faktor–faktor yang berhubungan dengan manajemen laktasi pada ibu menyusui yang bekerja di luar rumah. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(7),
Sari, S. I., Nauli, F. A., & Elita, V. (2025). Faktor-Faktor Individu yang Berhubungan dengan Status Kesehatan Mental Mahasiswa. Jurnal Keperawatan Profesional, 13(1), 14-31.
Soekanto, S. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Edisi Revisi.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Diakses dari: https://www.rajagrafindo.co.id/produk/sosiologi-suatu-pengantar/
Sørensen, K., Van den Broucke, S., Fullam, J., Doyle, G., Pelikan, J., Slonska, Z., & (HLS-EU) Consortium Health Literacy Project European. (2012). Health literacy and public health: a systematic review and integration of definitions and models. BMC public health, 12, 1-13.
Suharweny, M., & Pratisti, W. D. (2022). Hubungan Pertemanan (Friendship) Dan Kesehatan Mental Pada Generasi Milenial Yang Berstatus Mahasiswa (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Tangke, Y. (2023). Hubungan Kesehatan Mental Remaja Dengan Hasil Belajar Siswa Di Smp Katolik Rantepao (Doctoral dissertation, STIK Stella Maris Makassar).
Usfa, H., Febriani, C. A., Sari, N., & Dwiyana, M. R. (2023). Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa di Universitas Malahayati tahun 2023. Jurnal Dunia Kesmas, 12(3), 96-105.
World Health Organization. (2017). Depression and Other Common Mental Disorders. Global Health Estimates. Diakses dari: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/254610/WHO-MSD-MER-2017.2-eng.pdf.
World Health Organization. (2023). Anxiety disorders. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anxiety-disorders.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








