Pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kapas
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i3.915
Brisk walking exercise Hipertensi Tekanan darah
Abstract
Background: Hypertension is a disease that cannot be transmitted to others but can develop slowly which we often encounter in society, both elderly and young. The phenomenon of hypertension is caused by unhealthy lifestyle changes such as lack of physical activity. This study is based on Orem's theory which focuses on the individual's ability to perform self-care to achieve optimal health. Brisk walking exercise is one of the non-pharmacological therapies that can lower systolic and diastolic blood pressure.
Purpose: To determine the effect of brisk walking exercise on reducing systolic and diastolic blood pressure in people with hypertension.
Method: Quantitative research with a quasi-experimental design using a pre-test and post-test control with group design approach. This study was conducted in February 2025 in the work area of the Kapas Health Center. The population was 254 hypertension sufferers recorded in the work area of the Kapas Health Center. With the random sampling technique, 46 hypertension sufferers were selected as respondents. Intervention in the form of brisk walking exercise physical activity, namely moderate-intensity brisk walking activity with a frequency of 3 times in 1 week for 2 weeks with a duration of 15-30 minutes for each activity. Data were tested using the Wilcoxon Sign Rank Test to see the effect of brisk walking exercise physical activity on systolic and diastolic blood pressure.
Results: Shows that systolic blood pressure in the intervention group before physical activity brisk walking exercise is 150 MmHg and diastolic blood pressure 90 MmHg, while systolic blood pressure after physical activity brisk walking exercise is 140 MmHg and diastolic blood pressure 84 MmHg. For systolic blood pressure in the control group before physical activity brisk walking exercise is 151 MmHg and diastolic blood pressure 80 MmHg, while systolic blood pressure after physical activity brisk walking exercise is 156 MmHg and diastolic blood pressure 91 MmHg. Based on the results of the analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test, the results of systolic and diastolic blood pressure after the intervention were obtained blood pressure values pValue = 0.000 <0.05.
Conclusion: Regular brisk walking exercise activities can have a significant effect on lowering blood pressure in people with hypertension. Physical activity in the form of brisk walking exercise also has an effect on changes in healthy lifestyles in controlling blood pressure in hypertension sufferers.
Suggestion: It is hoped that the community can apply brisk walking exercise as a non-pharmacological therapy to lower blood pressure in hypertension sufferers.
Keywords: Blood pressure; Brisk walking exercise; Hypertension
Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat ditularkan pada orang lain namun dapat berkembang secara perlahan yang sering kita jumpai pada masyarakat baik usia lanjut maupun usia muda. Fenomena kejadian hipertensi disebabkan karena perubahan gaya hidup yang kurang sehat seperti kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini berbasis teori Orem yang berfokus pada kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri sendiri untuk mencapai kesehatan yang optimal. Brisk walking exercise salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimental menggunakan pendekatan pre-test dan post-test control with group design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kapas. Populasinya adalah 254 penderita hipertensi yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Kapas. Dengan teknik random sampling mendapatkan 46 penderita hipertensi untuk menjadi responden. Intervensi berupa aktifitas fisik brisk walking exercise yaitu aktivitas jalan cepat berintensitas sedang dengan frekuensi 3 kali dalam 1 minggu selama 2 minggu dengan durasi waktu 15-30 menit setiap kegiatan. Data di uji menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk melihat pengaruh aktifitas fisik brisk walking exercise terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik.
Hasil: Menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi sebelum aktifitas fisik brisk walking exercise adalah 150 MmHg dan tekanan darah diastolik 90 MmHg, sedangkan tekanan darah sistolik setelah aktifitas fisik brisk walking exercise adalah 140 MmHg dan tekanan darah diastolik 84 MmHg. Untuk tekanan darah sistolik pada kelompok kontrol sebelum aktifitas fisik brisk walking exercise adalah 151 MmHg dan tekanan darah diastolik 80 MmHg, sedangkan tekanan darah sistolik setelah aktifitas fisik brisk walking exercise adalah 156 MmHg dan tekanan darah diastolik 91 MmHg. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan hasil tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan intervensi diperoleh nilai tekanan darah pValue=0.000<0.05.
Simpulan: Kegiatan brisk walking exercise yang dilakukan secara teratur dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Aktifitas fisik berupa brisk walking exercise juga memberikan pengaruh dalam perubahan pola hidup sehat dalam pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi.
Saran: Diharapkan masyarakat dapat menerapkan brisk walking exercise untuk dijadikan terapi nonfarmakologis agar dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Downloads
References
Adrian, S. J. (2019). Pengobatan Tradisional Akupresur di Era Moderen Pada Masyarakat. Cdk-274, 46(3), 172-178.
Amirudin, R. (2022). Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lambuya Kabupaten Konawe. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 1(1), 29-34.
Anggraini, D. (2022). Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi. 'Afiyah, 9(1).
Annazmi, S. N., Wibowo, D. A., & Zen, D. N. (2022). Pengaruh Aktivitas Jalan Kaki Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajadesa Kabupaten Ciamis Tahun 2022. JUWARA GALUH: Jurnal Mahasiswa Keperawatan Galuh, 1, 31-38.
Astuti, E. D., Suryani, E., & Andriyani, A. (2020). Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Klinik Mitra Husada Gunungkidul. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup, 5(2), 112-118.
Ayu, M. S. (2021). Analisis klasifikasi hipertensi dan gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 6(2), 131-136.
Azim, D. N. A. M. D., Anri, A., & Suprapti, T. (2023). Pengaruh brisk walking exercise terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. JOURNAL OF Mental Health Concerns, 2(1), 29-36.
Kartika, M., Subakir, S., & Mirsiyanto, E. (2021). Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2020. Jurnal Kesmas Jambi, 5(1), 1-9.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Faktor Resiko Penyebab Hipertensi. Diakses dari: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantungdan-pembuluh-darah/faktor-risiko-penyebab-hipertensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke. Diakses dari: https://p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/hipertensi-penyebab-utama-penyakit-jantung-gagal-ginjal-dan-stroke
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Mengenal Penyakit Hipertensi. Diakses dari: https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-penyakit-hipertensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Cegah Hipertensi Dengan Rutin Melakukan Brisk Walking Exercise. Diakses dari: https://bkombandung.kemkes.go.id/cegah-hipertensidengan-rutin-melakukan-brisk-walking-exercise/
Khomarun, K., Wahyuni, E. S., & Nugroho, M. A. (2013). Pengaruh aktivitas fisik jalan pagi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi stadium I di Posyandu Lansia Desa Makam Haji. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2).
Kowalski, R. E. (2010). Terapi Hipertensi program 8 minggu : menurunkan tekanan darah tinggi mengurangi resiko serangan jantung dan stroke secara alami / (Cet.1). Bandung : Mizan Pustaka, 2010. Diakses dari: https://digilib.bbpkjkt.id/index.php?p=show_detail&id=3359
Lestari, D. D., Handayani, T. S., & Rahmawati, D. T. (2022). Pengaruh Teknik Brisk Walking Exercise Terhadap Perubahan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Sambirejo Kab. Rejang Lebong. Journal of Nursing and Public Health, 10(2), 168-177.
Makawekes, E., Suling, L., & Kallo, V. (2020). Pengaruh aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada usia lanjut 60-74 tahun. Jurnal Keperawatan, 8(1), 83.
Malem, R., Ristiani, R., & Puteh, M. A. (2024). Brisk walking exercise has benefits of lowering blood pressure in hypertension sufferers: a systematic review and meta-analysis. Iranian Journal of Public Health, 53(4), 774.
National Institute on Aging. (2022). High Blood Pressure and Older Adults. Diakses dari: https://www.nia.nih.gov/health/high-blood-pressure/high-blood-pressure-and-older-adults.
Nooratri, E. D. (2024). Penerapan Brisk Walking Exercise Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Cemani Lama, Sukoharjo. Jurnal Inovasi Kesehatan Adaptif, 6(7).
Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. (2019). Konsensus penatalaksanaan hipertensi 2019. Diakses dari: http://faber.inash.or.id/upload/pdf /article_Update_konsensus_201939.pdf.
Puspitasari, A. A., Faridah, V. N., & Lestari, T. P. (2024). Perbandingan Efektivitas Slow Deep Breathing Dan Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 10(1), 97-104.
Sari, D. R., & Palupi, R. (2024). Pengaruh latihan fisik brisk walking terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Punggur. Health Research Journal of Indonesia, 2(3), 191-200.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart (8th ed.). Jakarta: EGC. Diakses dari: https://books.google.co.id/books?id=SmtjSD1x688C&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false.
Sukarmin, S., Nurachmah, E., & Gayatri, D. (2013). Penurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Melalui Brisk Walking Exercise. Jurnal Keperawatan Indonesia, 16(1), 33-39.
Warlenda, S. V., Maharani, R., & Persada, I. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Usia Produktif (18-64 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kotapekanbaru. JHMHS: Journal of Hospital Management and Health Science, 4(1), 14-23.
World Health Organization. (2023). Hipertensi. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








