Hubungan pengetahuan dan kunjungan antenatal care terhadap kejadian hepatitis-B di wilayah kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i2.891

Authors

  • Andi Ernawati Manuntungi Institut Kesehatan Dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Hepatitis-B Ibu Hamil Kunjungan antenatal care Pengetahuan

Abstract

Background: Pregnant women are one of the populations at risk of contracting HIV/AIDS, Hepatitis-B, and Syphilis. Indonesia ranks third in the number of hepatitis-B sufferers after China and India in the Asia and Southeast Asia region. In 2018, there were 29,060 pregnant women throughout Indonesia who were infected with the Hepatitis-B virus. Hepatitis-B is transmitted by infected patients through their body fluids such as semen, saliva, blood or blood products, female genital mucus, menstrual blood, and other body fluids.

Purpose: To determine the relationship between knowledge about hepatitis-B and antenatal visits in pregnant women with the incidence of hepatitis-B.

Method: Observational analytical study with a cross-sectional design. The study was conducted in the Binanga Health Center Working Area, Mamuju Regency in July-October 2024. The population in this study was a dynamic population, namely 67 pregnant women who checked their pregnancies at the Binanga Health Center. By using purposive sampling and observation techniques, 32 pregnant women were selected as respondents. Using a questionnaire as an instrument for data collection and chi-square statistical test analysis to determine the effect of knowledge level and completeness of antenatal care on the incidence of hepatitis-B in pregnant women.

Results: The respondents' age was at a mean value of 33.66 with a standard deviation of 5.97 in the range of 19-42 years. The majority of respondents were ≥36 years old, namely 20 (62.5%). While the educational status of the respondents was mostly elementary-junior high school, namely 17 (53.1%) and most of the respondents' knowledge level about hepatitis-B was lacking, namely 12 (37.5%). Based on the chi-square test, pValue = 0.004 was obtained for the relationship between the level of knowledge of pregnant women about the incidence of hepatitis-B and pValue = 0.016 for the relationship between antenatal visits and the incidence of hepatitis-B.

Conclusion: The level of knowledge of pregnant women about hepatitis-B and routine antenatal visits have a significant effect on the incidence of hepatitis-B.

Suggestion: Special education is needed about hepatitis-B in the community and media that make it easier for pregnant women to get information to improve understanding about hepatitis-B and its impacts.

Keywords: Antenatal care visits; Hepatitis-B; Knowledge; Pregnant Women

Pendahuluan: Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis-B, dan Sifilis. Indonesia menempati urutan ke tiga penderita hepatitis-B  terbanyak setelah Cina dan India di wilayah Asia dan Asia Tenggara. Pada tahun 2018 terdapat 29.060 ibu hamil di seluruh Indonesia yang terkena infeksi virus Hepatitis-B. Hepatitis-B ditularkan oleh pasien yang terinfeksi melalui cairan tubuh mereka seperti cairan sperma, air liur, darah atau produk darah, lendir alat kelamin wanita, darah menstruasi, dan cairan tubuh lainnya.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang hepatitis-B  dan kunjungan antenatal pada ibu hamil terhadap kejadian hepatitis-B .

Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju pada bulan Juli-Oktober Tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini merupakan populasi dinamis yaitu 67 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Binanga. Dengan menggunakan teknik purposive sampling dan observasi mendapatkan 32 ibu hamil untuk menjadi responden. Menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengambilan data dan analisa uji statistik chi-square untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan kelengkapan antenatal terhadap kejadian hepatitis-B pada ibu hamil.

Hasil: Mendapatkan usia responden berada pada nilai mean 33.66 dengan standar deviasi 5.97 dalam rentang 19-42 tahun. Mayoritas usia responden adalah ≥36 tahun yaitu sebanyak 20 (62.5%). Sedangkan status pendidikan responden sebagian besar adalah SD-SMP yaitu sebanyak 17 (53.1%) dan sebagian besar tingkat pengetahuan tentang hepatitis-B responden adalah kurang yaitu sebanyak 12(37.5%). Berdasarkan uji chi-square mendapatkan pValue=0.004 untuk hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kejadian hepatitis-B dan mendapatkan pValue=0.016 untuk hubungan antara kunjungan antenatal dengan kejadian hepatitis-B.

Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hepatitis-B dan kunjungan antenatal secara rutin berkala memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hepatitis-B.

Saran: Diperlukan edukasi secara khusus tentang hepatitis-B pada masyarakat dan media yang memberikan kemudahan para ibu hamil dalam mendapatkan informasi dalam meningkatkan pemahaman tentang hepatitis-B dan dampaknya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhawiyah, R., & Kusumastuti, I. (2024). Pengaruh Sumber Informasi, Peran Bidan, Dukungan Suami, Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Triple Eliminasi: Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 3(6), 1254-1267.

Amsir, A., Wuna, W. O. S. K., & Yusuf, S. A. (2023). Pengaruh Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Screening Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Abuki Kabupaten Konawe. Journal Pelita Sains Kesehatan, 3(4), 40-48.

Fatmawati, F., & Munawaroh, M. (2023). Hubungan pengetahuan, status gizi dan pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di UPT Puskesmas Bojonegara Tahun 2022. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(6), 1873-1882.

Indriani, P. L. N., Anggraini, H., & Handayani, S. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hepatitis Pada Ibu Hamil. Journal Of Midwifery Science, 1(1), 33-48.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah 2022. Diakses dari: https://dinkes.sultengprov.go.id/wp-content/uploads/2023/06/Profil-KEsehatan-2022.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023

Mahmud, A., & Aina, Q. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Infeksi Hepatitis B Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC). ARTERI: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 98-102.

Nofiani, P., & Sanjaya, R. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan hepatitis b. Journal of Current Health Sciences, 2(2), 67-72.

Notoatmodjo, S. (2019). Metodologi Penelitian Kesehatan. RINEKA CIPTA.

Pemula, G., Zuraida, R., & Susianti, S. (2021). Analisis Faktor yang Memengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam Pemeriksaan HbsAG. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 219-223.

Pither, M., Yusuf, A., & Aziz, R. (2021). Faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil di kabupaten luwu timur. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 4(3), 432-438.

Pohan, A., Mahyunidar, M., & Sari, S., P. (2022). Pengetahuan Gizi Kehamilan : Kekurangan Energi Kronik. Diakses dari: https://www.researchgate.net/publication/359052462_Pengetahuan_Gizi_Kehamilan_Kekurangan_Energi_Kronik

Putri, D. K., Hanum, R., & Simanjuntak, H. J. (2019). Faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan hepatitis. Nursing Arts, 13(1), 12-22.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo (ed.); 2nd ed.). Alfabeta.

Sukmawati, S., Budiarti, E., Hermawan, N. S. A., Karyus, A., & Pramudho, K. (2022). Faktor risiko kejadian infeksi virus hepatitis b pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(4), 1123-1132.

Suryantoro, S. D., Romadhon, P. Z., Kurniawan, F., Makhfudli, M., Pramesti, N. A., & Maulida, V. S. (2023). Hubungan Pengetahuan Hepatitis B dan Perilaku Berisiko Tinggi dengan Kejadian Hepatitis B pada Remaja. Faletehan Health Journal, 10(01), 23-31.

Widhyasih, R. M., Nengsih, M. K., & Zuraida, Z. (2023). Gambaran Hasil Pemeriksaan Anti–HIV dan HBsAg Metode Immunochromatography Tes Pada Ibu Hamil Di RSAB Harapan Kita Jakarta. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 9(2), 138-146.

Widyawati, N. C., & Sudrajat, A. (2023). Gambaran Hasil Pemeriksaan HbsAg Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Di RSUD Kota Bandung. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 9894-9903.

World Health Organization. (2024). Hepatitis B. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b

Wulandari, L. A. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Triple Eliminasi (Hiv/Aids/Sifilis Dan Hepatitis B) Di Wilayah Kerja Puskesmas Way Mili Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Bidan Mandira Cendikia, 2(1), 1-11.

Yublina, R., Dewi, S., Lilik, D., & Ardian, C. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kejadian Hepatitis B Pada Kehamilan Di Puskesmas Malinjak Di Kabupaten Sumba Tengah. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(1).

Downloads

Published

30.04.2025