Kejadian malaria dan intervensi berbasis masyarakat di Dusun Mutun: Studi kasus

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i1.817

Authors

  • Dina Dwi Nuryani Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Dhiny Easter Yanti Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Gilang Agusman Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Muliono Muliono Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Chania Forcepta Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Ketut Sastini Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Gilang Ramadhan Putra Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
  • Fitriani Fitriani Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Intervensi masyarakat Nyamuk anopheles Pencegahan malaria

Abstract

Background: Malaria is one of the deadliest infectious diseases in the world. Every year, millions of people are infected with this parasite, with the majority of cases occurring in tropical and subtropical regions of Africa, Asia, and Latin America. In Southeast Asia, Indonesia is one of the countries with a fairly high incidence of malaria, with the number of cases reaching 443,530 in 2023. Several factors that contribute to the high incidence of malaria in the community include environmental conditions that support the breeding of Anopheles mosquitoes, low public awareness of disease prevention, and limited access to health services.

Purpose: To identify the incidence of malaria in Mutun Hamlet and provide education with direct intervention with the community in efforts to control and prevent malaria.

Method: using a quantitative descriptive approach with a field survey method with 238 heads of families as the population and with random sampling to get 100 people to become respondents. The instrument used in this study was a questionnaire containing questions related to the history of malaria, prevention behavior, and access to health services. Environmental observation with local health workers and several community representatives includes household conditions, sanitation, and factors that influence the presence of Anopheles mosquitoes. Determination of problem priorities is the Pan American Health Organization (PAHO) method by approaching the extent of the problem (magnitude), degree of severity (severity), availability of technology (vulnerability), and community concern.

Results: The community of Mutun Hamlet and village officials gave a positive response and actively participated in carrying out activities. The age of respondents who experienced malaria was mostly between the ages of 4-25 years, namely 5 (5.6%), the gender of respondents who experienced malaria was mostly male, namely 6 (66.7%). The majority of the education level of the Mutun Hamlet community was elementary school graduates, namely 57 (57.0%) and most of the environmental conditions where the community lives in Mutun Village have lots of puddles, namely 56 (56.0%).

Conclusion: Malaria is a dominant health problem in Mutun Hamlet. Community-based education and intervention can increase awareness and compliance in environmental control and prevention of malaria.

Suggestion: Related parties and the government need to increase malaria vaccination programs as an effort to control the presence of malaria vectors and their spread.

Keywords: Anopheles mosquitoes; Community intervention; Malaria prevention

Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia. Setiap tahun, jutaan orang terinfeksi parasit ini, dengan sebagian besar kasus terjadi di wilayah-wilayah tropis dan subtropis di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kejadian malaria yang cukup tinggi, dengan jumlah kasus mencapai 443.530 pada tahun 2023. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian malaria di masyarakat antara lain adalah kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Tujuan: Mengidentifikasi kejadian malaria di Dusun Mutun dan memberikan edukasi dengan intervensi langsung bersama masyarakat dalam upaya pengendalian dan pencegahan kejadian malaria.

Metode: menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan dengan 238 kepala keluarga sebagai populasinya dan dengan random sampling mendapatkan 100 orang untuk menjadi responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi pertanyaan terkait riwayat penyakit malaria, perilaku pencegahan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Observasi lingkungan bersama tenaga kesehatan setempat dan beberapa perwakilan masyarakat meliputi kondisi rumah tangga, sanitasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan nyamuk Anopheles. Penentuan prioritas masalah adalah metode Pan American Health Organization (PAHO) dengan melakukan pendekatan luasnya masalah (magnitude), derajat keparahan (severity), ketersediaan teknologi (vulnerability), dan kepedulian masyarakat.

Hasil: Masyarakat Dusun Mutun and aparatur Desa memberikan respon positif dan ikut berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan. Usia responden yang mengalami kejadian malaria adalah sebagian besar di usia 4-25 tahun yaitu sebanyak 5(5.6%), jenis kelamin responden yang mengalami kejadian malaria mayoritas laki-laki yaitu sebanyak 6(66.7%). Mayoritas tingkat pendidikan masyarakat Dusun Mutun adalah tamatan SD yaitu sebesar 57 (57.0%) dan sebagian besar kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat di Desa Mutun terdapat banyak genangan air yaitu sebanyak 56 (56.0%).

Simpulan: Kejadian malaria merupakan masalah kesehatan yang dominan di Dusun Mutun. Edukasi dan intervensi berbasis masyarakat dapat meningkatkan kesadaran serta kepatuhan dalam pengendalian lingkungan dan pencegahan kejadian malaria.

Saran: Pihak terkait dan pemerintah perlu meningkatkan program vaksinasi malaria sebagai upaya pengendalian keberadaan vektor malaria dan penyebarannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran. (2023). Kecamatan teluk pandan dalam angka 2023. Diakses dari: https://pesawarankab.bps.go.id/id/publication/2023/09/26/5163a9967809ed102f51c722/kecamatan-teluk-pandan-dalam-angka-2023.html.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran. (2024). Jumlah Kasus Malaria di Kabupaten Pesawaran (Jiwa), 2022-2023. Diakses dari: https://pesawarankab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzA0IzI=/jumlah-kasus-malaria-di-kabupaten-pesawaran.html.

Cable News Network Indonesia. (2021). 5 Fakta Vaksin Malaria Pertama: Cara Kerja dan Efek Samping. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211007142153-255-704676/5-fakta-vaksin-malaria-pertama-cara-kerja-dan-efek-samping.

Isworo, Y., Hadi, S. P., & Setiyani, O. (2023). Faktor-Faktor Kerentanan Sosial dan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(3), 725-734.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk Teknis Pengendalian Faktor Risiko Malaria. Diakses dari: https://malaria.kemkes.go.id/sites/default/files/2023-11/Petunjuk%20Teknis%20Pengendalian%20Faktor%20Risiko%20Malaria%202022_0.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Saku Tata Laksana Kasus Malaria. Diakses dari: https://malaria.kemkes.go.id/sites/default/files/2024-02/X_Cetak%20Buku%20Saku%20talak%20Des%202023F.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Kasus Malaria di Indonesia. Diakses dari: https://malaria.kemkes.go.id/case.

Khatami, F. (2017). Penentuan Prioritas Masalah Dengan Metode Paho. Diakses dari: https://www.scribd.com/document/365064804/Penentuan-Prioritas-Masalah-Dengan-Metode-Paho

Lesmono, R. (2024). Definisi Malaria Menurut Para Ahli. Diakses dari: https://redasamudera.id/definisi-malaria-menurut-para-ahli/

Malino, B. T., Langi, F. F. G., & Ratag, B. T. (2023). Analisis Distribusi Kasus dan Kematian Akibat Malaria di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 3907-3915.

Rohmayani, V. (2021). Pengendalian Vektor Malaria di Wilayah Pesisir Pantai. Diakses dari: https://kumparan.com/kaysha12345/pengendalian-vektor-malaria-di-wilayah-pesisir-pantai-1woxiSk9qHM

World Health Organization. (2024). Malaria. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malaria

Downloads

Published

31.03.2025