Hubungan pengetahuan lansia tentang diabetes mellitus dan ketidakstabilan kadar glukosa darah di Puskesmas Cibiru Kota Bandung
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v4i5.472
Diabetes mellitus Edukasi kesehatan Kadar glukosa darah Ketidakstabilan kadar glukosa Pengetahuan lansia
Abstract
Background: Diabetes Mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases that sufferers experience an increase every year. Data from the World Health Organization in 2018 reported that 422 million people in the world suffer from diabetes mellitus and reached 71% as the leading cause of death in the world. The increase in the global prevalence of Diabetes mellitus of around 8.3% occurred in the age group 20-79 years and it is estimated that there were 2.2 million deaths due to diabetes mellitus before the age of 70 years, especially in countries with low and middle economic status. Diabetes mellitus is one of the chronic diseases that is often found in the elderly, and its management is highly dependent on individual knowledge about the disease. Elderly knowledge about diabetes mellitus, especially regarding the management of blood glucose levels, can have a significant effect on the stability of their glucose levels.
Purpose: To analyze the relationship between elderly knowledge about diabetes mellitus and instability of blood glucose levels.
Method: Quantitative approach with correlational design. Questionnaires distributed to 40 elderly people with diabetes mellitus in several health centers measured their knowledge about the disease and the symptoms of unstable blood glucose levels that they experienced. The collected data were analyzed using the Pearson correlation test to identify the relationship between the level of knowledge and the level of unstable blood glucose levels.
Results: Showed that there was a significant relationship between the knowledge of the elderly about diabetes mellitus and unstable blood glucose levels (p <0.05). Elderly people with better knowledge about diabetes management tend to have more stable blood glucose levels.
Conclusion: With the varying levels of knowledge of the elderly about diabetes mellitus, education to improve the knowledge of the elderly about diabetes mellitus has a significant influence on the elderly in managing unstable blood sugar. Optimizing the management of the elderly against diabetes mellitus is greatly influenced by the level of understanding about diabetes mellitus.
Keywords: Blood glucose levels, Diabetes mellitus; Elderly knowledge; Health education; Instability of Glucose Levels
Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang setiap tahun penderitanya mengalami peningkatan. Data World Health Organization tahun 2018 menginformasikan bahwa tercatat 422 juta orang di dunia menderita diabetes mellitus dan mencapai 71% menjadi penyebab utama kematian di dunia. Peningkatan prevalensi global Diabetes mellitus sekitar 8.3% terjadi pada kelompok usia 20 – 79 tahun dan diperkirakan terdapat 2,2 juta kematian akibat penyakitd diabetes mellitus terjadi sebelum usia 70 tahun, khususnya di negara - negara dengan status ekonomi rendah dan menengah. Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit kronis yang banyak ditemukan pada lansia, dan pengelolaannya sangat bergantung pada pengetahuan individu tentang penyakit tersebut. Pengetahuan lansia mengenai diabetes mellitus, terutama mengenai pengelolaan kadar glukosa darah, dapat berpengaruh signifikan terhadap stabilitas kadar glukosa mereka.
Tujuan: Untuk menganalisa hubungan antara pengetahuan lansia tentang diabetes mellitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah.
Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Kuesioner yang dibagikan kepada 40 lansia penderita diabetes mellitus di beberapa pusat kesehatan mengukur pengetahuan mereka tentang penyakit ini dan gejala-gejala ketidakstabilan kadar glukosa darah yang mereka alami. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi pearson untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat ketidakstabilan kadar glukosa darah.
Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan lansia tentang diabetes mellitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah (p<0.05). Lansia dengan pengetahuan lebih baik mengenai pengelolaan diabetes cenderung memiliki kadar glukosa darah yang lebih stabil.
Simpulan: Dengan tingkat pengetahuan lansia terhadap diabetes mellitus yang beragam, edukasi untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diabetes mellitus memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap lansia dalam mengelola ketidakstabilan gula darah. Optimalisasi pengelolaan lansia terhadap diabetes mellitus sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang diabetes mellitus.
Downloads
References
Brunner, L. S. (2010). Brunner & Suddarth's textbook of medical-surgical nursing (Vol. 1). Lippincott Williams & Wilkins.
Chen, L. K., Chen, Y. M., Lin, M. H., Peng, L. N., & Hwang, S. J. (2010). Care of elderly patients with diabetes mellitus: a focus on frailty. Ageing research reviews, 9, S18-S22.
Dinata, W. W. (2015). Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansiamelalui Senam Yoga. JORPRES (Jurnal Olahraga Prestasi), 11(2).
Eltrikanawati, T. (2022). Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pola Diet Diabetes Melitus Tipe 2 pada Lansia. Jurnal Endurance, 7(1), 40-47.
International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas 10th edition. Diakses dari: https://diabetesatlas.org/idfawp/resource-files/2021/07/IDF_Atlas_10th_Edition_2021.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan indonesia 2020. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 139.
Lathifah, N. L. (2017). Hubungan durasi penyakit dan kadar gula darah dengan keluhan subyektif penderita diabetes melitus. Jurnal berkala epidemiologi, 5(2), 231-239.
Onwubiko, L. T. (2024). Nursing interventions and roles for elderly patients with type 2 diabetes mellitus: a systematic literature review.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Diakses dari: https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/56766833/DM_Perkeni-libre.pdf?1528645424=&response-content-
Prawirasatra, W. A., Wahyudi, F., & Nugraheni, A. (2017). hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien dalam menjalankan 4 pilar pengelolaan diabetes melitus tipe 2 di puskesmas rowosari. Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal), 6(2), 1341-1360.
Rohanah, R., & Fadilah, L. (2019). Pengaruh edukasi terhadap pengelolaan diabetes lansia di posbindu Kelurahan Karangsari Kota Tangerang tahun 2018. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 6(1), 19-26.
Saputri, D. F., (2021). Asuhan keperawatan lansia ny. I dengan diabetes melitus menggunakan senam kaki untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu. Politeknik Yakpermas Banyumas, (85).
Setianto, A., Maria, L., & Firdaus, A. D. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi kestabilan gula darah penderita diabetes mellitus pada usia dewasa dan lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 12(2), 98-106.
Syahid, Z. M. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan diabetes mellitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(1), 147-155.
World Health Organization. (2016). Global Report On Diabetes. Diakses dari: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/204871/9789241565257_eng.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








