Penyuluhan kesehatan tentang penyakit demam berdarah
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v1i2.46
Demam berdarah Virus Lingkungan Penyuluhan Kesehatan
Abstract
Pendahuluan: Virus Dengue ditemukan di daerah tropik dan sub tropik kebanyakan di wilayah perkotaan dan pinggiran kota di dunia ini Penyakit DBD pertama kali dikenal di Filipina pada tahun 1953. Sedangkan kasus DBD di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1968 dengan jumlah kasus sebanyak 58 penduduk. Hingga pada tahun 2009 terjadi peningkatan jumlah provinsi dan kota yang endemis DBD, dari dua provinsi dan dua kota menjadi 32 provinsi dan 382 kota dengan jumlah kasus 158.912 penduduk. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim dan rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Indonesia dengan jumlah kasus 68.407 tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikan dari tahun 2016 sebanyak 204.171 kasus. Sedangkan perbandingan kasus kematian pada tahun 2017 berjumlah 493 kasus jika dibandingkan tahun 2016 berjumlah 1.598 kasus, kasus ini mengalami penurunan hampir 3 kali lipat.
Tujuan: Agar masyrakat menegetahui tentang penyakit demam berdarah.
Metode: Pembuatan pre planing, persiapan leaflet dan lembar balik untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini menggunakan media lembar balik yang digunakan sebagai sarana dalam mempresentasikan materi dan leaflet yang dapat dibaca dan dibawa pulang untuk oleh peserta penyuluhan. Sigmomanometer untuk mengukur tekanan darah peserta, masker dan hand sainitaizer.
Hasil: Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, lalu dilakukan evaluasi melalui sesi Tanya jawab dengan peserta. Terdapat 3 peserta yang bertanya pada penyuluhan tersebut dan 2 peserta lainnya diberikan pertanyaan oleh penyuluh. Semua peserta dapat memahami, dan menjelaskan sesuai yang telah disampaikan pada saat penyampaian materi.
Downloads
References
Arikunto, S. (2006). ProsedurPenelitianPendekatanPraktek. EdisiRevisi VI. Jakarta: RinekaCipta.
Azwar, S. (2007). SikapManusiaTeori dan Pengukur. Edisikedua. Yokyakarta : Pustaka Pelajar.
Budioro, B. (2002). Pengantar Pendidikan (Penyuluhan) Kesehatan Masyarakat. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.
Candra, A. (2010). Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. ASPIRATOR-Journal of Vector-borne Disease Studies, 2(2).
Darmiastuty, M. (2003). Efektivitas Metode Ceramah Tanya Jawab Dan Simulasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Pencegahan Dini Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Sltp 1 Borobudur Kabupaten Magelang Effectiveness Of Presentation, Questioning—Answering Method (Pqa) And Simulation Method In Increasing Knowledge And Attitude Of Mothers On Early Prevention Drug Abuse Of Adolescence In Sltp I Borobudur, Magelang (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
Fathi, F., Keman, S., & Wahyuni, C. U. (2005). Peran faktor lingkungan dan perilaku terhadap penularan demam berdarah dengue di Kota Mataram. Jurnal kesehatan lingkungan, 2(1).
Ginandra, I. W. (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Sendangmulyo Kabupaten Blora (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Ginanjar, G. (2008). Demam berdarah. PT Mizan Publika.
Kartika, S. (2018). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Dengan Tindakan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Lingkungan Iii Kelurahan Mangga Medan Tuntungan Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup, 3(1), 9-19.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2005). Pencegahan dan PemberantasanDemamBerdarah Dengue Di Indonesia. Jakarta: Depkes RI.
Kusumawardani, E., Arkhaesi, N., & Hardian, H. (2012). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam pencegahan demam berdarah dengue pada anak (Doctoral dissertation, Fakultas Kedokteran).
Muhammad, F., Wardani, D. W. S. R., & Setiawan, G. (2018). Hubungan pengetahuan dan status sosial ekonomi terhadap upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Desa Pajaresuk Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Jurnal Majority, 7(3), 68-72.
Oroh, M. Y., Pinontoan, O. R., & Tuda, J. B. (2020). Faktor Lingkungan, Manusia dan Pelayanan Kesehatan yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(3), 35-46.
Permatasari, D. Y., Ramaningrum, G., & Novitasari, A. (2013). Hubungan status Gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue pada anak. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 2(1).
Riyanto, B. C. (2010). Hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap Ibu rumah tangga dengan kegiatan 3m Demam berdarah dengue di puskesmas Loa Ipuh Kabupaten Kutai Kartanegara (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
Sakti, D. E. (2019). Gambaran Perilaku 3m (Menguras, Menutup, Mengubur) Dan Pemberian Bubuk Abate Pada Penderita Dbd Dalam Rangka Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Way Kandis Kota Bandar Lampung Tahun 2019 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Sari, N. A. (2013). Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Metode Certainty Factor. Pelita Inform. Budi Darma, 4, 100-103.
Sukohar, A. (2014). Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Medula, 2(02).
Umardiono, A., Andriati, A., & Haryono, N. (2018). Peningkatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Untuk Penanggulangan Penyakit Tropis Demam Berdarah Dengue. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 60-67.
Zulaikhah, S. T., & Yusuf, I. (2018). Pengaruh Penyuluhan terhadap Kepadatan Aedes aegypti dalam Pencegahan Demam Berdarah. Kes Mas J Fak Kesehat Masy, 12(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








