Pelatihan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) bagi kader Posyandu sebagai upaya pencegahan stunting
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4359
Edukasi dan pelatihan Kader PMBA Posyandu Teknik konseling
Abstract
Background: Stunting remains a serious public health issue in Indonesia, including in Pesawaran Regency, Lampung. Gerning Village has 11 stunted toddlers and 51 undernourished toddlers out of a total of 171. Infant and Young Child Feeding (IYCF) practices in the village remain suboptimal, with coverage rates of only 43.7% for Early Initiation of Breastfeeding and 40.9% for Exclusive Breastfeeding. Posyandu (Integrated Health Post) volunteers had not previously received training in IYCF counseling, resulting in the counseling station (Step 5) not functioning optimally.
Purpose: To improve the knowledge and skills of Posyandu volunteers regarding IYCF counseling techniques as a stunting prevention measure.
Method: This education and training activity was conducted in June 2026 at the Gerning Village Hall, targeting 30 Posyandu volunteers from six Posyandu units. Participatory education was delivered through interactive lectures, group discussions, demonstrations, and simulations/role-plays using IYCF modules and counseling aids. Participant knowledge improvement was measured using pre- and post-tests consisting of 10 questions on IYCF concepts and counseling techniques. Skills were assessed through observation during role-play sessions. Data were analyzed descriptively to observe changes in participants' knowledge and skill levels.
Results: Participant participation reached 100%. Participants' knowledge scores increased significantly, rising from an average of 62.3 points in the pre-test to 90.1 points in the post-test (an increase of 27.8 points). All 30 volunteers (100%) successfully performed counseling simulations meeting "good" criteria, achieving an average score of 92% across all assessed aspects.
Conclusion: The IYCF (Infant and Young Child Feeding) counseling training conducted for community health volunteers yielded positive results. Enhancing volunteers' knowledge of IYCF concepts and counseling techniques proved highly effective in changing family behaviors regarding the provision of optimal nutrition for child growth and development. Improving the knowledge of these volunteers who serve as the frontline of primary healthcare directly contributes to better service quality and accelerates improvements in public health status.
Suggestion: It is recommended that IYCF counseling training for Posyandu volunteers be conducted on a continuous basis to ensure that counseling knowledge and skills are maintained and further enhanced. Village authorities and community health centers (Puskesmas) are encouraged to support these training activities by providing counseling aids such as flipcharts, posters, or educational materials at every Posyandu.
Keywords: Education and training; Counseling techniques; IYCF; Posyandu; Volunteers
Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Desa Gerning memiliki 11 balita stunting dan 51 balita gizi kurang dari total 171 balita. Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di desa ini masih rendah, dengan cakupan Inisiasi Menyusu Dini hanya 43.7% dan ASI Eksklusif 40.9%. Kader Posyandu belum pernah mendapatkan pelatihan konseling PMBA sehingga meja penyuluhan (langkah 5) tidak berfungsi optimal.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu mengenai teknik konseling PMBA sebagai upaya pencegahan stunting.
Metode: Kegiatan edukasi dan pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2026 di Balai Desa Gerning dengan sasaran 30 kader Posyandu dari 6 Posyandu. Penyuluhan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, dan simulasi/roleplay menggunakan modul dan media konseling. Peningkatan pengetahuan peserta diukur menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari 10 pertanyaan terkait konsep PMBA dan teknik konseling. Keterampilan dinilai melalui observasi selama sesi roleplay. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta.
Hasil: Menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 100%. Nilai pengetahuan partisipan meningkat secara signifikan dari rata-rata nilai 62.3 poin pada pretest menjadi 90.1 poin pada posttest (peningkatan 27.8 poin). Seluruh 30 kader (100%) berhasil melakukan simulasi konseling dengan kriteria baik, dengan rata-rata capaian 92% pada seluruh aspek yang dinilai.
Simpulan: Kegiatan pelatihan konseling PMBA yang dilaksanakan pada kader menunjukkan hasil yang positif. Peningkatan pengetahuan kader mengenai konsep PMBA dan teknik konseling sangat efektif untuk mengubah perilaku keluarga dalam memberikan gizi terbaik bagi tumbuh kembang anak. Peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar secara langsung berkontribusi terhadap perbaikan kualitas pelayanan dan percepatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Saran: Diharapkan kegiatan pelatihan konseling PMBA bagi kader Posyandu untuk dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan konseling dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pihak desa dan puskesmas diharapkan dapat mendukung kegiatan pelatihan dengan menyediakan media informasi konseling, seperti lembar balik, poster, atau materi edukatif di setiap Posyandu.
Downloads
References
Al-Ghiffari, D. F., & Yudha, A. S. (2025). Comparison of client centered and behaviorist approaches in counseling. Feelings: Journal of Counseling and Psychology, 2(1), 83-95.
Arwati, N. L., & Darise, D. S. (2025). Peningkatan pemahaman orang tua melalui pelatihan edukasi gizi dan praktik orang tua dalam pencegahan stunting: Studi kuasi eksperimental di Gorontalo. Jurnal Promotif Preventif, 8(5), 1121-1130.
Aryanti, N., Sari, D., & Kalsum, U. (2024). Edukasi dan pelatihan pemberian makan bayi dan anak dari bahan lokal bagi ibu balita dan ibu hamil. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), 5(2), 453-460.
Bahruddin, S. S. A. (2025). Model literasi kesehatan pencegahan stunting berbasis penghulu pernikahan di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara= Health Literacy Model For Stunting Prevention Based on Wedding Officers in Ternate City North Maluku Province (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Contento, I. R. (2016). Nutrition education: linking research, theory, and practice. New York: Jones & Bartlett. 638-pp.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.). (2015). Health behavior: Theory, research, and practice. John Wiley & Sons.
Juherman, Y. N., Sutrio, S., Mulyani, R., & Wahyuni, E. S. (2022). Analisis kualitatif praktik pemberian makan pada bayi dan anak di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampung. Prepotif J Kesehat Masy, 6(2), 1115-28.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku pemberian makan bayi dan anak (PMBA) untuk kader. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/319
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/
Mahariah, M., Liestary, L., Jayanti, P. D., Nasution, I. S., & Putri, M. A. (2022). The relationship between material knowledge about child nutrition and stunting at the age of 0-5 Years. Journal of Development Research, 6(2), 274-286.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmadi, A., Bertalina, B., Sudarmi, S., & Aprina, A. (2022). Education on nutrition, sanitation, and IYCF to increase mother's knowledge in Lokus Stunting Village (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Siauta, J. A., & Wanti, A. R. (2023). The effect of toddler mother class on increasing mother's knowledge in preventing stunting. International Journal of Midwifery and Health Sciences, 1(3), 274-283.
Sitorus, S. B. M., Parwata, N. M. R. N., & Noya, F. (2021). Pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini stunting. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), 283-287.
Sutrio, S., Juherman, Y. N., & Muliani, U. (2024). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pemberian konseling mp-asi di desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 15-20.
Sutrio, S., Juherman, Y. N., & Mulyani, U. (2022). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pembuatan mp-asi berbahan pangan lokal di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 229-235.
Wati, E., Nika, N., & Masril, M. (2024). Bimbingan karir melalui pendekatan client centered. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 10(2), 211-227.
Yarmaliza, S. K. M., Rahman, S., OT, S., Oktari, R. S., & Sulaiman Yusuf, S. A. K. (2025). Model pencegahan stunting pada balita melalui pendekatan interdependensi dan health belief model (HBM) Berbasis Kearifan Lokal. CV Eureka Media Aksara.
Yusuf, A. M., Nadia, A., Rahmawati, M., Untari, P., Putri, S. I., Alatas, F. Z., & Ehsan, M. F. (2025, March). Implementasi model edukasi gizi berkelanjutan melalui Partisipatory Video pada santri di pondok pesantren Ibnu Aqil, Kabupaten Bogor. In Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) (Vol. 4, No. 1, pp. 222-229).
Yuswatiningsih, E., Wibowo, S. A., Nofalia, I., Maunaturrohmah, A., & Ekawati, D. (2025). Optimalisasi pemenuhan gizi anak usia dini melalui edukasi gizi kepada ibu dengan metode participatory learning and action (PLA). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Keperawatan" Optimal".
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








