Sosialisasi pencegahan penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Satelit Pahoman

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v4i1.406

Authors

  • Al Khairul Rizwan Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Dewa Ayu Neli Elvania Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Mardani Mardani Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Rika Alfian Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Wiwin Mardiani Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Apriyanti Apriyanti Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Yuniarti Yuniarti Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Noprianti Noprianti Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Desi Risna Rita Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Dewi Kusumaningsih Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Setiawati Setiawati Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati
  • Linawati Novikasari Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati

Anak Kesehatan Masyarakat Pneumonia

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Di Indonesia, berdasarkan data pada tahun 2005, sebanyak 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru.

Tujuan: Untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit pneumonia pada anak.

Metode: Penelitian yang dilakukan melalui ceramah dan menggunakan media leaflet mengenai sosialisasi penyakit pneumonia pada anak. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Januari 2024 di Puskesmas Satelit Pahoman, Tanjung Agung Raya. Materi sosialisasi yang diberikan yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan pneumonia. Materi disampaikan selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 5 menit.

Hasil: Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat, sirkulasi udara yang buruk, serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. Sehingga dalam pencegahannya, menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan

Simpulan:  Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis.

 

 

Kata Kunci: Anak; Kesehatan Masyarakat; Pneumonia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dandachi, D., & Rodriguez-Barradas, M. C. (2018). Viral pneumonia: etiologies and treatment. Journal of Investigative Medicine, 66(6), 957-965.

Darmawati, A. T., Sunarsih, E., & Trisnaini, I. (2016). Hubungan faktor kondisi fisik rumah dan perilaku dengan insiden pneumonia pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(1).

Grine, G., Royer, A., Terrer, E., Diallo, O. O., Drancourt, M., & Aboudharam, G. (2019). Tobacco smoking affects the salivary gram-positive bacterial population. Frontiers in public health, 7, 196.

Jayatmi, I., & Imaniyah, E. (2019). Determinan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(01), 18-25.

Jevtić, M., Pantelinac, J., Jovanović-Ilić, T., Petrović, V., Grgić, O., & Blažić, L. (2015). The role of nutrition in caries prevention and maintenance of oral health during pregnancy. Medicinski pregled, 68(11-12), 387-393.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Indonesia Tegaskan Komitmen Pencegahan Pneumonia di Forum Internasional. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/id/indonesia-tegaskan-komitmen-pencegahan-pneumonia-forum-internasional

Khaedir, Y. (2020). Perspektif Sains Pandemi Covid-19: Pendekatan Aspek Virologi Dan Epidemiologi Klinik. Maarif, 15(1), 40-59.

Khasanah, M., Suhartono, S., & Dharminto, D. (2016). Hubungan kondisi lingkungan dalam rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Puring Kabupaten Kebumen. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(5), 27-34.

Long, M. E., Mallampalli, R. K., & Horowitz, J. C. (2022). Pathogenesis of pneumonia and acute lung injury. Clinical Science, 136(10), 747-769.

Mani, C. S. (2018). Acute pneumonia and its complications. Principles and practice of pediatric infectious diseases, 238.

Othman, H. T., Elhamed, W. A. S. A., Hassan, D. M., Soliman, M. S., & Baset, R. W. A. (2016). Respiratory syncytial virus and human metapneumovirus in severe lower respiratory tract infections in children under two. The Journal of Infection in Developing Countries, 10(03), 283-289.

Ratnawati, M., & Arifin, Z. (2015). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Pneumonia Dengan Ketidakefektifan Pola Napas Di Paviliun Cempaka RSUD Jombang. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 1(2).

Safitri, S. Q. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas pamulang tahun 2018 (Bachelor's thesis, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Suci, L. N. (2020). Pendekatan Diagnosis dan Tata Laksana Pneumonia pada Anak. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 3(1), 30-38.

Wulandari, E., & Iskandar, S. (2021). Asuhan Keperawatan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen dengan Postural Drainase Pada Balita Pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu (Doctoral dissertation, STIKes Sapta Bakti).

Yusela, L., Sodik, M. A., & Husada, S. S. M. (2018). Kondisi faktor-faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Jurnal STIKes Surya Mitra Husada, 1-7.

Downloads

Published

28.09.2024