Peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi tentang keputihan fisiologis dan patologis melalui media edukasi leaflet
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4031
Edukasi kesehatan Keputihan Kesehatan reproduksi Perempuan
Abstract
Background: Vaginal discharge is a common reproductive health issue among women, occurring in both physiological and pathological forms. A lack of knowledge regarding the distinction between these two conditions leads many women to regard all forms of discharge as normal, resulting in delayed medical examination and treatment. Observations at the Majelis Sirrul Anwar in Sintang Regency revealed that there are still women unable to distinguish between physiological and pathological discharge or understand proper reproductive hygiene practices.
Purpose: To improve women's knowledge regarding physiological and pathological vaginal discharge through health education using leaflets.
Method: This community service activity was conducted on July 15, 2026, at the Majelis Sirrul Anwar in Sintang Regency, with 45 women participating as respondents. The activity aimed to provide reproductive health knowledge to women regarding the differentiation between physiological and pathological vaginal discharge. Levels of knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Evaluation involved comparing pretest and posttest results to measure improvements in knowledge and understanding, thereby supporting early detection of reproductive health issues.
Results: The findings showed an increase in the participants' average knowledge score from 51.1 points at the pre-test to 87.8 points at the post-test, representing a 71.8% increase. In terms of proportions, the number of respondents with knowledge in the "good" category rose from just 5 (11.1%) before the education session to 38 (84.4%) afterward. Descriptively, the improvement in knowledge also reflected heightened awareness regarding the maintenance of reproductive health and an improved ability to recognize signs of vaginal discharge requiring medical attention.
Conclusion: Health education using leaflets proved effective in enhancing participants' knowledge regarding physiological and pathological vaginal discharge. The activity successfully improved mothers' knowledge about these types of discharge and raised awareness of the importance of maintaining reproductive health.
Suggestion: Respondents are encouraged to apply the knowledge gained in their daily lives—specifically by maintaining reproductive hygiene, recognizing signs of pathological vaginal discharge, and promptly seeking medical attention at a healthcare facility if they experience abnormal symptoms.
Keywords: Health education; Reproductive health; Vaginal discharge; Women
Pendahuluan: Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami perempuan, baik yang bersifat fisiologis maupun patologis. Rendahnya pengetahuan mengenai perbedaan kedua kondisi tersebut menyebabkan banyak perempuan menganggap semua jenis keputihan sebagai kondisi normal sehingga terlambat melakukan pemeriksaan dan penanganan. Berdasarkan hasil observasi di Majelis Sirrul Anwar Kabupaten Sintang, masih ditemukan ibu yang belum mampu membedakan keputihan fisiologis dan patologis serta belum memahami cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang keputihan fisiologis dan patologis melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2026, bertempat di Majelis Sirrul Anwar Kabupaten Sintang. Kegiatan di ikuti oleh 45 orang ibu untuk menjadi responden. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi pada ibu terkait dalam membedakan keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest untuk melihat peningkatan pengetahuan dan pencapaian pemahaman responden dalam menjaga kesehatan reproduksi sebagai upaya melakukan deteksi dini terhadap gangguan pada organ reproduksi perempuan.
Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta dari 51.1 poin pada saat pretest menjadi 87.8 poin pada saat posttest atau mengalami peningkatan sebesar 71.8%. Peningkatan pengetahuan responden secara proporsional menunjukkan sebelum edukasi dilaksanakan sebanyak hanya 5 responden (11.1%) yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik dan menjadi sebanyak 38 responden (84.4%) setelah kegiatan edukasi. Secara deskriptif peningkatan pengetahuan juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi serta kemampuan dalam mengenali tanda-tanda keputihan yang memerlukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Simpulan: Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai keputihan fisiologis dan patologis. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang keputihan fisiologis dan patologis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Saran: Diharapkan kepada responden dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga kebersihan organ reproduksi, mengenali tanda-tanda keputihan patologis, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang tidak normal.
Downloads
References
Afriani, D. (2023). Edukasi Tentang Keputihan (Flour Albus). Penerbit NEM.
Agma, A. R. (2025). Efektivitas edukasi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 23-29.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/473
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id
Kristina, N., Pratiwi, E. N., & Rumiyati, E. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang keputihan (leukhorrea) melalui media booklet terhadap pengetahuan remaja putri di dusun Jambean. Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, 3.
Manuaba, I. A. (2013). Ilmu Kandungan, Penyakit Kandungan, dan KB Untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta: EGC.
Maulida, P. H., Prameswari, V. E., & Khusniyati, E. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dengan terjadinya fluor albus pada santriwati kelas VII di Pondok Pesantren Annuqoyah Kabupaten Sumenep.
Milah, A. S. (2022). Pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan dalam keperawatan. Edu Publisher.
Oktafia, R., & Indriastuti, N. A. (2022). Gerakan peduli sehat reproduksi wanita (GELIS P-SAN) sebagai upaya pemberdayaan deteksi dini kesehatan reproduksi wanita di wilayah Bantul Yogyakarta. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(5), 1443-1449.
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan (Edisi ke-4). PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Diakses dari: https://lib.unika.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=200&bid=48183
Qudratullah, F., Gustiani, R., & Sundari, D. T. (2024). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media e-booklet terhadap pengetahuan akseptor tentang keputihan pada KB suntik. Jurnal kesehatan dan pembangunan, 14(2), 132-142.
Raidanti, D., & Wijayanti, R. (2022). Full efektivitas penyuluhan dengan media promosi leaflet dalam pencegahan kanker serviks.
Seftiani, C. (2024). Analisis hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan genital hygiene dengan pencegahan keputihan patologis pada mahasiswi S1 asrama mahasiswa (ramsis) universitas hasanuddin= analysis of the relationship of knowledge, attitudes, and actions genital hygiene with the prevention of pathological vuciary white for undergraduate students'students'household (RAMSIS) Hasanuddin University (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Siallagan, D., Desmiati, H., Nofita, R., Alamsyah, C. M., & Yana, M. (2025). Hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri: relationship between personal hygiene and the incidence of vaginal discharge in adolescent female. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 8(1), 55-62.
Sutrisno, S., & Sinanto, R. A. (2022). Efektivitas penggunaan lembar balik sebagai media promosi kesehatan: tinjauan sistematis. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 13(1), 1-11.
Wahyuni, W., Fitri, R., & Darussyamsu, R. (2022). Kajian pemanfaatan media pembelajaran leaflet terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi, 5(1), 35-41.
Widayati, A. (2020). Perilaku kesehatan (health behavior): aplikasi teori perilaku untuk promosi kesehatan. Sanata Dharma University Press.
World Health Organization. (2025). Sexually transmitted infections (STIs). Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
World Health Organization. (2026). Sexual and reproductive health and rights. Diakses dari: https://www.who.int/health-topics/sexual-and-reproductive-health-and-rights#tab=tab_1
Wulandari, E. S., Meikawati, P. R., Fitriliana, D. R., Alfi, Z. C. A. Y., Hadina, H., Fatimah, S., & Hadi, A. O. (2024). Keterampilan Dasar Kebidanan. Penerbit Mifandi Mandiri Digital, 1(01).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








