Edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4016

Authors

  • Lienda Wati Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Hadi Kurniawan Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Risna Gizha Aulia Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Duplikasi data pasien Kualitas pelayanan kesehatan Rekam medis Tertib administrasi

Abstract

Background: Patient identity discrepancies such as variations in name spelling, the use of nicknames, or inconsistencies with civil registry documents can increase the risk of medical record number duplication, thereby affecting data quality and the continuity of healthcare services. One preventive measure is to raise public awareness regarding the importance of maintaining accurate and consistent patient identity records.

Purpose: To educate the public on the use of accurate, complete, and consistent identity information to prevent medical record duplication.

Method: A community outreach activity was conducted in Sinar Mulya Village, Banyumas District, Pringsewu Regency, Lampung Province, in January 2026. The activity took the form of an interactive educational session. Thirty-three residents meeting the inclusion criteria participated as respondents. Evaluation was conducted qualitatively by observing participant engagement during the session and their responses during the discussion and Q&A segments, serving as indicators of their involvement and understanding of the material presented.

Results: The results indicate that participants understood the importance of using identity information that matches official documents when accessing healthcare services. Regarding knowledge, respondents gained an understanding of medical records, the concept of medical record number duplication, the consequences of medical record errors, and identity verification procedures in medical record administration. In terms of attitude, respondents gained insight into the importance of maintaining identity consistency with official documents, adhering to administrative data procedures at healthcare facilities, and preventing identity discrepancies to ensure high-quality medical record data.

Conclusion: Community outreach activities focused on educating the public about maintaining accurate patient identity records have provided valuable insights regarding the importance of using identification that matches official documents when accessing healthcare services. These educational efforts have also fostered public awareness regarding the prevention of identity discrepancies—which can lead to duplicate medical record numbers and compromise the continuity of care.

Suggestion: The public is encouraged to consistently maintain accurate patient identity information to help ensure the quality of medical record data. This educational initiative is intended to serve as a starting point and should be implemented on an ongoing basis, involving village authorities and healthcare facilities.

 

Keywords: Administrative accuracy; Healthcare service quality; Medical records; Patient data duplication

 

Pendahuluan: Ketidaksesuaian identitas pasien, seperti perbedaan penulisan nama, penggunaan nama panggilan, atau ketidaksesuaian data pada dokumen kependudukan, dapat meningkatkan risiko terjadinya duplikasi nomor rekam medis yang berdampak pada kualitas data rekam medis dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi identitas pasien.

Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan identitas yang akurat, lengkap, dan konsisten sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada bulan Januari 2026. Kegiatan ini merupakan penyuluhan interaktif. Mendapatkan 33 warga masyarakat yang sesuai kriteria untuk menjadi responden. Evaluasi kegiatan, yang dilakukan secara kualitatif melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama pemberian edukasi berlangsung serta respons peserta pada sesi diskusi dan tanya jawab sebagai indikator keterlibatan dan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Hasil: Menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya penggunaan identitas sesuai dokumen resmi ketika mengakses pelayanan kesehatan. Dalam aspek pengetahuan responden mendapatkan pengetahuan tentang pengertian rekam medis, pengertian duplikasi nomor rekam medis, dampak dari kesalahan rekam medis, dan langkah-langkah verifikasi identitas pada administrasi rekam medis. Sedangkan dalam aspek sikap responden mendapatkan gambaran untuk menjaga identitas yang sesuai dokumen resmi, tertib data administrasi sesuai prosedur di setiap pelayanan kesehatan, dan mencegah ketidaksesuaian identitas terhadap kualitas data rekam medis.

Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan identitas yang sesuai dengan dokumen resmi saat mengakses pelayanan kesehatan. Kegiatan edukasi ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya ketidaksesuaian identitas yang berpotensi menyebabkan duplikasi nomor rekam medis dan berdampak pada kesinambungan pelayanan kesehatan.

Saran: Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku tertib administrasi identitas pasien sebagai upaya menjaga kualitas data rekam medis. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adilya, N., Saras Pertiwi, T. (2025). Analisis pengisian data identitas pasien pada rekam medis elektronik di proses pendaftaran rawat jalan rumah sakit marinir cilandak. In SENWODIPA: Seminar Nasional, Workshop, Diskusi Panel, 1(1), 15-22.

Amnur, A. S., Dewi, D. R., Indawati, L., & Widjaya, L. (2022). Tinjauan duplikasi penomoran rekam medis pasien di rsu bhakti asih tangerang review duplication numbering of medical record patients at rsu bhakti asih tangerang. Jurnal Rekam Medic, 5(1), 18-21.

Andriani, R., Pertiwi, J., Alfitasari, A., Anita Restu Salima, T., & Wijayanti, T. (2025). Variabel dan metadata rekam medis elektronik sebagai standar interoperabilitas data kesehatan di rumah sakit. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), 10(2), 230-239.

Apriyani, R., & Wihasanah. (2022). Tinjauan kelengkapan pengisian formulir rekam medis pasien poli klinik umum rawat jalan di puskesmas. In Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (pp. 151-154).

Ericha, C., Aula Rumana, N., Viatiningsih, W., & Fannya, P. (2023). Gambaran kejadian duplikasi penomoran rekam medis di rumah sakit : literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 878-884.

Harsono, O., & Sugiharto, S. (2020). Representasi kualitas informasi dokumen rekam medis berbasis permenkes ri nomor 269/menkes/per/iii/2008 di klinik pratama surya medika semarang. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 11(2), 54-58.

Madjid, U., Nurrahman, A., & Effendi, R. (2021). Implementasi program kartu identitas anak (kia) di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota batam provinsi kepulauan riau, Jurnal Registratie, 3(1), 41-53.

Marbun, R., Ariyanti, R., & Dea, V. (2021). Peningkatan pengetahun masyarakat terkait pentingnya rekam medis bagi pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 5(1), 163-168.

Mujtahidah, & Istiqamah, N. F. (2025). Permenkes no. 24/2022 dan interoperabilitas rekam medis elektronik, KORSA: Jurnal Kajian Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan, 4(2),114-122.

Nurhasanah, S., Kurnia, N. F., Fadila, N. N, Dwiyanti, W. M., Maulana, E. P., & Lismayanti, L. (2026). Efektivitas edukasi media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat: literature review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Dan Sosial, 4(2), 576–588.

Nurmawati, I., & Arofah, K. (2021). Analisis aspek dukungan organisasi dan manajemen terhadap terjadinya duplikasi nomor rekam medis puskesmas. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(1), 14–20.

Nuryati, T. (2026). Strategi pemberdayaan masyarakat dalam promosi kesehatan: sebuah studi literatur mengenai efektivitas dan dampak berkelanjutan. Jurnal Riset Ilmiah, 5(5), 2892-2897.

Nutbeam, D., & Muscat, D. M. (2021). Health promotion glossary 2021. Health Promotion International, 36(6), 1578–1598.

Permana Putra, F. R., Budi Prasetyo, Agustina Puji Lestari, & Arina Nurul Ihsani. (2025). Efektivitas leaflet dan game edukasi powerpoint terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan obesitas pada remaja. Jurnal Riset Gizi, 13(2), 100–106.

Pratiwi, G. D., Vita Lucya, & Paramitha. (2022). Efektifitas penggunaan media leaflet dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan tuberkulosis: effectiveness of using leaflet media in improving knowledge and attitude toward tuberculosis prevention. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 8(3), 8–13.

Rahmawati, T., Oktaviani, D., & Hidayati, M. (2021). Analisis faktor-faktor penyebab terjadinya duplikasi nomor rekam medis di puskesmas rawat inap tanjungsari. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(7), 875–881.

Rosita, R., & Apriyani, R. (2023). Faktor penyebab terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 4(3), 142–147.

Triyanto, K., Yunengsih, Y., & Susanto, A. (2021). Analisis faktor penyebab terjadinya duplikasi nomor rekam medis di rumah sakit x. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(3), 92-96.

Valentina, V. (2020). Factors causing the duplication of the number of medical record documents in bromo public health center. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(1), 74–79.

Weatherford, E., Grauer, A., Sirochinsky, C., Lehman, I.-F., Thummala, N., Callahan, M., Sittig, D. F., Singh, H., Salmasian, H., Jurgens, M., & Adelman, J. S. (2026). Developing updated and new guidance to promote reliable patient identification. Jamia Open, 9(1), ooaf160.

Downloads

Published

30.08.2026