Edukasi fenomena FoMO dan kecanduan media sosial di kalangan remaja
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.3998
FoMO Kecanduan media sosial Literasi kesehatan Remaja
Abstract
Background: Fear of Missing Out (FoMO) is a psychological condition characterized by excessive anxiety stemming from the feeling of being left out of enjoyable experiences or moments shared by others; this condition is increasingly prevalent among adolescents who use social media intensively. Excessive social media use is associated with disrupted sleep patterns, reduced face-to-face social interaction, and diminished self-confidence resulting from the habit of comparing oneself to others' lives online.
Purpose: To provide knowledge regarding the FoMO phenomenon and raise awareness about social media addiction among adolescents.
Method: This community service activity was conducted on Tuesday, January 14, 2025, at SMA Negeri 12 Makassar, involving 33 student participants. The activity aimed to impart knowledge about FoMO and social media addiction among adolescents. The educational session was interactive, incorporating discussion and Q&A segments, and utilized leaflets and presentation slides. Respondent knowledge levels were assessed using a one-group pretest-posttest design, with questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational activity. Evaluation involved comparing pretest and posttest results to observe improvements in students' knowledge regarding FoMO and social media addiction.
Results: The results showed that the mean age of respondents was 15.18 years, with the majority (25 respondents or 75.8%) being 15 years old. Most respondents were female (24 respondents or 72.7%). Score evaluation indicated an increase in the mean knowledge score from 6.7 points at the pretest to 9.2 points at the posttest, with a Sig. (2-tailed) value of <0.000. There was a significant difference in students' knowledge levels before and after receiving education on FoMO and social media addiction.
Conclusion: The community service activity—consisting of education on the FoMO phenomenon and social media addiction among adolescents—had a positive impact on increasing students' knowledge. Wilcoxon test results demonstrated a significant difference in student knowledge before and after the educational intervention (p-value < 0.000). The activity proved that an educational approach combining leaflets and presentation slides with discussion and Q&A sessions was effective in raising adolescent awareness regarding FoMO and the risks of social media addiction.
Suggestion: It is recommended that schools collaborate with relevant stakeholders to conduct ongoing educational activities. Such efforts aim to enhance knowledge and foster behavioral changes regarding social media usage, enabling students to engage more optimally and wisely with digital information found on social media platforms.
Keywords: Adolescents; FoMO; Health literacy; Social media addiction
Pendahuluan: Fear of Missing Out (FoMO) merupakan kondisi psikologis berupa kecemasan berlebihan karena merasa tertinggal dari pengalaman atau momen menyenangkan yang dibagikan orang lain, dan kondisi ini semakin banyak dijumpai pada remaja yang menggunakan media sosial secara intensif. Penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan dengan gangguan pola tidur, menurunnya interaksi sosial secara langsung, serta menurunnya rasa percaya diri akibat kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di dunia maya.
Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan mengenai fenomena FoMO dan meningkatkan kesadaran dari kecanduan media sosial di kalangan remaja.
Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa 14 Januari 2025 di SMA Negeri 12 Makassar dengan melibatkan 33 siswa sebagai peserta. Sasaran kegiatan adalah memberikan pengetahuan mengenai fenomena FoMO dan kecanduan media sosial pada remaja. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dan diselingi dengan sesi diskusi serta tanya jawab menggunakan leaflet dan slide presentasi. Pengukuran tingkat pengetahuan responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design dengan menggunakan instrumen kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest untuk melihat peningkatan pengetahuan siswa mengenai fenomena FoMO dan kecanduan media sosial.
Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 15.18 tahun dengan mayoritas responden berada di usia 15 tahun yaitu sebanyak 25 responden (75.8%). Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 24 responden (72.7%). Evaluasi skor juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden dari 6.7 poin pada saat pretest menjadi 9.2 poin pada posttest, dan mendapatkan nilai Sig. (2-tailed)<0.000. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai fenomena FoMO dan kecanduan media sosial.
Simpulan: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi mengenai fenomena FoMO kecanduan media sosial di kalangan remaja pada memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasil uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi p-value<0.000. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode penyuluhan menggunakan leaflet dan slide presentasi yang dipadukan dengan sesi diskusi dan tanya jawab efektif dalam membangun kesadaran remaja terhadap fenomena FoMO serta risiko kecanduan media sosial.
Saran: Diharapkan kepada pihak sekolah dengan melakukan kolaborasi pihak terkait untuk melakukan kegiatan edukasi secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam menjaga perubahan perilaku siswa dalam menggunakan media sosial dapat lebih optimal dan bijak dalam menerima informasi digital dari media sosial.
Downloads
References
Arsini, Y., Azzahra, H., Tarigan, K. S., & Azhari, I. (2023). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Mudabbir: Journal Research and Education Studies, 3(2), 50-54.
Aulin, R., & Triana, S. (2024). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental pada remaja. In International Seminar of Islamic Counseling and Education Series Proceeding (Vol. 1, No. 1, pp. 280-287).
Chika, S., & Fahmawati, Z. N. (2024). Pengaruh self control dan fear of missing out (FOMO) terhadap adiksi media sosial pada generasi Z. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 7(2), 449-464.
Haironi, N., & Putra, J. (2024). Dampak perkembangan sosial media terhadap remaja dan masyarakat di daerah Simpangkubu. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(4), 5474-5478.
Harahap, S. Z., Juledi, A. P., Munthe, I. R., Nasution, M., & Irmayani, D. (2023). Penyuluhan etika dan attitude bermedia sosial di usia remaja pada tingkat sekolah menengah atas. Ika Bina En Pabolo: Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 83-93.
Harun, B., Magdalena, M., & Ratnasari, D. (2022). Dampak digital terhadap kesehatan mental remaja di SMA Bawakaraeng. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(2), 61-68.
Kamaly, N., Lestari, P., Attahira, S., & Rosemary, R. (2025). Media sosial dan generasi Z: Antara kesadaran sosial dan fenomena FOMO. Journal of Governance and Public Administration, 2(3), 645-657.
Latief, R. (2024). Analisis dampak perilaku fear of missing out (FoMO) di kalangan pengguna media sosial. Jurnal Al-Irsyad Al-Nafs, 11(1), 31-46.
Mumek, F. J. L., Susanti, A. T., & Suwartiningsih, S. (2024). Analisis perilaku phubbing dan dampaknya terhadap interaksi sosial mahasiswa sosiologi UKSW Salatiga di era digital. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 3299-3312.
Sapriadi, S., Manurung, K. H., Hayati, N., Eirlangga, Y. S., Syaputra, A. E., Rahmadhani, F., & Hasanah, N. (2024). Penyuluhan dampak penggunaan online shop sosial media dan internet terhadap remaja. Journal Of Human And Education (JAHE), 4(6), 1147-1151.
Siregar, L. F. A. P., Suryani, J., Rizky, M., Mukhlis, M., Saputra, F. A., & Putra, H. A. D. (2025). Phubbing: dampak penggunaan ponsel terhadap interaksi sosial di era digital. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(1), 123-135.
Suryani, U., & Yazia, V. (2024). Hubungan tingkat depresi dengan social media addiction pada remaja. Jurnal Keperawatan, 16(2), 783-790.
Syahputra, I. R. B. (2025). Hubungan kecanduan media sosial dengan tingkat depresi, cemas, dan stres pada mahasiswa keperawatan di Malang (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang).
Syahroni, A. (2023). Socialization of prevention of negative impacts of information technology for children: Sosialiasi pencegahan dampak negatif teknologi informasi pada anak. CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement, 3(1), 9-14.
Vebrianti, S., Widyarahmah, D. T., Julyanti, R. R., Nugraha, G. T., Lestaria, N., Hidayat, R. A., & Hamdan, A. (2024). Mengenal dampak dan solusi dari penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(4), 377-382.
Windarto, W. (2023). Literasi digital dalam etika bermedia sosial yang berbudi luhur bagi warga Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Sebatik, 27(1), 201-207.
Yuniat, U. (2019). Komunikasi dan multikulturalisme di era disrupsi: Tantangan dan peluang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








