Penyuluhan kesehatan terapi hipertensi dengan air rebusan daun salam di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i2.399

Authors

  • Umi Romayati Keswara Universitas Malahayati
  • Restiana Cahyani Universitas Malahayati
  • Dina Martiani Universitas Malahayati
  • Liza Ayu Pratiwi Universitas Malahayati
  • Apriyanti Apriyanti Universitas Malahayati
  • Nopriani Nopriani Universitas Malahayati
  • Taufiq Hidayat Universitas Malahayati

Hipertensi Lansia Rebusan daun salam

Abstract

Background: Elderly is a condition where individuals have a high risk of developing degenerative diseases such as Coronary Heart Disease (CHD), hypertension, diabetes mellitus, rheumatism, and cancer. However, most diseases experienced by the elderly are hypertension. Hypertension can be caused by various risk factors that vary such as family history, increasing age in different genders. Men tend to have higher blood pressure at a young age than women. High blood pressure can be treated with non-pharmacological management, one of which is with boiled bay leaves. Bay leaves contain flavonoid compounds, where flavonoids containing quarcertin have an effect as a vasodilator, antipletelet, and antipoliferative and lower blood pressure, the result of oxidation and repair of organs that have been damaged due to hypertension.

Purpose: To provide knowledge and understanding to the public about hypertension therapy using boiled bay leaves.

Method: Community service activities were carried out in Dusun 06 Sukajaya Lempasing, Bandar Lampung City on March 17, 2024. The number of participants was 20 elderly people. Blood pressure measurements using a tensiometer with grouping where normal conditions are if TDS ≤ 120 / 80 mmHg, normal-high = 130-139 / 85-89 mmHg, grade 1 hypertension = 140-159 / 90-99 mmHg, grade 2 hypertension = 160-179 / 100-109 mmHg and hypertension grade TDS ≥ 180 / 110 mmHg. Therapeutic action by drinking boiled bay leaf water ± 60 ml with a frequency of 2x a day before meals for 1 week. Results: Obtaining blood pressure measurement data from respondents before undergoing therapy with boiled bay leaves, the majority were in normal-high conditions, namely 13 (65.0%), while after therapy most were in normal conditions, namely 15 (75.0%).

Conclusion: Bay leaf decoction therapy has an effect in lowering blood pressure in elderly with hypertension. Increasing knowledge of non-pharmacological therapy has an impact on the elderly's self-confidence in controlling their blood pressure.

Suggestion: The community can apply knowledge of bay leaf decoction therapy independently as a control for elderly with hypertension and share knowledge with families, the environment and other areas where the incidence of hypertension is still high but have not received knowledge of bay leaf therapy.

Keywords: Bay leaf decoction; Elderly; Hypertension

Pendahuluan: Lansia adalah  suatu  kondisi  dimana individu  memiliki  risiko  tinggi  terkena  penyakit  yang  degeneratif  seperti  penyakit  jantung Koroner (PJK), hipertensi, diabetes mellitus, rematik, dan kanker. Namun kebanyakan penyakit yang di alami lansia adalah penyakit hipertensi. Hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai  faktor  risiko  yang  bervariasi  seperti riwayat keluarga, pertambahan usia pada jenis kelamin berbeda. Laki-laki cenderung memiliki tekanan  darah  lebih  tinggi  pada  usia muda dibanding  perempuan. Tekanan darah tinggi dapat ditangani dengan penatalaksanaan non farmakologis, salah satunya yaitu dengan rebusan daun salam. Daun salam mengandung senyawa flavonoid, yang mana flavonoid mengandung quarcertin memberikan pengaruh sebagai vasolidator, antipletelet, dan antipoliferative dan menurunkan tekanan darah, hasil dari oksidasi dan perbaikan terhadap organ tubuh yang sudah rusak akibat dari hipertensi.

Tujuan: Memberikan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat tentang terapi hipertensi dengan menggunakan air rebusan daun salam.

Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung pada tanggal 17 Maret 2024. Jumlah peserta sebanyak 20 lansia. Pengukuran tekanan darah menggunakan alat ukur tensimeter dengan pengelompokan dimana kondisi normal bila TDS≤120/80 mmHg, normal-tinggi=130-139/85-89 mmHg, hipertensi derajat 1=140-159/90-99 mmHg, hipertensi derajat 2=160-179/100-109 mmHg dan hipertensi derajat TDS≥180/110 mmHg. Tindakan terapi  dengan minum air rebusan daun salam ±60 ml dengan frekwensi 2x sehari setiap sebelum makan selama 1 minggu.

Hasil: Mendapatkan data pengukuran tekanan darah responden sebelum melakukan terapi dengan rebusan daun salam, mayoritas pada kondisi normal-tinggi yaitu sebanyak 13 (65.0%) sedangkan setelah terapi sebagian besar pada kondisi normal yaitu sebanyak 15 (75.0%).

Simpulan: Terapi rebusan daun salam memiliki pengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.  Meningkatnya pengetahuan terapi nonfarmakologi memberikan dampak kepercayaan diri pada lansia dalam mengendalikan tekanan darahnya.

Saran: Masyarakat dapat menerapkan pengetahuan terapi rebusan daun salam secara mandiri sebagai pengendalian lansia dengan hipertensi dan membagikan pengetahuan kepada keluarga, lingkungan dan wilayah lain dimana masih tinggi angka kejadian hipertensi tetapi belum mendapatkan pengetahuan terapi daun salam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnani, H. (2024). Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Dan Pengendalian Hipertensi Bagi Lansia. Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE), 6(2), 66-75.

Ainurrafiq, A., Risnah, R., & Azhar, M. U. (2019). Terapi non farmakologi dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi: Systematic review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 2(3), 192-199.

Alfaini, M. N., Danismaya, I., & Andriani, R. (2023). Pengaruh Air Rebusan Daun Salam Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Di Desa Cisande. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4536-4543.

Andoko, A., & Pangesti, D. N. (2016). Efektifitas rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Holistik Jurnal Kesehatan, 10(2), 54-60.

Herlinah, L., Wiarsih, W., & Rekawati, E. (2013). Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi. Jurnal Keperawatan Komunitas, 1(2), 108-115.

Hidayat, S., Hasanah, L., & Susantin, D. H. (2018). Pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Wiraraja Medika: Jurnal Kesehatan, 8(2), 14-21.

Lahardo, D. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Untuk Menciptakan Lansia Sehat Dan Mandiri Di Desa Banjararum Kec. Singosari Kab, Malang. Jurnal Humanis (Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro), 6(2), 7-12.

Lorenza, P. E., Hadiyanto, H., & Alamsyah, M. S. (2023). Pengaruh Air Rebusan Daun Sirsak Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Baros Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabum. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4520-4529.

Mawaddah, N. W., Damayanti, E., & Pardilawati, C. Y. (2024). Efektivitas Terapi Non-Farmakologi Pada Pasien Hipertensi. Medical Profession Journal of Lampung, 14(3), 613-616.

Murwani, A., Alfiyanti, N., Hikmawati, A. N., & Mashunatul, A. (2023). Analisis Terapi Rebusan Daun Salam Sebagai Intervensi Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Lansia Dengan Hipertensi.

Ramadani, F. D., & Azizah, U. (2023). Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Lansia Penderita Hipertensi Dengan Nyeri Akut Melalui Penerapan Head Massage Dan Pemberian Rebusan Daun Salam Di Panti Werdha Mojopahit (Doctoral dissertation, Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI).

Siti, R. (2017). Pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di desa Katipugal Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan (Doctoral dissertation, STIKES Bhakti Husada Mulia).

World Health Organization. (2023). Hypertension. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Downloads

Published

25.04.2025