Edukasi penyimpanan obat yang benar untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat di masyarakat
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i5.3800
Edukasi kesehatan Kesehatan masyarakat Obat Penyimpanan obat
Abstract
Background: Storing medicines in conditions that do not meet temperature requirements can compromise their stability, quality, and effectiveness, thereby increasing the risk of therapeutic failure and adverse effects. However, public knowledge regarding temperature-appropriate medicine storage remains limited.
Purpose: To improve public understanding of proper medicine storage practices as a means to enhance medication safety.
Method: This community service activity was conducted on May 28, 2026, from 09:00 to 10:00 WIB in Krajan Hamlet, Kedungputri Village, Ngawi Regency. The organizing team consisted of lecturers and students from STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Forty residents of Krajan Hamlet, Kedungputri Village, Ngawi Regency, participated in the activity. The initiative aimed to educate the community on the importance of storing medicines correctly according to required temperatures. Information was conveyed through lectures, discussions, and question-and-answer sessions. Knowledge levels were assessed using questionnaires administered before (pre-test) and after (post-test) the educational session. Evaluation involved comparing pre-test and post-test scores, with findings presented descriptively to outline the community's understanding of proper medicine storage procedures and their benefits.
Results: The results showed that the mean age of respondents was 36.8 years, with the majority (n=27; 67.5%) falling within the 31–40 age range. All knowledge indicators improved following the educational intervention. The number of respondents demonstrating a "good" level of knowledge increased proportionally from 12 (30.0%) prior to the activity to 36 (90.0%) afterward. The most significant improvements were observed in the understanding that not all medications require refrigeration, the importance of reading storage information on packaging, and the recognition that different medications have specific temperature requirements.
Conclusion: The community outreach activity regarding proper temperature-based medication storage successfully enhanced public knowledge and understanding of the importance of heeding storage temperature information on medication packaging. The greatest gains were seen in the understanding that not all medicines need to be refrigerated and the importance of reading storage instructions before storing medications.
Suggestion: It is recommended that educational activities regarding medication storage be expanded to a wider audience, involving healthcare facilities and village authorities. This would maximize the benefits of medication use and protect the public from adverse effects caused by using medications rendered unsuitable due to improper storage.
Keywords: Health education; Medication; Medication storage; Public health
Pendahuluan: Penyimpanan obat yang tidak sesuai dengan persyaratan suhu dapat menyebabkan penurunan stabilitas, mutu, dan efektivitas obat sehingga meningkatkan risiko kegagalan terapi maupun efek yang tidak diinginkan. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai penyimpanan obat berdasarkan suhu masih terbatas. Tujuan: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyimpanan obat yang benar sebagai upaya meningkatkan keamanan penggunaan obat.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 28 Mei 2026 pukul 09.00-10.00 WIB di Dusun Krajan Desa Kedungputri Kabupaten Ngawi. Tim kegiatan pengabdian ini adalah Dosen dan mahasiswa STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Kegiatan diikuti 40 responden yang merupakan warga masyarakat yang berdomisili di Dusun Krajan Desa Kedungputri Kabupaten Ngawi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya menyimpan obat dengan benar sesuai dengan suhu penyimpanan. Penyuluhan disampaikan melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab. Instrumen dalam penilaian tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan melalui pengkajian skor kuesioner antara pretest dan posttest dan disampaikan secara deskriptif mengenai pemahaman masyarakat tentang tata cara penyimpanan obat dengan benar dan manfaatnya.
Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 36.8 tahun dan sebagian besar responden berada di rentang usia 31-40 tahun yaitu sebanyak 27 responden (67.5%). Seluruh indikator pengetahuan mengalami peningkatan setelah pelaksanaan edukasi. Tingkat pengetahuan responden dalam kategori baik mengalami peningkatan secara proporsional menjadi sebanyak 36 responden (90.0%) dari sebanyak 12 responden (30.0%) sebelum kegiatan edukasi. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman bahwa tidak semua obat harus disimpan di dalam lemari pendingin, pentingnya membaca informasi penyimpanan pada kemasan obat, serta pemahaman bahwa setiap obat memiliki persyaratan suhu penyimpanan yang berbeda.
Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai edukasi penyimpanan obat yang benar berdasarkan suhu penyimpanan berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memperhatikan informasi suhu penyimpanan yang tertera pada kemasan obat. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman bahwa tidak semua obat harus disimpan di dalam kulkas serta pentingnya membaca petunjuk penyimpanan sebelum menyimpan obat.
Saran: Diharapkan untuk kegiatan edukasi mengenai penyimpanan obat dapat dilanjutkan kepada kalangan lebih luas dan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan dan pemerintah desa sehingga manfaat dari penggunaan obat akan lebih efektif dan masyarakat akan terhindar dari dampak buruk akibat menggunakan obat yang tidak layak karena kesalahan dalam penyimpanan.
Downloads
References
Agustikawati, N., & Efendy, R. (2021). Peningkatan pengetahuan swamedikasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan obat di rumah melalui edukasi DAGUSIBU. Journal of Innovation Research and Knowledge, 1(3), 393-398.
Annisa, T. N. (2024). Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat. Bakti Nusantara: Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(1), 19-22.
Firdaus, M. N. A. (2024). Gambaran kesesuaian penyimpanan obat di Puskesmas Wonosobo dan Puskesmas Siring Betik Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus tahun 2024 (doctoral dissertation, poltekkes kemenkes tanjungkarang).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/ farmakope-indonesia-edisi-vi/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2022
Koraag, C. R., Punusingon, A., Pusung, D. M., Sumeleh, M. I., Lintjewas, F., Senduk, C. M., & Kakalang, A. M. (2024). Metode penyuluhan baru: inovasi untuk meningkatkan efektivitas dan partisipasi. Merenda: Jurnal Penyuluh Agama, 1(1), 19-22.
Nasir, N. H., Awaliyah, N., & Juliansyah, R. (2021). Dagusibu education (get, use, save and dispose) medicines in puasana village, north moramo district, south konawe regency. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 2(2), 40-45.
Noviani, L. (2023). Edukasi penyimpanan dan penggunaan obat yang benar pada masyarakat rusun Penjaringan, Jakarta Utara. Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 151-159.
Octavia, D. R., Susanti, I., & Negara, S. B. M. K. (2020). Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan obat yang rasional melalui penyuluhan dagusibu. GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 23-39.
Puspitasari, A. A., & Jamil, A. S. (2025). Penyuluhan penggunaan obat yang benar (dagusibu) dan pengelolaan obat di rumah tangga masyarakat Bumi Mondoroko Raya Malang. AJAD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 441-446.
Putra, R. A., & Sembiring, N. A. B. (2024). Analisis efektivitas metode penyuluhan pada program arurang ngobatan dina pakarangan (ubaran) dengan pendekatan kualitatif. Penyuluhan & Komunikasi Pembangunan Pertanian, 1(2), 46-58.
Rahmi, S., Sari, R. P., & Harahap, N. D. (2025). Sosialisasi pengenalan pendampingan konsumsi obat tradisional dan obat kimia sintetis di Puskesmas Pancur Batu. Jurnal Pengabdian Meambo, 4(1), 96-102.
Rambe, R., Pangondian, A., Husein, S., Athaillah, A., & Khairunnisa, N. A. (2025). Education on the danger of consuming prescriptive medicine for health in Nogo Rejo Village, Galang District, Deli Serdang: Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Setelan untuk Kesehatan di Desa Nogo Rejo Kec Galang Deli Serdang. Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 296-302.
Salsabila, U. H. K. N. (2023). Kesesuaian penyimpanan obat di gudang farmasi Puskesmas Ceper pada bulan Agustus 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Klaten).
Sari, O. M., & Putra, A. M. P. (2022). Edukasi cara penggunaan dan penyimpanan obat rumah tangga yang tepat di Yayasan Ikhwanul Muslimin: health education on the proper use and storage of household medicines at ikhwanul muslimin foundation. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan, 2(4), 66-74.
Sari, P. R., Abdullah, I. W., & Atmajaningtyas, A. T. J. (2026). Edukasi pengenalan golongan obat sebagai upaya pencegahan efek samping obat. JOURNAL of Public Health Concerns, 5(11), 889-895.
Sari, P. R., Rosalina, V., Fu’adah, N. N., & Puspita, S. (2025). Penyuluhan efek samping obat warung di Desa Kedungputri Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI, 3(1), 8-12.
Siswidiasari, A., Wahab, C. S., Yuniarto, P. F., & Probosiwi, N. (2023). Penyuluhan penggunaan obat over the counter (OTC) di Kelurahan Ngampel Kota Kediri. Jurnal Abdi Masyarakat, 7(1), 72-80.
Susanti, R., & Sari, K. (2024). Penyuluhan dapatkan, gunakan, simpan dan buang obat (DAGUSIBU) di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Indonesian Journal Of Community Empowerment (IJCE), 6(2), 173-180.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








