Peningkatan pengetahuan remaja putri tentang manajemen nyeri dismenore melalui terapi kompres air hangat

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i4.3734

Authors

  • Utari Ariyanti Prodi D3 Keperawatan, Universitas Wirahusada Medan
  • Selvia Yolanda Dalimunthe Prodi Administrasi Rumah Sakit, Universitas Wirahusada Medan

Dismenore Kompres air hangat Remaja putri Terapi nonfarmakologis

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a form of menstrual pain frequently experienced by adolescent girls that can interfere with daily activities, academic concentration, and quality of life. Adolescents' limited knowledge regarding dysmenorrhea pain management often leads to inappropriate treatment approaches. Providing education on managing dysmenorrhea pain through warm compresses is crucial, ensuring that adolescents not only understand menstrual pain but are also capable of independently administering appropriate, practical, and safe initial care.

Purpose: To improve young women's knowledge of dysmenorrhea pain management through education and a demonstration of warm water compress therapy (a non-pharmacological approach).

Method: This community service activity was conducted at Universitas Wirahusada Medan in April 2026. The initiative aimed to provide young women with knowledge regarding dysmenorrhea pain management using warm water compress therapy. Thirty female students participated as respondents. Knowledge levels were assessed using questionnaires administered before (pre-test) and after (post-test) the educational session. A descriptive evaluation based on pre-test and post-test results was conducted to observe the improvement in the students' knowledge. In addition to the knowledge assessment, participants were asked to demonstrate the warm water compress therapy steps to directly evaluate their understanding.

Results: The findings showed an increase in respondents' knowledge; prior to the educational activity, the majority of participants (15 individuals or 50.0%) possessed poor knowledge, while only 4 (13.3%) had good knowledge. Following the education, the number of participants with good knowledge rose to 24 (80.0%), and there were no participants with poor knowledge. Additionally, 23 participants (76.7%) were able to perform warm water compress therapy independently, while 7 participants (23.3%) could do so with guidance.

Conclusion: Education and demonstration regarding warm water compress therapy are effective in improving the knowledge and skills of adolescent girls in managing dysmenorrhea pain.

Suggestion: Similar activities should be conducted on an ongoing basis and reach a wider audience so that adolescent girls can manage menstrual pain independently.

Keywords: Adolescent girls; Dysmenorrhea; Non-pharmacological therapy; Warm water compress

Pendahuluan: Dismenore merupakan keluhan nyeri haid yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai manajemen nyeri dismenore menyebabkan penanganan yang dilakukan sering kurang tepat. Edukasi mengenai manajemen nyeri dismenore melalui kompres air hangat penting diberikan agar remaja tidak hanya memahami nyeri haid, tetapi juga mampu melakukan penanganan awal yang tepat, praktis, dan aman secara mandiri

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang manajemen nyeri dismenore melalui edukasi dan demonstrasi terapi nonfarmakologis kompres air hangat.

Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Wirahusada Medan pada bulan April 2026. Sasaran dalam kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang manajemen nyeri dismenore dengan terapi nonfarmakologis kompres air hangat pada remaja putri. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 30 mahasiswi untuk menjadi responden. Pengukuran nilai pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil pretest dan posttest untuk melihat peningkatan pengetahuan mahasiswi sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Selain evaluasi pengetahuan, peserta juga diminta mempraktikkan kembali langkah-langkah terapi kompres air hangat untuk menilai pemahaman mereka secara langsung.

Hasil: Menunjukkan peningkatan pengetahuan responden yaitu sebelum kegiatan edukasi, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (50.0%) dan pengetahuan baik hanya 4 orang (13.3%). Setelah edukasi, peserta dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 24 orang (80.0%) dan tidak ada peserta dengan pengetahuan kurang. Selain itu, 23 peserta (76.7%) mampu melakukan praktik kompres air hangat secara mandiri, sedangkan 7 peserta (23.3%) mampu melakukan dengan arahan.

Simpulan: Edukasi dan demonstrasi terapi kompres air hangat efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam manajemen nyeri dismenore.

Saran: Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan sasaran yang lebih luas agar remaja putri mampu melakukan penanganan nyeri haid secara mandiri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardela, M. P., Nikmah, A. N., Puspita, N. L. M., Fitriasnani, M. E., Dewi, R. K., Awatiszahro, A., & Aminah, S. (2024). Health Education for Adolescent Girls in Overcoming Dismenorhea without Medication. Journal of Community Engagement in Health, 7(2), 268-271.

Armour, M., Parry, K., Manohar, N., Holmes, K., Ferfolja, T., Curry, C., & Smith, C. A. (2019). The prevalence and academic impact of dysmenorrhea in 21,573 young women: a systematic review and meta-analysis. Journal of women's health, 28(8), 1161-1171.

De Sanctis, V., Soliman, A. T., Daar, S., Di Maio, S., Elalaily, R., Fiscina, B., & Kattamis, C. (2020). Prevalence, attitude and practice of self-medication among adolescents and the paradigm of dysmenorrhea self-care management in different countries. Acta Bio Medica: Atenei Parmensis, 91(1), 182.

Dewi, Y. I., & Suci, W. P. (2021). Prevalence of dysmenorrhea among female students at the University of Riau-Indonesia. Enfermeria clinica, 31, 605-608.

Drejza, M., Rylewicz, K., Majcherek, E., Barwińska, J., Łopiński, G., Mizgier, M., & Kędzia, W. (2024). Dysmenorrhea in polish adolescent girls: impact on physical, mental, and social well-being—results from POLKA 18 study. Journal of Clinical Medicine, 13(20), 6286.

Februanti, S., Kartilah, T., Hartono, D., & Aryanti, D. (2020). Adolescent Dismenore Prevalence in West Java, Indonesia: Preliminary Study. Journal of critical reviews, 7(14), 681-684.

Karlinda, B., & Hasanah, O. (2022). Gambaran Intensitas Nyeri, Dampak Aktivitas Belajar, dan Koping Remaja yang Mengalami Dismenore. Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK), 5(2), 128-137.

Lestari, A., & Rokhanawati, D. (2024). Health education affects knowledge in the management of dysmenorrhea in adolescent girls. International Journal of Health Science and Technology, 6(1),

MacGregor, B., Allaire, C., Bedaiwy, M. A., Yong, P. J., & Bougie, O. (2023). Disease burden of dysmenorrhea: impact on life course potential. International journal of women's health, 499-509.

Ní Chéileachair, F., McGuire, B. E., & Durand, H. (2022). Coping with dysmenorrhea: a qualitative analysis of period pain management among students who menstruate. BMC Women's Health, 22(1), 407.

Novitaningsih, A., Putri, M. L., Khasanah, U., Sunarsih, T., & Rahmawati, D. (2024). Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja: Literature Review. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 10(1), 52-58.

Oktaviani, M. M., & Lidiana, E. H. (2023). Penerapan Terapi Kompres Air Hangat Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja di Desa Pilangrejo Boyolali. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 1(4), 29-44.

Pouraliroudbaneh, S., Marino, J., Riggs, E., Saber, A., Jayasinghe, Y., & Peate, M. (2024). Heavy menstrual bleeding and dysmenorrhea in adolescents: a systematic review of self‐management strategies, quality of life, and unmet needs. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 167(1), 16-41.

Putri, N. R., Dewi, K. T., Christiana, M. Y., Inas, N. I. S., Ramadhani, N., & Kusmawati, I. I. (2023). Edukasi dismenorea pada remaja sebagai upaya mengurangi ketidaknyamanan selama menstruasi. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(1), 350.

Saputri, I. N., & Hasibuan, I. E. (2025). The Effect of Warm Water Compresses on the Intensity of Dysmenorrhea Pain Scale Among Adolescents at Nusantara Private Senior High School, Lubuk Pakam. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 8(1), 8-12.

Siahaan, F. K., Sari, U. S. C., & Damayanti, D. F. (2024). The impact of dysmenorrhea on the learning process of adolescent girls. ELECTRON (Journal of Science and Technology), 6(1), 20-25.

Söderman, L., Edlund, M., & Marions, L. (2019). Prevalence and impact of dysmenorrhea in Swedish adolescents. Acta obstetricia et gynecologica Scandinavica, 98(2), 215-221.

Umami, D. A. (2022). The effectiveness of warm compresses in reducing dysmenorrhea pain among adolescent girls: a pre-experimental study in Bengkulu, Indonesia. Journal of Current Health Sciences, 2(2), 81-86.

Widianti, W., Nurazizah, Y. S., Nurkania, V., Fauzi, A., Hidayat, A., Herdiawan, Y., & Roslianti, E. (2021). The effect of warm compress on lowering dysmenorrhea pain. Genius Journal, 2(2), 54-60.

Yuan, D., Liu, Y., Chen, Z., Hu, Z., Li, X., Zhang, W., & Lan, L. (2026). Heat Therapy for Primary Dysmenorrhea: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in Medicine, 12, 1730505.

Zangga, B. Y., Dwihestie, L. K., & Arifah, S. (2023). The therapeutic benefits of warm compresses in alleviating menstrual pain (dysmenorrhea) among young woman. Journal of Public Health Sciences, 2(01), 49-57.

Downloads

Published

30.06.2026