Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i4.3648

Authors

  • Natiqotul Fatkhiyah Prodi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Univ. Bhamada Slawi
  • Yuni Fitriani Prodi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Univ. Bhamada Slawi
  • Sri Tanjung Rejeki Prodi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Univ. Bhamada Slawi
  • Sania Alfatimah Prodi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Univ. Bhamada Slawi
  • Rina Arifiani Prodi S1 Informatika Fakultas Bisnis Sains Teknologi Univ. Bhamada Slawi

Anemia Kepatuhan Pencegahan Remaja Tablet tambah darah

Abstract

Background: Anemia among adolescents remains a public health issue that impacts the quality of human resources, academic achievement, productivity, and future reproductive health. One preventive measure for adolescent girls involves the distribution of blood-supplementing tablets. However, adherence rates for blood-boosting tablets consumption among adolescents remain low due to a lack of knowledge, side effects, and insufficient motivation and environmental support.

Purpose: To improve knowledge and adherence regarding blood-supplementing tablets consumption among adolescents through interactive health education using leaflets and videos.

Method: This community service activity was conducted in May 2026 at Vocational School Hasim Asari in Tarub District, an area served by the Tarub Community Health Center in Tegal Regency. Thirty-two adolescent girls participated as respondents. The activity aimed to provide an understanding of anemia and its prevention among adolescent girls. Assessments of the respondents' knowledge levels and adherence were based on observation and descriptive evaluation regarding their understanding of anemia and its prevention.

Results: The results showed that the majority of respondents experienced an increase in knowledge, covering the definition and causes of anemia, its negative impacts, the role of blood-supplementing tablets in prevention, and the side effects associated with their use. Adherence to blood-supplementing tablets consumption improved after respondents received explanations regarding the benefits of the tablets and ways to mitigate side effects; furthermore, respondents became more motivated to consume the tablets regularly.

Conclusion: Health education regarding anemia and blood-supplementing tablets is highly effective in improving knowledge and adherence to blood-supplementing tablets consumption among adolescent girls. Interactive delivery of material and the use of educational media help enhance participants' understanding and awareness regarding the importance of anemia prevention.

Suggestion: Schools are encouraged to conduct periodic educational activities on anemia. Additionally, health workers and families are expected to carry out routine monitoring and provide support to adolescents to ensure regular blood-supplementing tablets consumption.

Keywords: Adherence; Adolescents; Anemia; Blood-supplementing tablets; Health education; Prevention

Pendahuluan: Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia, prestasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD). Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, efek samping, serta rendahnya motivasi dan dukungan lingkungan.

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD melalui edukasi kesehatan interaktif dengan menggunakan media leaflet dan video pada remaja.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di SMK Hasim Asari Kec.Tarub yang merupakan wilayah kerja UPTD Puskesmas Tarub Kabupaten Tegal. Melibatkan 32 remaja putri untuk menjadi responden. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang anemia dan pencegahannya pada remaja putri. Penilaian tingkat pengetahuan dan kepatuhan responden berdasarkan observasi dan evaluasi secara deskriptif terkait pemahaman responden terhadap anemia dan pencegahannya.

Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan peningkatan pengetahuan yang meliputi pemahaman dari pengertian tentang anemia, penyebab terjadinya anemia, dampak negatif, konsumsi TTD adalah upaya pencegahan anemia, dan efek samping konsumsi TTD. Terdapat peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada responden setelah mendapatkan penjelasan mengenai manfaat TTD dan cara mengurangi efek samping serta responden menjadi lebih termotivasi untuk mengonsumsi TTD secara rutin.

Simpulan: Edukasi kesehatan mengenai anemia dan tablet tambah darah (TTD) sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penyampaian materi secara interaktif serta dukungan media edukasi membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pencegahan anemia.

Saran: Diharapkan kepada pihak sekolah untuk melakukan kegiatan edukasi tentang anemia secara berkala. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan bersama dengan keluarga untuk melakukan monitoring rutin dan memberikan dukungan kepada remaja untuk mengonsumsi TTD secara teratur.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Az-zahra, K., & Kurniasari, R. (2022). Efektivitas pemberian media edukasi gizi yang menarik dan inovatif terhadap pencegahan anemia kepada remaja putri: literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(6), 618-627.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.(2025). Profil Kesehatan Kabupaten Tegal Tahun 2024. Diakses dari: https://drive.google.com/file/d/ 1mwA2h7DljUW87GWHeb_z4Z1vTmXRqbPD/view

Fatkhiyah, N., Kartini, A., Nugraheni, S. A., Margawati, A., & Himawan, F. (2026). Early screening diagnostic test in adolescents with a family history of thalassemia. Physical Therapy Journal of Indonesia, 7(1), 63-69.

Fatkhiyah, N., Kartini, A., Nugraheni, S. A., Margawati, A., & Widiasih, R. (2025). Knowledge and Attitudes Towards Thalassemia Screening Awareness: A Study on Teenagers From Extended Families Affected by Thalassemia. Journal of Neonatal Surgery, 14(4), 163-173.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-remaja-putri-dan-wanita-usia-subur

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Remaja Bebas Anemia: Konsentrasi Belajar Meningkat, Bebas Prestas. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/remaja-bebas-anemia-konsentrasi-belajar-meningkat-bebas-prestasi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2024. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024

Larasati, D. K., Mahmudiono, T., & Atmaka, D. R. (2021). Hubungan pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia defisiensi besi: Literature review. Media Gizi Kesmas, 10(2), 298-306.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: rineka cipta, 193.

Nuraina, V. F., & Sulistyoningsih, H. (2023). Hubungan antara pengetahuan gizi, status gizi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Al-Ishlah Singaparna Tahun 2023. Journal of Midwifery and Public Health, 5(2), 64-82

Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Tasnim, T., Ramdany, R., Manurung, E. I., & Sitanggang, Y. F. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. yayasan kita menulis.

Proverawati, A. (2011). Anemia dan Anemia kehamilan. Yogyakarta: nuha medika, 17.

Rujito, L., Pusparini, I., Lestari, D. W. D., & Mulyanto, J. (2023). Educational intervention to improve knowledge and attitudes about thalassemia premarital screening surveys among Muslim societies: a pilot study in Indonesia. Jurnal Keperawatan Soedirman, 18(1), 30-36.

Sari, P. (2025). Gambaran Pengetahuan, Pola Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 1 Rawajitu Selatan Tahun 2025 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang).

Sari, P., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Fundamental aspects of the development of a model of an integrated health care system for the prevention of iron deficiency anemia among adolescent girls: A qualitative study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(21), 13811.

World Health Organization. (2011). Weekly iron and folic acid supplementation programmes for women of reproductive age: an analysis of best programme practices.

World Health Organization. (2025). Anaemia. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia

Yanniarti, S., Yorita, E., & Efriani, R. (2024). Anemia pada remaja dan cara mengatasinya. Penerbit NEM.

Downloads

Published

30.06.2026