Kegiatan sekolah pranikah adaptif untuk mempersiapkan calon ibu sehat fisik dan mental dalam menghadapi transisi kehamilan
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i4.3638
Calon ibu Kehamilan Kesiapan mental Kesiapan prakonsepsi Sekolah pranikah adaptif
Abstract
Background: The transition toward pregnancy is a sensitive phase for prospective brides, requiring thorough preparation to prevent risks such as stunting, birth defects, and maternal or infant mortality. However, conditions in the field reveal a gap in understanding and low awareness among prospective brides in Karang Hamlet regarding self-screening and meeting preconception nutritional needs.
Purpose: To enhance the physical and mental readiness of prospective brides for pregnancy through adaptive pre-marital education.
Method: The activity was conducted in Karang Hamlet, Singosarean Village, on Saturday, November 18, 2025, at 13:00 WIB. The aim of this community service initiative was to educate prospective brides on pregnancy readiness. The activity involved 40 participants and utilized an interactive counseling approach. Education focused on mental strengthening through stress management training, building confidence in fetal care, and emphasizing the importance of emotional support from family. Questionnaires assessing preconception readiness and perceptions of the counseling session were administered before (pre-test) and after (post-test) the educational activity. Evaluation was carried out by comparing pre-test and post-test scores to provide a descriptive overview of the activity's outcomes.
Results: The study showed that the mean age of respondents was 25.10 years (SD ±5.70 years), with the largest proportion (60.0%) falling within the 21–35 age range. Most respondents were unmarried (70.0%), held a high school education as their highest qualification (75.0%), and were self-employed (37.5%); the majority (55.0%) had previously received pre-marital education. Evaluation results demonstrated the intervention's success, evidenced by a significant increase in the mean preconception readiness score from 2.37 to 2.83 points.
Conclusion: The Adaptive Pre-marital School program proved highly effective in enhancing the physical and mental readiness, as well as the positive clinical perceptions, of prospective mothers. Increased preconception readiness, coupled with high motivation to receive education, yielded positive outcomes and created opportunities to integrate stunting prevention and the promotion of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) within the community.
Suggestion: Future community service programs should implement a longitudinal monitoring scheme to ensure long-term behavioral consistency. Furthermore, educational approaches must be designed to be highly personalized to accommodate the diverse backgrounds and unique characteristics of the respondents.
Keywords: Adaptive pre-marital school; Mental readiness; Preconception readiness; Pregnancy; Prospective mothers
Pendahuluan: Masa transisi menuju kehamilan merupakan fase sensitif bagi calon pengantin wanita yang memerlukan persiapan matang guna mencegah risiko stunting, cacat lahir, hingga kematian ibu dan anak. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman dan rendahnya kesadaran calon pengantin di Padukuhan Karang mengenai skrining mandiri serta pemenuhan gizi prakonsepsi.
Tujuan: Untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon pengantin wanita melalui edukasi pranikah adaptif dalam menghadapi kehamilan.
Metode: Kegiatan dilaksanakan di Padukuhan Karang, Kalurahan Singosarean pada hari Sabtu, 18 November 2025 pukul 13:00 WIB. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kesiapan calon pengantin wanita dalam menghadapi kehamilan. Kegiatan ini melibatkan 40 orang sebagai responden yang dilakukan dengan pendekatan konseling interaktif. Edukasi berfokus pada penguatan mental melalui pelatihan manajemen stres, membangun kepercayaan diri dalam merawat janin, serta menekankan pentingnya dukungan emosional dari keluarga. Kuesioner kesiapan prakonsepsi dan persepsi terhadap kegiatan penyuluhan, diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan dengan melihat peningkatan nilai kuesioner antara pre-test terhadap post-test untuk menggambarkan secara deskriptif dari hasil kegiatan.
Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 25.10 tahun dengan standar deviasi ±5.70 tahun dan sebagian besar responden berada di rentang usia 21–35 tahun yaitu sebesar 60.0%. sebagian besar responden belum menikah yaitu sebesar 70.0%, mayoritas responden memiliki pendidikan terakhir SMA yaitu sebesar 75.0%, sebagian besar responden memiliki profesi sebagai wiraswasta yaitu sebesar 37.5% dan mayoritas responden pernah mendapatkan edukasi pranikah yaitu sebesar 55.0%. Hasil evaluasi menunjukkan adanya keberhasilan intervensi yang ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai kesiapan prakonsepsi secara signifikan dari 2.37 poin menjadi 2.83 poin.
Simpulan: Program Sekolah Pranikah Adaptif terbukti sangat efektif meningkatkan kesiapan fisik, mental, serta persepsi klinis positif calon ibu. Peningkatan kesiapan prakonsepsi dengan motivasi tinggi dalam menerima edukasi juga memberikan dampak positif serta membuka peluang integrasi pencegahan stunting dan penguatan PHBS di masyarakat.
Saran: Pelaksanaan program pengabdian berikutnya perlu menerapkan skema pemantauan longitudinal guna memastikan konsistensi perilaku jangka panjang. Selain itu, pendekatan edukasi wajib dirancang jauh lebih personal untuk merespons tingginya variasi latar belakang serta karakteristik unik para responden
Downloads
References
Abdurrahman, R., Kadarusman, M. A., Fitri, N., Juhaini, N. A. B., Restiany, R., Warsya, V. A., ... & Destiaji, R. (2022). Pemberdayaan masyarakat desa Gunung Malang melalui gerakan masyarakat sadar stunting. Jurnal Pepadu, 3(4), 616-626.
Awatiszahro, A., Setyawati, I., Maretta, M. Y., Veronica, R., & Fitriyani, B. (2024). Pranikah dan prakonsepsi: optimalisasi kesehatan calon pengantin. Nuansa Fajar Cemerlang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. (2024). Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2023. Diakses dari: https://www.scribd.com/document/ 732110115/Profil-Promkes-Kabupaten-Bantul-2024
Djati, S. P. (2023). Manajemen Strategis dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Indonesia Emas Group.
Fahrepi, R., Hamalding, H., & Nurhayati, N. (2025). 1000 Hari Pertama Kehidupan: Strategi Kebijakan Pencegahan Stunting Dari Konsepsi Hingga Balita. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Hartini, L., Widiyanti, D., Maigoda, T. C., Yanniarti, S., & Yulyana, N. (2023). Kehamilan sehat untuk cegah stunting pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Penerbit Nem.
Hasanah, N., & Cahyaningrum, W. (2023). Percepatan Penurunan Stunting, Penting (Peduli Stunting) Kelurahan Tanjung Harapan Nunukan Selatan Kalimantan Utara. Peduli Stunting, 49.
Ijiga, A. C., Enyejo, L. A., Odeyemi, M. O., Olajide, F. I., Olajide, F. I., & Daniel, A. O. (2024). Integrating community-based partnerships for enhanced health outcomes: a collaborative model with healthcare providers, clinics, and pharmacies across the USA. Open Access Research Journal of Biology and Pharmacy, 10(2), 081-104.
Jumrah, J. (2022). Pengaruh Edukasi Maternal Mental Health Dengan Pendekatan Teori Kursi Goyang Keseimbangan Terhadap Efikasi Diri, Stres, Kadar Kortisol Ibu, Adaptasi Nyeri Persalinan Dan Kadar Brain Derived Neurotrophic Factor (Bdnf) Pada Bayi Baru Lahir (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Gizi Ibu di Indonesia: Analisis Lanskap and Rekomendasi. Diakses dari: https://www.unicef.org/indonesia/media/21756/file/Gizi%20Ibu%20di%20Indonesia%20 Analisis%20Landskap%20dan%20Rekomendasi.
Mahayati, N. M. D., Suarniti, N. W., & Armini, N. W. (2023). Optimalisasi Persiapan Kehamilan Sehat Bagi Wanita Usia Subur Melalui Kelas Prakonsepsi. Bhakti Sabha Nusantara, 2(2), 128-
Nypaver, C., & Yeager, A. (2024). Innovations in preconception care: optimizing health for all individuals. Journal of Midwifery & Women's Health, 69(6), 897-905.
Özcan, E., & Temiz, S. (2025). The impact of nursing care based on transition theory on maternal role performance and parental self-efficacy in primiparous women: a randomized controlled study. BMC nursing, 24(1), 377.
Pertiwi, N. A. K., Indraswari, R., & Husodo, B. T. (2021). Perencanaan Kehamilan Sehat Pada Calon Pengantin Perempuan Yang Berniat Menikah Usia Dini Di Kabupaten Semarang Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3),
Rahyani, N. K. Y., Ariyani, N. W., Suindri, N. N., Tirtawati, G. A., Senjaya, A. A., Tedjasulaksana, R., & Ardani, D. K. A. (2026). A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar. Abdimas Kosala: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 1-7.
Sunaeni, S., & Sari, C. A. (2024). Pemberdayaan Remaja dalam Melakukan Skrining Pra Nikah Berbasis Aplikasi di Wilayah Kerja Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(2), 491-500.
Urnia, E. E., & Virawati, D. I. (2024). Pendampingan remaja dalam pencegahan pernikahan usia dini di Desa Bukit Raya tahun 2023. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi, 6(1), 6-10.
Utami, K., Setyawati, I., Soekmawaty, D., & Ariendha, R. (2020). Pengetahuan Dan Sikap Calon Pengantin Perempuan Tentang Persiapan Kesehatan Pranikah Di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat 2018. Hospital Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Mojokerto), 12(2), 23-29.
Yulita, D., Ayudia, F., Ririn, R., & Intani, T. M. (2026). Edukasi Prakonsepsi terhadap Kesiapan Fisik dan Mental Calon Pengantin Wanita dalam Menghadapi Kehamilan di Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Selatan. Jurnal Abdidas, 7(1), 91-97.
Zulaizeh, F. M., Pipitcahyani, T. I., Aini, E. N., & Sholikah, S. M. A. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin Mengenai Kesehatan Pranikah: The Influence Of Health Education On Increasing The Knowledge Of Prospective Brides About Pre-Marital Health. Journal of Midwifery Science and Women's Health, 4(1), 13-22.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








