Edukasi anemia pada remaja dan tata laksana pemberian tablet tambah darah

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i5.3609

Authors

  • Deddy Utomo Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekes Kemenkes Semarang
  • Tinah Purwaningsih Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekes Kemenkes Semarang
  • Ta'adi Ta'adi Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekes Kemenkes Semarang
  • Fatchurrozak Himawan Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekes Kemenkes Semarang

Anemia Remaja Tablet tambah darah Tata laksana pengobatan

Abstract

Background: Anemia remains a major health issue among adolescents in Indonesia, particularly among adolescent girls. Anemia can lead to reduced learning concentration, productivity, and immune function, while also posing risks to future reproductive health. Health education and the provision of iron-folic acid (IFA) tablets are crucial strategies for preventing and managing anemia among adolescents.

Purpose: To improve adolescent knowledge regarding anemia and the administration of iron-folic acid tablets through health education activities.

Method: This community service activity was conducted in Debongkulon Urban Village on Monday, June 15, 2026, with 20 adolescents participating as respondents. The activity focused on empowering adolescents through education and health screening. The procedure prioritized interactive dialogue and active group participation to enhance health literacy regarding anemia prevention. All field observation data were compiled descriptively to provide a comprehensive evaluation of the program's implementation.

Results: The majority of respondents had hemoglobin (Hb) levels within the normal range (75.0%) and Body Mass Index (BMI) values ​​in the normal category (50.0%); regarding knowledge, the majority demonstrated a good level of understanding (70.0%). Improvements in knowledge covered the definition of anemia, recognition of signs and symptoms, associated risks and negative impacts, and understanding of prevention strategies.

Conclusion: Health education regarding anemia and iron (Fe) supplementation protocols effectively increased adolescents' knowledge and can serve as a promotive-preventive strategy to prevent anemia in this age group.

Suggestion: Schools are encouraged to conduct periodic anemia education, while parental support and regular monitoring by health workers are needed to ensure consistent consumption of iron supplements (TTD) among adolescents.

Keywords: Adolescents; Anemia; Iron supplements; Treatment management

Pendahuluan: Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada remaja di Indonesia, terutama remaja putri. Anemia dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, daya tahan tubuh, serta berisiko memengaruhi kesehatan reproduksi di masa mendatang. Edukasi kesehatan dan pemberian tablet tambah darah (TTD) merupakan strategi penting dalam pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja.

Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia serta tata laksana pemberian tablet tambah darah melalui kegiatan edukasi kesehatan.

Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Debongkulon pada hari Senin tanggal 15 Juni 2026 dengan sebanyak 20 remaja sebagai responden. Sasaran kegiatan adalah menitikberatkan pada pemberdayaan remaja melalui edukasi dan skrining kesehatan. Prosedur kegiatan mengedepankan dialog interaktif dan partisipasi aktif kelompok untuk meningkatkan literasi kesehatan terkait pencegahan anemia. Seluruh data hasil observasi lapangan disusun secara deskriptif sebagai bentuk evaluasi komprehensif atas pelaksanaan program.

Hasil: Menunjukkan sebagian besar responden memiliki kadar Hb dalam kategori normal (75.0%), indek masa tubuh responden sebagian besar berada pada kategori normal (50.0%) dan untuk aspek pengetahuan, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (70.0%). Mendapatkan peningkatan pengetahuan meliputi pengertian tentang anemia, memahami tanda dan gejala kejadian anemia, risiko dan dampak negatif dari anemia serta pemahaman tentang upaya pencegahan terjadinya anemia.

Simpulan: Edukasi kesehatan mengenai anemia dan tata laksana pemberian Fe efektif meningkatkan pengetahuan remaja dan dapat menjadi salah satu strategi promotif-preventif dalam upaya pencegahan anemia pada kelompok usia remaja.

Saran: Diharapkan pihak sekolah perlu melaksanakan edukasi anemia secara berkala dan dukungan dari orang tua serta petugas kesehatan perlu melakukan monitoring rutin terhadap konsumsi TTD pada remaja secara teratur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, S. (2001). Prinsip dasar ilmu gizi. Afifah, C. A. N., Ruhana, A., Dini, C. Y., & Pratama, S. A. (2022). Buku ajar gizi dalam daur kehidupan. Deepublish.

Amalia, N. R., Jamil, M. U., Dewi, H. A., & Hidayatulloh, A. I. (2024). Analisis pengetahuan remaja putri tentang anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(1), 311-320.

Ambarwati, P. A. (2025). Hubungan konsumsi suplemen zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri (Studi Di Kelas X SMA Negeri 1 Bluluk Kabupaten Lamongan) (Doctoral dissertation, ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang).

Baliwati, Y. F., Khomsan, A., & Metidwiriani, C. (2019). Pengantar pangan dan gizi.

Damayanti, D. (2019). Gizi dalam daur kehidupan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Diakses dari: https://repository.kemkes. go.id/book/1323

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-remaja-putri-dan-wanita-usia-subur

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: rineka cipta, 193.

Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Tasnim, T., Ramdany, R., Manurung, E. I., & Sitanggang, Y. F. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Yayasan kita menulis.

Proverawati, A. (2011). Anemia dan anemia kehamilan. Yogyakarta: nuha medika, 17.

Putri, U. A. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap anemia dengan pencegahan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 10 Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Qomarrullah, R., Mandosir, Y. M., Mujadi, M., Tammubua, M. H., Suratni, S., Muhammad, R. N., & Widyanto, Z. (2024). Edukasi kesehatan di media sosial bagi mahasiswa Univeritas Terbuka Jayapura. Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 94-102.

Radiance, S., Fransmanto, F., & Khatimah, G. K. (2023). Pemberian tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Serina Abdimas, 1(2), 941-946.

Sari, S. I. P., Harahap, J. R., & Helina, S. (2022). Anemia kehamilan.

Siti, M. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Pondok Pesantren Al Fatah Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Lampung).

World Health Organization. (2018). Weekly iron and folic acid supplementation as an anaemia-prevention strategy in women and adolescent girls. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-18.8

World Health Organization. (2025). Anaemia. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia.

Yanniarti, S., Yorita, E., & Efriani, R. (2024). Anemia pada remaja dan cara mengatasinya. Penerbit NEM.

Downloads

Published

20.07.2026