Penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penyakit menular seksual (PMS)
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i4.3591
Pencegahan Penyakit menular seksual Penyuluhan kesehatan Perilaku sehat Remaja
Abstract
Background: Adolescents are a group vulnerable to various reproductive health issues, including sexually transmitted infections (STIs), due to limited knowledge and exposure to inaccurate information. Health education serves as a promotive and preventive measure to enhance adolescents' understanding of STI prevention.
Purpose: To provide effective health education aimed at increasing adolescents' knowledge and awareness regarding STI prevention.
Method: This community service activity was conducted at KP Vocational high school Baleendah, Bandung Regency, West Java, on February 11, 2026. The activity aimed to impart knowledge and understanding regarding STIs and their prevention among adolescents. Thirty-three students participated as respondents. Knowledge levels were measured using a Google Forms questionnaire administered before (pre-test) and after (post-test) the educational session. The questionnaire covered the definition of STIs, types of STIs, modes of transmission, signs and symptoms, impacts on reproductive health, and prevention strategies. Evaluation involved analyzing questionnaire scores using a one-group pre-test and post-test design to measure changes in respondents' knowledge levels before and after the intervention.
Results: The results showed that the mean age of respondents was 15.9 years (standard deviation ±0.63 years), with the majority (20 respondents or 60.36%) being 16 years old. Regarding gender, there were 12 male respondents (36.4%) and 21 female respondents (63.6%). Knowledge scores prior to the educational activity yielded a mean of 11.03 points (standard deviation ±2.81 points) within a range of 5–15 points, whereas scores following the activity showed a mean of 13.48 points (standard deviation ±1.02 points) within a range of 9–15 points.
Conclusion: The community service activity, consisting of health education on the prevention of sexually transmitted diseases (STDs), successfully increased adolescents' knowledge regarding reproductive health and STD prevention measures. This increased knowledge fostered self-motivation and encouraged the adoption of healthier, more responsible behaviors concerning reproductive health.
Suggestion: Schools are encouraged to integrate reproductive health education into their regular student development programs. Furthermore, future community service initiatives could employ more interactive methods—such as peer education, the establishment of adolescent health cadres, or the use of digital media—to strengthen the sustainability of reproductive health education programs.
Keywords: Adolescents; Healthy behavior; Health education; Prevention; Sexually transmitted diseases
Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi, termasuk penyakit menular seksual (PMS), akibat keterbatasan pengetahuan dan paparan informasi yang kurang tepat. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan PMS.
Tujuan: Untuk memberikan penyuluhan kesehatan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pencegahan PMS.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK KP Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada tanggal 11 Februari 2026. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit menular seksual dan pencegahannya pada remaja. Kegiatan ini melibatkan 33 siswa untuk menjadi responden. Instrumen pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner google forms yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Deskripsi dalam kuesioner meliputi pengertian penyakit menular seksual (PMS), jenis-jenis PMS, cara penularan, tanda dan gejala, dampak terhadap kesehatan reproduksi, serta upaya pencegahannya. Evaluasi dilakukan dengan menganalisa nilai kuesioner menggunakan desain one-group pre-test and post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan responden antara sebelum dan setelah intervensi.
Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 15.9 tahun dengan standar deviasi ±0.63 tahun dan mayoritas responden berusia 16 tahun yaitu sebanyak 20 responden (60.36%). Sedangkan untuk jenis kelamin responden yaitu laki-laki sebanyak 12 responden (36.4%) dan perempuan sebanyak 21 responden (63.6%). Sedangkan untuk skor tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi mendapatkan nilai mean=11.03 poin dengan standar deviasi ±2.81 poin dalam rentang nilai 5-15 poin, sedangkan skor tingkat pengetahuan responden sesudah kegiatan edukasi mendapatkan nilai mean=13.48 poin dengan standar deviasi ±1.02 poin dalam rentang nilai 9-15 poin.
Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit menular seksual (PMS) telah berhasil meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan upaya pencegahan PMS. Peningkatan pengetahuan tentang PMS pada remaja telah memberikan manfaat berupa motivasi diri dan mendorong terbentuknya perilaku yang lebih sehat serta bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Saran: Sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi ke dalam program pembinaan siswa secara berkala. Selain itu, kegiatan pengabdian selanjutnya dapat dikembangkan dengan metode yang lebih interaktif, seperti peer educator, pembentukan kader kesehatan remaja, atau pemanfaatan media digital untuk memperkuat keberlanjutan program edukasi kesehatan reproduksi
Downloads
References
A’yun, E. Q., Hafidzoh, H. S., Nadilah, R. S., & Rahmi, U. Y. (2025). Analisis Model Pembelajaran Direct Instruction dengan Metode Ceramah. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(02), 230-239.
Apriyanti, D., Rusmilawaty, R., Rafidah, R., & Prihatanti, N. R. (2025). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Booklet dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMPN 16 Banjarmasin Tahun 2024. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1467-1477.
Asrul, M., Amaliyah, U., & Asnidar, A. (2025). Peran Mahasiswa Kkn Pendidikan Dalam Meningkatkan Keaktifan Dan Motivasi Belajar Siswa Di Smpn 1 Galesong Selatan. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(06), 2889-2899.
Astuti, N. P. (2024). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Focus Group Discussion (Fgd) Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual (Ims) Di Lokalisasi Gembol Semarang (Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga).
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2018). Survei Demografi danKesehatan Indonesia2017. Diakses dari: https://docu.bkkbndiy.id/wp-content/uploads/2026/06/SDKI-2017-Remaja-Indonesia.pdf
Despita, C. (2023). Efektivitas Pemberian Informasi Melalui Media E-Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Dalam Upaya Mencegah Anemia Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 1 Sungaiselan Tahun 2023 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Johariyah, A., & Mariati, T. (2018). Efektivitas penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan pemberian modul terhadap perubahan pengetahuan remaja. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 4(1), 38-46.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil kesehatan Indonesia tahun 2024. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024
Lestari, S. (2021). Kendala Pembelajaran Daring Pada Remaja Usia 14-17 Tahun, Orang Tua, Dan Guru Di Perdesaan (Studi Kasus Di Desa Pancasila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan).
Melani, M., Prastita, N. P. G., Putri, R. T. D., & Adnani, Q. E. S. (2024). Promosi Kesehatan Remaja dengan Pendekatan KIPK.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2020). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2008). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice. Lippincott Williams & Wilkins.
Rahmatika, S., Akmala, N. Z., Mutiafani, A., Abidah, Q., Fazaira, S. A., Wati, N. R., & Indriyani, Y. (2025). Strategi Promosi Kesehatan: Upaya Menuju Santri Sehat di MAS Simbang Kulon Putri dan Pondok Pesantren Nurul Huda An-Najah Banat. Abdimas Galuh, 7(2), 1408-1416.
Ramadhanti, R. B. (2025). Pengaruh Edukasi Media Video Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Pengetahuan Pencegahan Penyakit Menular Seksual Di Sma Negeri 2 Cileungsi Tahun 2024.
Setianingsih, N., Nurcahyanto, H., & Marom, A. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program karang taruna dalam pembinaan remaja di Kelurahan Tembalang Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 12(3), 516-536.
Suryadinata, A. M. I. (2025). Metode Ceramah Dalam Pendidikan Islam (Keuntungan dan Keterbatasannya). Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3458-3467.
Utami, A. S., & Fidora, I. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 5(2), 73-82.
Villalobos, D. R., Flores, E. A. M., Vazquez, T. T. G., Rodríguez, J. F. M., González, M. G. R., & Rabanal, J. E. A. (2021). Delaying sexual onset: outcome of a comprehensive sexuality education initiative for adolescents in public schools. BMC public health, 21(1), 1439.
World Health Organization. (2025). Sexually transmitted infections (STIs). Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
World Health Organization. (2026). Adolescent Sexual Reproductive Health. Diakses dari: https://www.who.int/southeastasia/activities/adolescent-sexual-reproductive-health
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








