Peningkatan kompetensi motorik mahasiswa dengan pelatihan hands-on simulation dalam evakuasi pasien
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i4.3479
Evakuasi pasien Hands-on simulation Kompetensi motorik Pelatihan
Abstract
Background: Patient evacuation is a critical mobilization procedure in disaster management or medical emergencies. Proficiency in patient evacuation is a fundamental competency that health students must master to minimize the risk of further injury during emergency situations.
Purpose: To enhance students' motor skills in performing safe and effective patient evacuation through the application of a hands-on simulation method.
Method: This activity was conducted on Tuesday, May 12, 2026, from 13:00 to 16:00 WIB at the Emergency Nursing Laboratory, involving 16 health students as participants. The procedure prioritized a hands-on simulation approach featuring interactive dialogue and active group participation, covering essential evacuation topics such as patient safety principles, manual mechanical transfer techniques, and the operation of assistive devices like stretchers. Participants' motor skill competencies were measured using an observation instrument—specifically a procedural assessment checklist—evaluated before (pre-test) and after (post-test) the training, with results presented descriptively.
Results: The findings indicate that prior to the training intervention (pre-test), 12 participants (75.0%) fell into the "sufficient" category, while 4 participants (25.0%) were in the "good" category. Following the training intervention (post-test), the distribution shifted to 2 participants (12.5%) in the "sufficient" category and 14 participants (87.5%) in the "good" category. Regarding knowledge levels and understanding of evacuation safety information, the majority of participants (13 individuals or 81.3%) fell into the "good" category.
Conclusion: Training on patient evacuation techniques for health science students using a hands-on simulation method proved highly effective in strengthening motor and psychomotor competencies. Reinforcing collective understanding of emergency management—combined with direct simulation of tactical actions—contributed significantly to enhancing individual autonomy, precision, confidence, and psychological readiness in managing safety risks during evacuation. The synergy between sound theoretical knowledge and proficiency in preventive actions will have a broad impact on strengthening community emergency response systems.
Suggestion: Participants are encouraged to consistently hone their tactical skills through independent practice and active participation in clinical group discussions to maintain the sharpness of their motor reflexes during evacuations. Educational institutions and the academic community are also urged to actively provide motivation and support by facilitating, encouraging, and guiding students in periodic, structured disaster training activities to prevent the risk of secondary injury to patients.
Keywords: Hands-on simulation; Motor competence; Patient evacuation; Training
Pendahuluan: Evakuasi pasien merupakan tindakan mobilisasi kritis dalam manajemen bencana atau kondisi darurat medis. Keterampilan evakuasi pasien tersebut merupakan kompetensi mendasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa kesehatan guna meminimalkan risiko cedera tambahan saat situasi kejadian darurat.
Tujuan: Untuk meningkatkan kompetensi motorik mahasiswa dalam melakukan evakuasi pasien secara aman dan efektif melalui penerapan metode hands-on simulation.
Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2026 pukul 13:00-16:00 WIB bertempat di Laboratorium Keperawatan Gawat Darurat, dengan melibatkan sebanyak 16 mahasiswa kesehatan sebagai peserta. Prosedur pelaksanaan mengedepankan metode hands-on simulation melalui dialog interaktif dan partisipasi aktif kelompok yang mencakup materi esensial evakuasi, meliputi prinsip keselamatan pasien (patient safety), teknik pemindahan mekanis secara manual, serta pengoperasian alat bantu seperti tandu (stretcher). Parameter kompetensi motorik peserta diukur menggunakan instrumen lembar observasi berupa checklist penilaian tindakan yang dievaluasi sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelatihan, lalu disajikan secara deskriptif.
Hasil: Menunjukkan bahwa kemampuan motorik partisipan sebelum intervensi pelatihan (pre-test) yaitu sebanyak 12 partisipan (75.0%) dalam kategori cukup dan sebanyak 4 partisipan (25.0%) dalam kategori baik. Sedangkan kemampuan motorik partisipan sesudah intervensi pelatihan (post-test) menjadi sebanyak 2 partisipan (12.5%) dalam kategori cukup dan sebanyak 14 partisipan (87.5%) dalam kategori baik. Sedangkan tingkat pengetahuan dan aspek pemahaman terhadap informasi keselamatan evakuasi partisipan, sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 13 partisipan (81.3%).
Simpulan: Kegiatan pelatihan teknik evakuasi pasien pada mahasiswa kesehatan dengan metode hands-on simulation terbukti memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam memperkuat kompetensi motorik dan psikomotorik. Penguatan pemahaman kolektif mengenai tata laksana kegawatdaruratan serta simulasi tindakan taktis secara langsung ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemandirian, ketepatan, kepercayaan diri, dan kesiapan psikologis individu dalam mengelola risiko keselamatan saat evakuasi. Sinergi antara pengetahuan teoritis yang baik dan kemampuan dalam tindakan preventif akan berdampak luas pada penguatan sistem penanggulangan kedaruratan di masyarakat.
Saran: Diharapkan kepada seluruh peserta kegiatan untuk selalu membiasakan diri dan konsisten mengasah keterampilan taktis melalui latihan mandiri dan aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok klinis agar dapat menjaga ketajaman refleks motorik saat evakuasi. Diharapkan juga kepada institusi pendidikan dan civitas akademika untuk aktif berpartisipasi memberikan motivasi dan dukungan dengan memfasilitasi, mengajak, serta membimbing mahasiswa dalam kegiatan pelatihan kebencanaan terstruktur secara berkala demi mencegah risiko cedera sekunder pada pasien.
Downloads
References
Andrianys, I., & Asriadi, A. (2024). Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kasus Perdarahan Bagi Kader Kesehatan Dan Warga Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari, 2(3), 33-38.
Cahyo, F. D., Ihsan, F., Roulita, R., Wijayanti, N., & Mirwanti, R. (2023). Kesiapsiagaan bencana gempa bumi dalam keperawatan: Tinjauan penelitian. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 18(1), 87-94.
Cing, M. T. G. C., Hardiyani, T., & Muzaenah, T. (2023). Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Lingkungan Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(9), 1954-1959.
Darajat, A. M. R., Abidin, I., Khotimah, N. I. H. H., Tambunan, I., & Megawati, S. W. (2024). Edukasi masyarakat dalam menangani luka dan kegawatdaruratan sehari-hari pada anak stunting dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga. JOURNAL of Public Health Concerns, 4(3), 83-88.
Hadi, A. R. (2023). Hubungan Persepsi Risiko Bencana Dengan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Pada Masyarakat Di Kelurahan Meranti Pandak (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
Haerana, B. T., Jamaluddin, A. R., Sadarang, R. A. I., Rachman, I., & Humang, R. I. (2022). Dampak Tsunami Terhadap Kesehatan Mental Anak. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 26-30.
Herlinah, L., Khasanah, U., Syamsir, S. B., & Badriah, S. (2024). The role of community-based nursing interventions on knowledge, self-efficacy, and blood pressure control among elderly people with hypertension. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 6(7), 573-580.
Lutfiya, I., Damayanti, R., Tyas, A. P. M., Dwicahyo, H. B., Rohmah, S., & Ibad, M. (2025). Kegiatan peningkatan pengetahuan dan kemampuan kesiapsiagaan darurat bencana di Pondok Pesantren. JOURNAL of Public Health Concerns, 5(9), 582-590.
Masroni, M., Hermanto, A., & Elsafitra, H. (2024). The Effect of Earthquake Simulation Animation Videos on The Knowledge And Skills of Earthquake Disaster Preparedness in The 5th-Grade Elementary School Klatak Banyuwangi 2023. Professional Health Journal, 6 (1), 273–280. PPPM Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Stikes Banyuwangi, 6(1), 273-280.
Mulyandari, R., & Sumedi, P. P. (2025). Mitigasi Bencana Inklusif: Sosialisasi dan Simulasi Gempa di SLB Bhakti Kencana sebagai Implementasi Sustainability Development Goals (SDG’s). Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2).
Nugrahani, P. S., & Imamah, I. N. (2024). Studi Korelasi Persepsi Risiko Bencana dengan Kesiapsiagaan Banjir pada Masyarakat di Bantaran Sungai Bengawan Solo. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 5(1), 17-25.
Nurfalahi, S. C., & Putra, F. A. (2025). Pengaruh edukasi dengan video animasi getar “gempa tanggap dan responsif” terhadap pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi pada siswa. JOURNAL of Public Health Concerns, 5(5), 234-242.
Nurwahid, A., Novikasari, L., & Setiawati, S. (2026). Psychological preparedness of adolescents for disasters. JOURNAL OF Mental Health Concerns, 4(5), 320-327.
Rahariyani, L. D., Suprihatin, K., Sulystiono, D., & Maziyah, A. (2022). Empowerment Of Santri In Efforts To Prevent Daily Emergency At Sidogiri Islamic Boarding School, Pasuruan, East Java. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal Of Community Engagement), 8(4), 201.
Rohmah, A. I. N., Al Husna, C. H., Maulana, M. H., & Putri, M. (2025). Pendampingan dalam edukasi pertolongan pertama kecelakaan pada remaja tanggap darurat. JOURNAL of Public Health Concerns, 5(6), 327-333.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








