Pengabdian masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat sehat tanpa efek samping dengan olahan toga serai dan jahe

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.317

Authors

  • Agustina Retnaningsih Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Fakultas Ilmu Kesehatan, Univeritas Malahayati Bandar Lampung
  • Karlina Herawati Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Amelia Fransiska Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Mertalia Apriza Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Erina Handayani Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Abdul Aziz Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Jahe Posyandu Serai TOGA

Abstract

Background: Human resource health efforts area tangible manifestation of the community's role in health development, one of which is TOGA (Family Medicinal Plants). TOGA is a home-cultivated plant that has medicinal properties, one example is ginger and lemongrass.

Purpose: This community service aims to provide knowledge as well as information about the TOGA plant, especially the content and benefits of ginger and lemon grass for health.

Method: The method use to cadres and members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District.

Results: From this counseling, the benefits of TOGA were explained, how to plant TOGA, and examples of how to make drinks made from ginger and lemongrass were given to members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District.

Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the community can increase knowledge about family medicinal plants (TOGA) and know the benefits of TOGA.

Keywords: Ginger; Integrated Health Service Center; Lemongrass; TOGA.

Pendahuluan: Upaya Kesehatan bersumber daya manusia merupakan wujud nyata peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, salah satunya adalah dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). TOGA adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, salah satu contohnya adalah jahe dan serai.

Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang tanaman TOGA terutama kandungan dan manfaat dari jahe dan serai untuk kesehatan.

Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan sosialisasi kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara.

Hasil: Dari penyuluhan ini dijelaskan manfaat TOGA, cara menanam TOGA, dan diberikan contoh cara membuat minuman berbahan dasar jahe dan serai kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara.

Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan disimpulkan bahwa, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) serta tahu manfaat dari TOGA.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Duaja, M. D., Kartika E., Mukhlis, F. (2011). Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Wanita dalam Pemanfaatan Pekarangan dengan Tanaman Obat Keuarga (TOGA) di Kecamatan Geragai. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, No. 52. Hal74 –79.

Hendrik, W. G., & Panggabean, E. S. (2013). Pemanfaatan Tumbuhan Serai Wangi (Cymbopogon Nardus (L.) Rendle) Sebagai Antioksidan Alami. Jurnal Kimia Mulawarman. 10(2): 74-79.

Hikmat, A., Zuhud, E. A. M., Sandara, E., Sari, R. K. (2011). Revitalisasi konservasi tumbuhan obat keluarga (TOGA) guna meningkatkan kesehatan dan ekonomi keluarga mandiri di Desa Contoh Lingkar Luar Kampus IPB Darmaniaga Bogor. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.16 (2); 71-80.

Karo-Karo, U. (2010). Pemanfaatan tanaman obat keluarga di Kelurahan Tanah 600, Medan. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 4(5), 195-202.

Nurmala, S., Wiendarlina, I. Y., Z addana, C., & Utami, N. F. (2021). Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK di Griya Katulampa dengan Keterampilan Membuat Minuman Lemon Sereh Jahe Yang Kaya Akan Anti oksidan serta Pembiasaan hidup bersih dan sehat dimasa Pandemi Covid-19. Dharmakarya,10(3).

Pratiwy,A, E., Kusumaningrum, I., Aminullah, A. (2019). Pemanfaatan Ekstrak Rempah Serai Cymbopogon Citratus Terhadap Kandungan Antioksidan Dan Sifat Sensori Produk Dark Chocolate. JurnalPertanian. 10(2): 80-92.

Qamariah,N., Handayani, R., & Novaryatiin, S. (2019). Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Rumah Tangga Dalam Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Ramuan Obat Tradisional. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4 (1), 50–54.

Redi, A. I. W. (2019). Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. Widya Kesehatan, 1 (2), 39–43.

Sari, S.M., & Rasyid, T. A. (2019). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3.

Susanto, A. (2017). Komunikasi Dalam Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (Toga) Di Kecamatan Margadana. Jurnal Para Pemikir, 6 (1), 111–117.

Togatorop, D. M., Nainggolan, R. J., &Lubis, L. M. (2015). Pengaruh Perbandingan Sari Batang Sereh dengan Sari Jahe Dan Konsentrasi Serbuk Gula Aren Terhadap Mutu Serbuk Minuman PenyegarSereh. Jurnal Rekayasa Pangandan Pertanian, 3 (2), 157-163.

Winarti, H. (2010). Kandungan Bahan Aktif Jahe dan Pemanfaatannya Dalam Bidang Kesehatan, Status Teknologi Hasil Penelitian Jahe.

Zakaria, F. R., Susanto, H., & Hartoyo, A. (2010). Pengaruh konsumsi jahe (Zingiber officinale Roscoe) terhadap kadar malonaldehida dan vitamin E plasma pada mahasiswa pesantren Ulil Albaab Kedung Badak, Bogor.

Downloads

Published

13.10.2023