Efektivitas penyuluhan gizi berbasis prinsip B2SA terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi balita
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i2.2730
Balita B2SA Pangan lokal Pemenuhan gizi seimbang Pengetahuan ibu Penyuluhan gizi
Abstract
Background: Indonesia still faces the serious challenge of triple burden malnutrition, particularly in rural areas such as Hajimena Village, South Lampung. Limited access to nutrition information and suboptimal utilization of local foods are major obstacles to toddler feeding practices. The principle of Diverse, Nutritious, Balanced, and Safe Food (B2SA), as outlined in the "Isi Piringku" concept, presents a strategic approach to address this issue.
Purpose: To evaluate the effectiveness of nutrition counseling and the level of maternal knowledge based on the B2SA principle, utilizing the potential of local foods to meet balanced nutrition needs for toddlers.
Method: The activity was conducted on Wednesday, January 21, 2026, at the Cemara Kebun Bibit Integrated Health Post (Posyandu), Hajimena Village, South Lampung Regency. This study used a one-group pre-test and post-test design. A sample of 36 respondents was drawn using a purposive sampling technique in accordance with the following inclusion criteria: mothers with toddlers aged 6–59 months, willing to participate by signing an informed consent, and participating in the entire activity from start to finish. The intervention consisted of a 120-minute nutrition counseling session through interactive lectures, group discussions, and menu preparation demonstrations using local food ingredients. The assessment instrument used a structured questionnaire on B2SA knowledge and “Isi Piringku” (My Plate) consisting of 10 multiple-choice items with a score of 0–100). Measurements were taken before the counseling session (pre-test) and after the counseling session (post-test). In addition to the questionnaire, a participant observation sheet was used to record participant involvement during the intervention. Comparisons of pre-test and post-test scores were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test at a significance level of α=0.05. Percentage changes in knowledge and attitudes were calculated to determine the trend of improvement.
Results: The median level of knowledge of respondents before the counseling session was 9.00, with a range of 2-10 points, and after the counseling session, the median score was 10, with a range of 4-10 points. The statistical test yielded a Z-value of -3.483 with a p-value of 0.001.
Conclusion: The "Isi Piringku" (B2SA)-based nutrition counseling program, utilizing local foods, has been shown to have a positive and significant impact on improving the knowledge of mothers of toddlers. Nutrition education with a participatory, contextual approach, and based on local potential is an effective strategy for accelerating community nutrition improvement.
Suggestion: Mothers of toddlers are encouraged to apply the "Isi Piringku" (B2SA) principles with local foods (cassava, corn, bananas, fish, and moringa leaves). Community health centers (Puskesmas) and the Health Office are recommended to make this counseling model a priority program for stunting reduction, integrated with integrated health posts (Posyandu) and cadre training.
Keywords: B2SA; Balanced nutrition; Local foods; Maternal knowledge; Nutrition counseling; Toddlers
Pendahuluan: Indonesia masih menghadapi tantangan serius berupa beban gizi tiga kali lipat (triple burden malnutrition), terutama di wilayah perdesaan seperti Desa Hajimena, Lampung Selatan. Minimnya akses informasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal menjadi kendala utama dalam praktik pemberian makan balita. Prinsip pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang dituangkan dalam konsep "Isi Piringku" hadir sebagai pendekatan strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan gizi dan tingkat pengetahuan ibu berbasis prinsip B2SA dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi balita.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Posyandu Cemara Kebun Bibit, Desa Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan one group pre-test and post-test design. Mendapatkan sampel sebanyak 36 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi: ibu memiliki balita usia 6–59 bulan, bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Intervensi berupa penyuluhan gizi berdurasi 120 menit melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi penyusunan menu menggunakan bahan pangan lokal. Instrumen penilaian menggunakan kuesioner terstruktur tentang pengetahuan B2SA dan “Isi Piringku” sebanyak 10 item pilihan ganda dengan skor 0–100). Pengukuran dilakukan sebelum penyuluhan (pre-test) dan setelah penyuluhan (post-test). Selain kuesioner, digunakan lembar observasi partisipatif untuk mencatat keterlibatan peserta selama intervensi. Perbandingan skor pre-test dan post-test dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank pada tingkat signifikansi α=0.05. Perubahan persentase pengetahuan dan sikap dihitung untuk melihat kecenderungan peningkatan.
Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum penyuluhan mendapatkan nilai median sebesar 9.00 dengan rentang nilai 2-10 poin dan setelah penyuluhan mendapatkan nilai median sebesar 10 dengan rentang nilai 4-10 poin. Uji statistik mendapatkan nilai Z sebesar -3.483 dengan pValue 0.001.
Simpulan: Program penyuluhan gizi berbasis pendekatan B2SA "Isi Piringku" dengan memanfaatkan pangan lokal terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Edukasi gizi dengan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi efektif dalam percepatan perbaikan gizi masyarakat.
Saran: Ibu balita diharapkan mengaplikasikan prinsip B2SA "Isi Piringku" dengan pangan lokal (singkong, jagung, pisang, ikan, daun kelor). Puskesmas dan Dinas Kesehatan direkomendasikan menjadikan model penyuluhan ini sebagai program prioritas penurunan stunting, terintegrasi dengan Posyandu dan pelatihan kader.
Downloads
References
Annisha, D., & Husna, N. (2024). Edukasi Pemanfaatan Pangan Lokal: Upaya Peningkatan Pengetahuan Kebutuhan Gizi Masyarakat Desa Sangat Tertinggal Kabupaten Bireuen. Jurnal Malikussaleh Mengabdi, 3(2), 225-230.
Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Diakses dari: https://perpustakaan.bappenas.go.id/e-library/file_upload/koleksi/migrasi-data-publikasi/file/RP_RKP/Narasi%20RPJMN%20IV%202020-2024_Revisi%2014%20Agustus %202019.pdf
Bhutta, Z. A., Akseer, N., Keats, E. C., Vaivada, T., Baker, S., Horton, S. E., & Black, R. (2020). How countries can reduce child stunting at scale: lessons from exemplar countries. The American journal of clinical nutrition, 112, 894S-904S.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., De Onis, M., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The lancet, 382(9890), 427-451.
Devriany, A., & Wulandari, D. A. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang †œIsi Piringku†dengan Kejadian Stunting Anak Balita Usia 12-59 Bulan. Jurnal Kesehatan, 12(1), 17-24.
Elviana, M., & Maulida, L. F. (2025). Optimalisasi Pengetahuan Gizi Seimbang Melalui Penyuluhan Isi Piringku Pada Orang Tua Di Posyandu Balita Desa Wironanggan, Sukoharjo. Madani: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(1), 9-19.
Food and Agriculture Organization. (2017). Nutrition-Sensitive Agriculture And Food Systems In Practice Options For Intervention. Food And Agriculture Organization Of The United Nations. Diakses dari: https://openknowledge.fao.org /server/api/core/bitstreams/7055154c-1ac0-494a-a566-a0b1fbae10f9/content
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan menteri kesehatan Republik indonesia Nomor 41 tahun 2014 Tentang Pedoman gizi seimbang. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Download/109856/Permenkes%20Nomor%2041%20Tahun%202014.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Diakses dari: https://layanandata.kemkes. go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Diakses dari: https://layanandata.kemkes. go.id/katalog-data/ski/ketersediaan-data/ski-2023
Maharani, F., Saleh, A. J., & Nurhartanto, A. (2025). Hubungan tingkat stres dengan asupan gizi makro pada mahasiswa masa new normal. JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports, 5(1), 36-46.
Nurbadriyah, M., Hasibuan, R., Khasanah, U., & Mas' ula, L. (2025). Studi Komparatif Pola Makan dan Status Gizi Anak Usia Dini di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan Indonesia. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(7), 7692-7699.
Nurida, L., & Maritasari, D. Y. (2022). Faktor Resiko Kejadian Gizi Kurang Pada Anak Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 3(2).
Octavia, C., & Winarno, E. (2025). Penyuluhan Gizi Seimbang pada Balita di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia. Kesejahteraan Bersama: Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat, 2(1), 191-196.
Posyandu Cemara Kebun Bibit. (2023). Laporan Bulanan Kesehatan Ibu dan Anak. Bandar Lampung: Puskesmas Hajimena.
Pudjirahaju, A., Soelistyorini, D., Mustafa, A., & Kristianto, Y. (2025). Intervensi gizi spesifik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan oleh agen perubahan untuk mencegah stunting, meningkatkan perkembangan dan IQ anak di Kabupaten Trenggalek. Amerta Nutrition, 9(1), 101-108.
Rusady, Y. P. (2024). Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang pada Balita. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(05), 1885-1891.
Sulistiani, I., Arsad, S. F. M., & Ibrahim, S. A. (2025). Edukasi Gizi dan Pencegahan Prediabetes Anak melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Lahumbo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 4(3), 18-25.
Victora, C. G., Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries: variable progress towards an unfinished agenda. The Lancet, 397(10282),
Wirakhmi, I. N., Safitri, M., Purnawan, I., & Azizy, A. W. (2024). Edukasi Pada Ibu Tentang Gizi Seimbang di Posyandu Balita Mugi Sehat Desa Dukuhwaluh. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(5), 406-413.
Wulansari, I., Djuwarno, E. N., & Jafar, C. P. S. H. (2025). Pemberdayaan Ibu dan Keluarga melalui Makanan Tradisional untuk Menurunkan Risiko Stunting di Desa Pangeya. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








