Optimalisasi pengetahuan pola hidup sehat melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS)
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i1.2692
Gerakan masyarakat hidup sehat Pencegahan Penyakit tidak menular Promosi kesehatan
Abstract
Background: Non-communicable diseases (NCDs) remain a major global public health challenge. Each year, approximately 41 million deaths, or nearly three-quarters of all global deaths, are caused by NCDs. Of these, approximately 17 million occur in people under 70 years of age, with the majority of cases (86%) occurring in low- and middle-income countries. This situation demands the strengthening of sustainable promotive and preventive strategies, one of which is through the implementation of the Healthy Living Community Movement.
Purpose: Health promotion to increase knowledge, awareness, and community involvement in NCD prevention through the implementation of the Healthy Living Community Movement at the community level.
Method: Community service was conducted at the Volleyball Court of RT 03, Sumbergamol Hamlet, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta, involving 97 participants consisting of adolescents, fertile couples, and the elderly. The series of activities included joint physical activities such as healthy walks and exercise, free health check-ups for early detection, and education on the importance of consuming fruits and vegetables as part of a healthy lifestyle.
Results: Observations showed an increase in core strength, improved joint and body mobility, participants were able to perform movements with balance and good coordination, and improved respiratory and circulatory systems. Most participants were able to follow the exercise movements correctly. The majority understood the importance of exercise for maintaining endurance and were motivated to develop healthy lifestyle habits consistently and independently.
Conclusion: The community service program, focusing on the Healthy Living Community Movement, yielded positive results in increasing community awareness and participation in efforts to consistently and independently maintain and improve health. This activity also increased community knowledge about the importance of regular physical activity and daily consumption of fruits and vegetables for health.
Suggestion: Empowerment of health cadres and community leaders, as well as synergy between village governments, health care facilities, educational institutions, and community organizations are expected to be the primary drivers in educating and motivating the public about adopting a healthy lifestyle. It is also hoped that with a shared commitment and strengthened cross-sector collaboration, the implementation of the Healthy Living Community Movement will have a broader and more sustainable impact on improving public health.
Keywords: Health promotion; Healthy living community movement; Non-communicable diseases; Prevention
Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di tingkat global. Setiap tahun, sekitar 41 juta kematian atau hampir tiga perempat dari total kematian dunia disebabkan oleh PTM. Dari jumlah tersebut, sekitar 17 juta kematian terjadi pada usia kurang dari 70 tahun, dengan sebagian besar kasus (86%) ditemukan di negara berpendapatan rendah dan menengah. Kondisi ini menuntut penguatan strategi promotif dan preventif yang berkesinambungan, salah satunya melalui implementasi gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS).
Tujuan: Promosi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan PTM melalui penerapan GERMAS di tingkat komunitas.
Metode: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Lapangan Voli RT 03 Dusun Sumbergamol, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta, dengan melibatkan 97 peserta yang terdiri atas remaja, pasangan usia subur, dan lansia. Rangkaian kegiatan meliputi aktivitas fisik bersama berupa jalan sehat dan senam, pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini, serta penyuluhan mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Hasil: Berdasarkan pengamatan, menunjukkan terdapat peningkatan kekuatan inti tubuh, peningkatan kemampuan gerak sendi dan tubuh, peserta mampu melakukan gerakan dengan seimbang dan koordinasi yang baik, perbaikan sistem pernapasan dan peredaran darah. Sebagian besar peserta mampu mengikuti gerakan senam dengan benar. Mayoritas peserta memahami pentingnya olahraga untuk menjaga daya tahan tubuh dan termotivasi untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten dan mandiri.
Simpulan: Program pengabdian masyarakat dengan fokus pada gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) memberikan hasil yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan secara konsisten dan mandiri. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya aktifitas fisik yang teratur dan mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari terhadap kesehatan.
Saran: Diharapkan, pemberdayaan kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta sinergi antara pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan sebagai penggerak utama dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat mengenai penerapan pola hidup sehat. Diharapkan juga dengan komitmen bersama dan penguatan kolaborasi lintas sektor, implementasi GERMAS diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Abdi, S., Smith, A. M. A., Sarkadi, A., Fazel, M., Ellis, B. H., Gillespie, S., & Betancourt, T. S. (2023). Promoting positive development among refugee adolescents. Journal of Research on Adolescence, 33(4), 1064-1084.
Aprilia, D., Al Jihad, M. N., & Aisah, S. (2023). Penerapan balance exercise untuk menurunkan resiko jatuh pada lansia. Holistic NCA, 3(1), 17-
Arifah, A., Abdussamad, Z., & Igirisa, I. (2023). Implementasi Kebijakan Program Germas Di Era Pandemi Covid-19. Normalita (Jurnal Pendidikan), 11(2).
Cahyani, D. I., Kartasurya, M. I., & Rahfiludin, M. Z. (2020). Gerakan masyarakat hidup sehat dalam perspektif implementasi kebijakan (studi kualitatif). JKM Indonesia, 15(1), 10-18.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior. Theory, research, and practice, 5.
Johnson, D. H., Osman, F., Bean, J., Stevens, L., Shirley, D., Keating, J. A., & Safdar, N. (2021). Barriers and facilitators to influenza-like illness absenteeism among healthcare workers in a tertiary-care healthcare system, 2017–2018 influenza season. Infection Control & Hospital Epidemiology, 42(10), 1198-1205.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Menkes: Kesehatan Harus Dijaga Melalui Gaya Hidup Sehat dan Ikut JKN. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/18855
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Germas-Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/germas-gerakan-masyarakat-hidup-sehat
Manangkot, M. V., Sukawana, I. W., & Witarsa, I. M. S. (2016). Pengaruh senam lansia terhadap keseimbangan tubuh pada lansia di lingkungan Dajan Bingin Sading. J Keperawatan Community of Publishing Nursing, 4(1), 24-7.
Muladi, A., Alartha, A. G., & Resti, F. E. (2022). Pengaruh balance exercise terhadap tingkat keseimbangan postural dalam menurunkan resiko jatuh pada lansia. Intan Husada: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 10(02), 145-154.
Nursalamah, M., Giyanto, B., & Sutrisno, E. (2021). Analisis implementasi gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Kabupaten Lebak. Jurnal Pembangunan Dan Administrasi Publik.
Saragi, A. R., & Sinaga, J. P. (2020). Analisis Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Dengan Organisasi Perangkat Daerah (Opd) Di Kec. Siantar Barat Kota Pematangsiantar Tahun 2020. Diakses dari: https://ejournal.delihusada.ac.id/ejournal/index.php/JIKM/article/view/409
Segita, R., Febriani, Y., & Adenikheir, A. (2021). Pengaruh Pemberian Otago Exercise Programme Terhadap Keseimbangan Dinamis Pada Lansia. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 6(2), 337-348. Diakses dari: https://publikasi.lldikti10.id/index.php/ endurance/article/download/285/184/1751
Supriyono, E. (2015). Aktifitas Fisik Keseimbangan Guna Mengurangiresiko Jatuh pada Lansia. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 11(2).
Utami, R. F., & Syah, I. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keseimbangan Lansia. Jurnal Endurance, 7(1), 23-30.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








