Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebagai penambahan zat besi untuk balita usia (6 – 24 bulan) dan pencegahannya terhadap stunting
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v3i2.261
MP-ASI Nutrisi Stunting
Abstract
Background: Complementary food for breast milk (MP-ASI) is additional food given to infants after the age of 6 to 24 months, in order to meet nutrition other than breast milk. At this age, babies need more nutrition.
Purpose: This counseling aims to provide knowledge regarding good complementary foods and the substances needed for babies. This is done because breast milk is no longer able to meet the baby's needs continuously.
Method: The method used is by conducting educational outreach to the people of Pidada Village, Panjang District. This counseling is specifically for breastfeeding mothers who have toddlers aged 6-24 months.
Results: From this counseling, various kinds of complementary foods and drinks were explained. Also given the ways of manufacture of the advantages of these products. Giving MP-ASI starting from the age of 6 months helps your little one to recognize foods other than breast milk. If your child is familiar with food at the right age, he also tends to be more receptive to foods other than breast milk.
Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the community can increase their understanding of giving MP-ASI to toddlers aged 6-24 months and not giving MP-ASI too early (less than 4 months) because there will be a risk of stunting.
Keywords: Complementary Feeding; Nutrition; Stunting.
Pendahuluan: Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan tambahan yang diberikan terhadap bayi setelah berusia 6 sampai berusia 24 bulan, guna memenuhi gizi selain dari ASI. Pada usia tersebut bayi lebih membutuhkan banyak gizi.
Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait makanan pendamping ASI yang baik serta zat-zat yang diperlukan bagi bayi. Hal ini dilakukan karena ASI sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi secara terus-menerus.
Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan penyuluhan edukasi terhadap masyarakat Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang. Penyuluhan ini dikhususkan bagi para ibu menyusui yang memiliki balita berusia 6-24 bulan.
Hasil: Dari penyuluhan ini dijelaskan macam-macam makanan dan minuman pendamping ASI. Diberikan pula cara-cara pembuatannya dari kelebihan produk tersebut. Pemberian MP-ASI mulai dari usia 6 bulan membantu si kecil untuk mengenal makanan selain ASI. Jika si kecil sudah mengenal makanan di usia yang tepat, ia juga cenderung lebih mudah menerima makanan selain ASI.
Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai pemberian MP-ASI pada balita yang berusi 6-24 bulan dan tidak memberi MP-ASI terlalu dini (kurang dari 4bulan) karena akan berisiko terjadi nya Stunting.
Downloads
References
Aridiyah, F., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan [ The Factors 84 Affecting Stunting on Toddlers in Rural an Urban Areas). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 163-170.
Aryani, D., Krismasary, A., & Simanjuntak, B. Y. (2021). Pemberian Makanan Pendamping ASI dan Keragaman Konsumsi Sumber Vitamin A Dan Zat Besi Usia 6-23 Bulan di Provinsi Bengkulu ( Analisis Data SDKI 2017). Journal of Nutrition College, 164-171.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2017). Buku saku desa dalam penanganan stunting. Jakarta. Diakses dari: https://siha.kemkes.go.id/portal/files_upload/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Tutik, & Sugiyanto. (2021). Penyuluhan Daun Pepaya Sebagai Obat Penurun Tekanan Darah Pada Lansia Di Posyandu Lansia PUSKESMAS GadingRejo Pringsewu. Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati, 01.
Wahdah, S., Juffrie, M., & Huriyati, E. (2015). Faktor Risiko Kejadian Stuting Pada Anak Umur 6-36 Bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Siat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jurnal Gizi dan Dietik Indonesia, 119-130.
World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. Diakses dari: https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








