Sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) dalam upaya pencegahan stunting

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v3i1.258

Authors

  • Robby Candra Purnama Program Studi D3 Analisis Farmasi Dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Bandar Lampung
  • Dewi Lutfianawati Program Studi D3 Analisis Farmasi Dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Bandar Lampung
  • Isnaini Luqi Nira Program Studi D3 Analisis Farmasi Dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Bandar Lampung
  • Wayan Ayu Novalia D3 Analisis Farmasi Dan Makanan, Universitas Malahayati
  • Yolanda Anisa Kadil Putri Program Studi D3 Analisis Farmasi Dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Bandar Lampung

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pencegahan Stunting Sari Kacang Hijau

Abstract

Background: After the age of 6 months the baby is started to be given Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food that is easy to consume and digest by babies. MP ASI given must provide additional nutrition to meet the nutritional needs of a growing baby. Although breast milk is the best food for babies, babies >6 months old need more vitamins, minerals, protein, and carbohydrates. This high nutritional need cannot only be obtained from breast milk, but also requires additional complementary foods. One type of complementary food for breastfeeding (MP-ASI) that can be given by infants and toddlers is green bean juice.

Purpose: To increase respondents' knowledge about the benefits and processing of mung bean juice as complementary food for breast milk (MP-ASI) for infants and toddlers.

Method: In this counseling using demonstration and lecture methods.

Results: Respondents can know and understand the benefits of mung bean juice and can make their own mung bean juice as complementary food for breast milk (MP-ASI) for infants and toddlers to prevent stunting.

Conclusion: Respondents can know and understand the benefits of mung bean juice and can make their own mung bean juice as complementary food for breast milk (MP-ASI) for infants and toddlers to prevent stunting.

Keywords: Complementary Foods for Breastfeeding; Green Bean Extract;  Prevention of Stunting

Pendahuluan: Setelah berusia 6 bulan bayi mulai di berikan Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. MP ASI yang diberikan harus menyediakan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang bertumbuh. Walaupun ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, bayi berusia >6 bulan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat. Kebutuhan gizi yang tinggi ini tidak bisa hanya didapatkan dari ASI, tetapi juga membutuhkan tambahan dari makanan pendamping ASI. Salah satu jenis makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bisa diberikan oleh bayi dan balita yakni sari kacang hijau.

Tujuan: Meningkatkan pengetahuan responden tentang manfaat dan pengolahan sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi dan balita.

Metode: Dalam penyuluhan ini menggunakan metode demonstrasi dan ceramah.

Hasil: Responden dapat mengetahui dan memahami manfaat sari kacang hijau serta dapat membuat sendiri sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi dan balita guna pencegahan stunting.

Simpulan: Responden dapat mengetahui dan memahami manfaat sari kacang hijau serta dapat membuat sendiri sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi dan balita guna pencegahan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarwati, A., & Raharjo, S. T. (2018). Prinsip Kepemimpinan Character of A Leader pada Era Generasi Milenial. PHILANTHROPY: Journal of Psychology, 2(2), 114-127.

Depatemen Kesehatan Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 23 tahun 2005 Tentang Kesehatan; Jakarta; Hal 1. Fisioterapi Indonesia; Jakarta

Depatemen Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009. JAKARTA: Kementrian Kesehatan RI.

Kholisotin, K., Munir, Z., & Astutik, L. Y. (2015). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Primipara Di RSIA Srikandi IBI. Jurnal Keperawatan Profesional, 7(2), 15-27.

Maryunani A. (2018). Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Nugroho, T. (2011). ASI dan Tumor Payudara. Yogyakarta: Nuha Medika .

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_20 18/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf

Suryani, N., Noviana, N., & Libri, O. (2020). Hubungan status gizi, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(2), 100-107.

Villalba Breva, S., Martín Closas, C., Marmi, J., Gómez, B., & Fernández Marrón, M. T. (2012). Peat-forming plants in the Maastrichtian coals of the Eastern Pyrenees.

World Health Organization. (2020). Coronavirus confirmed as pandemic by World Health Organization. Retrieved from https://www.bbc.com/news/world-51839944.

Downloads

Published

04.09.2023