Penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v3i1.256

Authors

  • Teguh Pribadi Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati
  • Umi Romayati Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati
  • Aryanti Wardiyah Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Ria Mu’alifah Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati
  • Riri Anjeli Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati
  • Kiki Erlita Ananda Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati

Balita Gizi Seimbang Status Gizi

Abstract

Introduction: One of the causes of malnutrition and stunting is the behavior and practice of parents in giving food to infants and toddlers that are not good. Good nutritional status of toddlers plays an important role for growth and development, especially during the golden period in the first five years. The results of nutritional status monitoring (PSG) in 2017 in Indonesia showed the prevalence of stunting for toddlers was 27.5%, underweight toddlers 8.0%, very thin toddlers 3.1%, underweight toddlers 22.8% and undernourished toddlers as much as 17.8%.

Purpose: To increase mother’s knowledge about the nutritional status of toddlers so that they can reduce the incidence of malnutrition or less than normal toddlers.

Method: The method used in this health education is carried out in several stages. The first stage is PSIK students explain about balanced nutrition in infants and toddlers using leaflets and the second after being given public education (respondents) are given a question and answer session about balanced nutrition in infants and toddlers.

Results: Respondents (Community) can understand and apply balanced nutrition for infants and toddlers.

Conclusion: Respondents (Community) can know and apply the balanced nutrition that should be given to infants and toddlers.

Keywords: Balanced Nutrition; Nutritional Status; Toddler

Pendahuluan: Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan stunting yaitu perilaku dan praktek orang tua dalam pemberian makanan pada bayi dan anak yang kurang baik. Status gizi balita yang baik sangat memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden period di lima tahun pertama. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2017 di Indonesia menunjukkan prevalensi stunting balita sebesar 27,5%, balita kurus 8,0%, balita sangat kurus 3,1%, balita risiko kurus 22,8% dan balita dengan gizi kurang sebanyak 17,8%.

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang dari normal.

Metode: Metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini yaitu dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama yaitu mahasiswa PSIK menjelaskan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita menggunakan lembar leaflet dan yang kedua setelah diberikan penyuluhan, masyarakat (responden) diberikan sesi tanya jawab tentang gizi seimbang pada bayi dan balita.

Hasil: Responden (Masyarakat) bisa memahami dan menerapkan tentang gizi seimbang bagi bayi dan balita.

Simpulan: Responden (Masyarakat) bisa mengetahui dan menerapkan tentang gizi seimbang yang harus diberikan bagi bayi dan balita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Kencana, Jakarta.

Anindita, P. (2012) ‘Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Kecukupan Protein & Zinc dengan Stunting (Pendek) pada Balita Usia 6-35 Bulan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang’, Jurnal Kesehatan Masyaakat, 1(2), pp.617–626.

Gibney, M. J., Margetts, B. M., Kearney, J. M., & Arab, L. (Eds.). (2013). Public health nutrition. John Wiley & Sons.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan tatalaksana balita gizi buruk pada masa andemi Covid-19. Diakses dari: https://gizikia.kemkes.go.id/assets/file/pedoman/booklet-gizi-buruk.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Puspasari, N., & Andriani, M. (2017). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan asupan makan balita dengan status gizi balita (BB/U) usia 12-24 bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 369-378. https://doi.org/10.20473/amnt.v1.i4.2017.369-378

Sari, S. A., Widardo, W., & Cahyanto, E. B. (2019). Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pola Makan Balita Di Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, 7(1), 1. https://doi.org/10.20961/placentum.v7i1.25684

Utaminingtyas, F. (2020). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Pada Balita Di Kelurahan Tingkir Lor, Kota Salatiga. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 7(1), 171-184. https://doi.org/10.36743/medikes. v7i1.218

Yuneta, A. E. N., Hardiningsih, H., & Yunita, F. A. (2019). Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita di kelurahan wonorejo kabupaten karanganyar. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 7(1), 8-13.. https://doi.org/10.20961/placentu m.v7i1.26390

Downloads

Published

18.08.2023