Edukasi perawatan kaki sebagai upaya pencegahan luka pada penderita diabetes melitus
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i12.2498
Diabetes melitus Edukasi kesehatan Luka diabetik Perawatan kaki Perilaku pencegahan
Abstract
Background: Management of diabetes mellitus requires not only pharmacological treatment but also family support. Foot care is one way to prevent neuropathy. Diabetic foot ulcers are a complication of uncontrolled diabetes mellitus. These ulcers can occur due to poor glycemic control, neuropathy, and peripheral vascular disease, as well as inadequate foot wound care. To prevent ulcers and improve the quality of life for people with diabetes mellitus, the family plays a crucial role in diabetic foot care.
Purpose: To provide education about foot care as an effort to prevent diabetic ulcers.
Method: The activity was conducted at the Lampung branch of the Wound Care Clinic (LWC) with the goal of increasing knowledge about caring for family members with diabetic ulcers. Consecutive sampling was used to select 20 respondents with family members with diabetes mellitus. The education program was delivered through lectures (presentations), massage demonstrations, question-and-answer discussions, and hands-on practice, assisted by family caregivers of people with diabetes mellitus. Foot care behavior was measured using the Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF) questionnaire. A questionnaire on diabetic wound care was administered before the educational activity as pre-test data and after the educational activity as post-test data. For evaluation, the data were analyzed using a Wilcoxon test with a quasi-experimental one-group pre-test and post-test design to determine differences in respondents' foot care behavior before and after the educational activity.
Results: The data showed that the average age of respondents was 57.75 years, with a standard deviation of ±4.41 within the 50-70 age range. The majority of respondents were aged 50-60 years (10) (50.0%). The majority of respondents were female (12) (60.0%), the majority of respondents had a high school education (9) (45.0%), the majority of respondents were private employees (11) (55.0%), and the duration of diabetes mellitus (1-3 years) (17) (85.0%). There was an increase in respondents' knowledge scores from 20 points before the educational activity to 50 points after the educational activity, with a p-value of 0.000.
Conclusion: Educational and mentoring activities were very effective in increasing knowledge about diabetic wound care and also improving diabetic wound prevention behaviors in families with diabetes mellitus.
Keywords: Diabetes mellitus; Diabetic wounds; Foot care; Health education; Prevention behavior
Pendahuluan: Penanganan diabetes melitus tidak hanya memerlukan pengobatan farmakologi, tetapi juga bantuan keluarga. Perawatan kaki merupakan salah satu cara mencegah neuropati. Luka kaki diabetik adalah komplikasi yang terjadi pada diabetes mellitus tidak dapat dikontrol. Luka ini dapat terjadi karena kurangnya kontrol glikemik, neuropatik, dan penyakit pembuluh darah tepi, serta kurangnya perawatan luka pada kaki Untuk mencegah luka dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus, peran keluarga sangat penting dalam perawatan kaki diabetik.
Tujuan: Memberikan edukasi tentang perawatan kaki sebagai upaya mencegah luka diabetik.
Metode: Kegiatan dilaksanakan di Klinik Wound Care (LWC) cabang lampung dengan sasaran meningkatkan pengetahuan tentang perawatan keluarga yang mengalami luka diabetik. Dengan consecutive sampling mendapatkan sampel sebanyak 20 responden yang memiliki anggota keluarga menderita diabetes melitus. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan disampaikan melalui ceramah (presentasi), demo pemijatan, diskusi tanya-jawab dan praktik langsung dengan pendampingan oleh keluarga yang merawat penderita diabetes melitus. Pengukuran perilaku perawatan kaki memakai kuesioner nottingham assessment of fungtional footcare (NAFF). Kuesioner tentang perawatan luka diabetik diberikan sebelum kegiatan edukasi sebagai data pre-test dan setelah kegiatan edukasi sebagai data post-test. Sebagai evaluasi, data di analisa wilcoxon test dengan rancangan quasi experimental one group pre-test dan post-test untuk melihat perbedaan perilaku perawatan kaki responden sebelum dan setelah diberikan edukasi.
Hasil: Mendapatkan data bahwa rata-rata usia responden adalah 57.75 tahun dan standar deviasi ±4.41 dalam rentang usia 50-70 tahun. Sebagian besar responden berusia 50-60 tahun sebanyak 10 (50.0%). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 12 (60.0%), sebagian besar pendidikan responden adalah SMA sebanyak 9 (45.0%), status pekerjaan responden adalah pegawai swasta sebanyak 11 (55.0%), dan lama menderita Diabetes Melitus 1-3 tahun sebanyak 17 (85.0%). Terjadi peningkatan skor tingkat pengetahuan responden dari sebelum kegiatan edukasi sebesar 20 poin menjadi 50 poin setelah kegiatan edukasi dengan mendapatkan nilai pValue=0.000.
Simpulan: Kegiatan edukasi dan pendampingan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang perawatan luka diabetik dan juga meningkatkan perilaku pencegahan luka diabetik pada keluarga yang menderita diabetes melitus.
Downloads
References
Alfaqih, M. R., Anugrah, A., & Khayudin, B. A. (2022). Manajemen Penatalaksanaan Diabetes Mellitus (Guepedia, Ed.). Diakses dari: https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=
Alligood, M. R. (2017). Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka Ed. 8 Vol. 1.
Alzamani, L. M. H. I., Marbun, M. R. Y., Purwanti, M. E., Salsabilla, R., & Rahmah, S. (2022). Ulkus kronis: Mengenali ulkus dekubitus dan ulkus diabetikum. Jurnal Syntax Fusion, 2(02), 272-286.
Astuti, A. D. (2019). Pemberdayaan Caregiver Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Diabetes Mellitus. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1).
Fratama, F. F., Fauziah, E., & Hutagaol, R. (2024). Pemanfaatan Terapi Murotal Al-Qur’an Sebagai Terapi Non Farmakologi Terhadap Penurunan Nyeri Pasien Post Operasi: Literatur Review. Jurnal Skala Kesehatan, 15(1), 33-39.
Ginting, D. S., Tarigan, M., & Amelia, R. (2021). Family behavior in caring patients with diabetic foot at home. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(5),.
Hidayat, R., Naziyah, N., & Sembiring, T. (2024). Analisis Asuhan Keperawatan Pada Biofilm di Luka Kaki Diabetik pada Ny. M dan Ny. L Dengan Penggunaan PHMB sebagai Cairan Pencuci Luka di Klinik Wocare Center Bogor. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(1), 111-
Kalsum, U., Astrid, A., & Jumari, J. (2020). Penerapan Program Edukasi Perawatan Kaki (3STEPFUN) Dalam Meningkatkan Perilaku Merawat Kaki Untuk Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Aliansi Rumah Sakit Islam Jakarta Tahun 2019. JBIK 10(2), 151-159.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://repository.badankebijakan. kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/ Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
Kurnia, S., Sumangkut, R., & Hatibie, M. (2017). Perbandingan kepekaan pola kuman ulkus diabetik terhadap pemakaian PHMB gel dan NaCl gel secara klinis. Jurnal Biomedik: JBM, 9(1).
Mahdalena, M., & Ningsih, E. S. P. (2016). Effectivity of foot care education program in improving knowledge, self-efficacy and foot care behavior among diabetes mellitus patients in Banjarbaru, Indonesia. Kesmas, 11(2), 56-60.
Marliyana, M. (2018). Pemberian Terapi Murotal Qur’an Terhadap Nyeri Saat Perawatan Luka Post op Laparotomi di Ruang Kutilang RS. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 6(2), 108-116.
Negara, C. K., Sukartini, T., Setiya, D. Y., & Nursalam, N. (2024). Effectiveness of diabetes self-management education on non-ulcer diabetic foot incidents. Health Education and Health Promotion, 12(1), 53-58.
Prabawati, D., & Ratnasari, P. A. (2023). Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit X, Bekasi. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(8), 1592-1598.
Pratama, K., Pradika, J., Jiu, C. K., Purnamawati, D. A., Lukita, Y., Wuriani, W., & Usman, U. (2021). Gambaran Pengetahuan Care Giver Pasien Diabetes Mellitus Pada Perawatan Kaki Diabetik. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 12(1), 1-6.
Pratiwi, I. N., Kusnanto, K., & Putri, M. K. (2020). Spirituality level, family support, and spiritual self care behavior among patient with diabetic ulcers. Babali Nursing Research, 1(2), 58-67.
Rasiman, N. B., Susilowati, Y. A., Puspitasari, D. I., Maharina, F. D., Suprayitno, E., Simamora, L. L., & Arianto, A. B. (2023). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan: Berdasarkan Kurikulum Pendidikan Ners Indonesia Tahun 2021. CV Eureka Media Aksara.
Sae-Sia, W., Maneewat, K., & Kurniawan, T. (2013). Effect of a self-management support program on diabetic foot care behaviors. International Journal of Research in Nursing, 4(1), 14.
Siswoaribowo, A., Sakundarno, M., & Muin, M. (2018). Psikoedukasi Caregiver Terhadap Peningkatan Perawatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 2(1).
Suratmini, D., & Togatorop, L. B. (2023). Efforts to Reduce the Burden of Caregivers with Diabetes Mellitus in Caring for Family Members with Hypertension: Case Study: Upaya Menurunkan Beban Caregiver yang Mengalami Diabetes Melitus dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Hipertensi: Studi Kasus. Jurnal Kesehatan Masa Depan, 2(1), 1-9.
Susanti, N., Nursalam, N., & Nadatien, I. (2023). Pengaruh Pengaruh Education and Support Group Berbasis Teori Self Care Terhadap Kepatuhan, Kemandirian Perawatan Kaki Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 8(1), 21-29.
Tekir, Ö., Çevik, C., & Özsezer, G. (2023). The Effects of Education on Foot Care Behaviors and Self Efficacy in Type 2 Diabetes Patients. Nigerian journal of clinical practice, 26(2).
Teli, M. (2019). Family empowerment model for type 2 DM management: integration of self care model by Orem and family centered nursing by Friedman in Sikumana health Center-Kupang. JIK, 17(1), 75-
Trisnadewi, N. W., Januraga, P. P., Pinatih, G. N. I., & Duarsa, D. P. (2024). Development of Family Empowerment Model in Diabetes Management Among Type 2 DM Patients. Public Health of Indonesia, 10(3), 315-329.
Waspadji, S. (2014). Kaki diabetes. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. VI. Jakarta: Setiati, Siti Alwi, Idrus Sudoyo, Aru W Simadibrata K, Marcellus Setyohadi, Bambang Syam, Ari Fahrial, 2367-74. Tandra, H. (2020). Dari Diabetes Menuju Kaki. Gramedia Pustaka Utama.
Siswoaribowo, A., Sakundarno, M., & Muin, M. (2018). Psikoedukasi Caregiver Terhadap Peningkatan Perawatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 2(1).
Susanti, N., Nursalam, N., & Nadatien, I. (2023). Pengaruh Pengaruh Education and Support Group Berbasis Teori Self Care Terhadap Kepatuhan, Kemandirian Perawatan Kaki Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 8(1), 21-29.
Teli, M. (2019). Family Empowerment Model for Type 2 DM Management: Integration of Self care Model by Orem and Family Centered Nursing by Friedman in Sikumana Health Center-Kupang. Jurnal Info Kesehatan, 17(1), 75-87.
Waspadji, S. (2014). Kaki diabetes. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (VI, Vol. 2, p. 2367). Jakarta: Interna Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








