Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.249

Authors

  • Teguh Pribadi Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Umi Romayati Keswara Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Slamet Widodo Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Melki Alparizi Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Leni Marlena Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Laili Pritasari Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Hesti Wulandari Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati

Penyuluhan Kesehatan Jajanan Sehat Jajanan Tidak Sehat

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit.

Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                          

Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained.

Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks.

Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.

 

Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman.

Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat.

Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan.

Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat.

Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amira, K. A., & Setyaningtyas, S. W. (2021). Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar dalam pemilihan jajanan sehat: literature review The Eff ect of Nutrition Education on Knowledge and Attitude about Selection of Healthy Snacks among Elementary Students: Literature Review. Media Gizi Indonesia, 16(2), 130-138. https://doi.org/10.204736/mgi.v16i2.130–138

Ardyanto, D. H., & Subagyo, A. (2018). Pengaruh Media Leaflet Makanan Sehat Terhadap Pengetahuan Makanan Jajanan Siswa Sd 6 Malangjiwan, Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Azizah, K. (2018). Pengaruh permainan kartu bergambar terhadap perilaku tentang jajanan sehat pada anak usia sekolah penelitian quasi–experiment (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2014). Kampanye Pangan Jajanan Anak,Sekolah. http://www.pom.go.id: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2017). Laporan Tahunan Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Direktorat Standardisasi Produk Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan Dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta. Badan Pengawas Obat dan Makanan

Fikawati, S. D. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Depok: Radjawali Pers.

Gumilar, J., Azzahra, A. B., Satria, M., Hamdani, N., Farahdewi, R. Y., Kamilah, Z. Y., & Nurhaliza, K. A. (2021). Pengembangan Wirausaha Makanan Sehat di Masa Pandemi Covid 19 Melalui Produk Olahan Daging. Farmers: Journal of Community Services, 2(2), 11-15

Liana, I., Andriani, A., Zahara, E., & Arbi, A. (2020). Peer Edukasi Tentang Jajanan Kariogenik Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Kandang Aceh Besar. Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 118-138.

Purnamasari, D. U. (2018). Panduan Gizi dan Kesehatan Anak Sekolah. Yogyakarta: Andi (Anggota IKAPI).

Sari, D. P., Nyorong, M., & Nasution, Z. (2022). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Jajan di Luar Kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas. JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE, 8(1), 270-279.

World Health Organization. (2021). Obesity and Overweight. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight

Downloads

Published

17.12.2022