Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting)

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v3i1.247

Authors

  • Eka Yudha Chrisanto Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung
  • Riska Wandini Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung
  • Vera Yulyani Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung
  • Nirwanto Nirwanto Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Mardani Mardani Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung
  • Mega Dewi Anggraini Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati
  • Utari Aditia Selvianti Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung

Pengaruh Air Bersih Penyuluhan Kesehatan Sanitasi Stunting

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up.

Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting).

Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting).

Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting).

Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities.

Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting.

Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi.

Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak.

Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting).

Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting).

Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriany, F., Hayana, H., Nurhapipa, N., Septiani, W., & Sari, N. P. (2021).Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Pengetahuan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Puskesmas Rambah.Jurnal Kesehatan Global.4(1), 17–25. https://doi.org/10.33085/jkg.v4i1.4767

Batiro, B., Demissie, T., Halala, Y., & Anjulo, A. A. (2017). Determinants of stunting among children aged 6-59 months at Kindo Didaye woreda, Wolaita Zone, Southern Ethiopia: Unmatched case control study. PloS one, 12(12), e0189106.

Bukusuba, J., Kaaya, A. N., & Atukwase, A. (2017). Predictors of Stunting in Children Aged 6To 59 Months: A Case-Control Study in Southwest Uganda. 38(4), 542–553. https://doi.org/10.1177/0379572117731666

Fitriahadi, E. (2018). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 14(1), 15-24.

Hossain, M., Choudhury, N., Adib, K., Abdullah, B., Mondal, P., Jackson, A. A., Walson, J., & Ahmed, T. (2017). Evidence-Based Approaches to Childhood Stunting in lowandmiddle-incomeCountries: A SystematicReview. https://doi.org/10.1136/archdischild

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Standar Antropometri Anak, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. Indonesia. Available at: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_ hukum/PMK_No2_Th_2020_ttg_Standar_ Antropometri_Anak.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia.Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan. ISSN 2088-270 X. www.depkes.go.id.

Lamid, A. (2015). Masalah kependekan (stunting) pad anak balita: analisis prospek penanggulangan di Indonesia. Bogor: IPB Press.

Olo, A. (2020). Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting padaBalita di Indonesia.Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1035–1044. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521

Badan Kebijakan dan Pembangunan Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. KementerianKesehatan Republik Indonesia: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.

Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. (2017). 100 Kabupaten dan Kota Prioritas Untuk Intervesi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden.

Vilcins, D., Sly, P. D. & Jagals, P. (2018). Environmental Risk Factors Associated with Child Stunting: A Systematic Review of the Literature. Annals of Global Health, 84(4), pp.551–562.Availableat:https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6748290/pdf/agh_84-4-2361.pdf

Vonaesch, P., Morien, E., Andrianonimiadana, L., Sanke, H., Mbecko, J. R., Huus, K. E.,& Afribiota Investigators. (2018). Stunted childhood growth is associated with decompartmentalization of the gastrointestinal tract and overgrowth of oropharyngeal taxa. Proceedings of the National Academy of Sciences, 115(36), E8489-E8498.

World Health Organization. (‎2010)‎. World health statistics 2010. World Health Organization.Available at: https://apps.who.int/iris/handle/10665/44292

World Health Organization. (2018).Reducingstuntingin children: equity considerations for achieving the global nutrition targets 2025, World Health Organization. Genevq. Available at: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/260202/9789241513647-eng.pdf?sequence=1

Downloads

Published

19.08.2023