Penyuluhan kesehatan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat)
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.239
Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Stunting Mengaplikasikan Program DASHAT
Abstract
Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (short) than the normal standard of growth. From the results of the validation of data validation of families at risk of stunting in neighbourhood 5-16, Srengsem Village, Panjang District, Bandar Lampung, it is known that not many people know about stunting and how to prevent it. So that some of them think that their children/toddlers are shorter than their age due to genetic or hereditary factors so that they do not require further treatment.
Purpose: Respondents can know, understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program
Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, namely, firstly, Public Health students explain stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program using power points and secondly after being given counseling about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program, respondents were given questions and answers about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and demonstrating the prepared Healthy Kitchen menu.
Results: Respondents understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program.
Conclusion: Respondents can understand stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and are expected to be able to apply it in their respective homes and in their daily food menu.
Pendahuluan: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar normal pertumbuhannya. Dari hasil verifikasi validasi data KK yang beresiko stunting yang ada di Rt 5-16 Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung diketahui bahwa belum banyak yang mengetahui stunting dan bagaimana pencegahan nya. Sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak/ balitanya lebih pendek dari usianya adalah karena faktor genetik atau keturunan sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut.
Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat).
Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa Kesehatan Masyarakat menjelaskan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) menggunakan power point dan kedua setelah diberikan penyuluhan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat), responden diberikan tanya jawab tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan mendemonstrasikan menu DASHAT yang telah disiapkan.
Hasil: Responden memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat).
Simpulan: Responden dapat memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan diharapkan dapat mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan pada menu makanan sehari-hari.
Downloads
References
Badan Penelitian dan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar. RISKESDAS Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. Diakses dari: https://www.litbang.kemkes.go.id/.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2016). Profil kesehatan Provinsi Lampung tahun 2015. Bandar Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Diakses dari: https://dinkes.lampungprov.go.id/profil-kesehatan-lampung-2015/.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018), Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Diakses dari: https://d3v.kemkes.go.id/publikasi/page/buletin/-img-src-%22web-assets-images-baru-gif%22-style-%22float-right-%22-situasi-balita-pendek-di-indonesia.
Megawati, G., & Wiramihardja, S. (2019). Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Mendeteksi Dan Mencegah Stunting. Dharmakarya, 8(3), 154-159.
Nugroho, R. A., Rahmadi, A., Islamiati, I., Mustari, A., Salim, M. E., Framita, E., & Ismawati, B. M. (2021). Edukasi Pencegahan Stunting melalui Program KKN KLB 46 Universitas Mulawarman di Desa Mulupan, Muara Bengkal, Kutai Timur, Indonesia. Intervensi Komunitas, 2(2), 100-106.
Putri, A. D., & Ayudia, F. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan kejadian Stunting Pada Anak usia 6-59 Bulan Di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 11(2), 91-96.
Tentama, F., Delfores, H. D. L., Wicaksono, A. E., & Fatonah, S. F. (2018). Penguatan Keluarga Sebagai Upaya Menekan Angka Stunting Dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (Kkbpk). Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 113.
Yuindra, D., Sunaryadi, S., Yusmaniarti, Y., & Saputera, S. A. (2022). Seminar parenting dalam pencegahan stunting melalui KKN-Muhammadiyah Aisyiyah di Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA), 2(1), 31-34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








