Gambaran radiografi lumbosacral posisi erect dan supine pada pasien hernia nukleus pulposus (HNP)

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i12.2337

Authors

  • M Husin Al Haikal Universitas Kader Bangsa, Palembang
  • Muslimah Putri Utami Universitas Kader Bangsa, Palembang
  • Anisah Anisah Universitas Kader Bangsa, Palembang

Diagnosa visual HNP Posisi erect Posisi supine Radiografi lumbosakral

Abstract

Background: Lumbosacral radiology plays a crucial role in evaluating spinal disorders, particularly Herniated Nucleus Pulposus (HNP), which is a common cause of low back pain in productive age groups. The quality of radiographic images determines diagnostic accuracy, with patient positioning, either erect or supine, influencing the clarity of spinal structures. The erect position allows weight bearing effects, making changes in intervertebral disc spaces and vertebral alignment more visible, while the supine position reflects a non-load condition with limited visualization. Thus, examination positioning is essential to produce representative diagnostic images and support accurate clinical decision-making.

Purpose: Provides an anteroposterior (AP) projection of the lumbosacral radiograph in the erect and supine positions in cases of Herniated Nucleus Pulposus (HNP).

Method: This study was conducted in 2025 at the Radiology Department of Siloam Sriwijaya Hospital, Palembang, involving radiographers and radiologists in lumbosacral radiographic examinations of HNP patients. The research objects were radiographic results in AP projection with erect and supine positions, selected through purposive sampling. Data were collected via observation, interviews, and medical record documentation, and analyzed using a qualitative descriptive comparative approach.

Results: The erect position provided clearer visualization of spinal structural changes due to weight bearing, while the supine position was less optimal in displaying abnormalities because of the absence of load on the lumbosacral segment.

Conclusion: Lumbosacral radiography in HNP cases can be performed in both erect and supine positions, each with advantages and limitations. The erect position better demonstrates spinal changes under weight bearing, whereas the supine position serves as an alternative for patients unable to stand or experiencing severe pain, despite less optimal visualization. Examination positioning should therefore be adapted to patient clinical conditions to optimize diagnostic outcomes.

Suggestion: Position selection in lumbosacral radiography for HNP should be tailored to patient clinical conditions and diagnostic objectives. The erect position is recommended for assessing structural changes under weight bearing, while the supine position may be used as an alternative for patients with mobility limitations or severe pain, with attention to patient comfort and safety to enhance diagnostic accuracy.

Keywords: Erect position; HNP; Lumbosacral radiography; Supine position; Visual diagnosis

Pendahuluan: Radiologi lumbosakral memiliki peran penting dalam menilai kelainan tulang belakang, khususnya Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang sering menjadi penyebab nyeri punggung bawah pada usia produktif. Kualitas citra radiografi sangat menentukan akurasi diagnosis, di mana posisi pemeriksaan pasien, baik erect maupun supine, memengaruhi kejelasan gambaran struktur tulang belakang. Posisi erect memungkinkan efek weight bearing sehingga perubahan celah diskus intervertebralis dan alignment vertebra tampak lebih nyata, sedangkan posisi supine menggambarkan kondisi tanpa beban dengan keterbatasan visualisasi kelainan. Pemilihan posisi pemeriksaan menjadi aspek penting dalam menghasilkan citra diagnostik yang representatif dan mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat.

Tujuan: Memberikan gambaran radiografi lumbosakral posisi erect dan supine proyeksi anteroposterior (AP) pada kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP).

Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2025 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, dengan melibatkan radiografer dan dokter radiologi dalam pemeriksaan radiografi lumbosakral pada pasien HNP. Objek penelitian berupa hasil radiografi proyeksi anteroposterior (AP) dengan posisi erect dan supine yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi rekam medis. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif komparatif.

Hasil: Posisi erect memberikan gambaran lebih jelas terhadap perubahan struktur tulang belakang karena adanya beban tubuh (weight bearing), sedangkan posisi supine cenderung kurang optimal dalam menampilkan kelainan akibat tidak adanya tekanan pada segmen lumbosakral.

Simpulan: Pemeriksaan radiografi lumbosakral pada kasus HNP dapat dilakukan dengan posisi erect maupun supine, masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Posisi erect lebih jelas menampilkan perubahan struktur tulang belakang karena adanya beban tubuh (weight bearing), sedangkan posisi supine menjadi alternatif bagi pasien yang tidak mampu berdiri atau mengalami nyeri berat meskipun gambaran kelainan kurang optimal. Oleh karena itu, pemilihan posisi pemeriksaan harus mempertimbangkan kondisi klinis pasien agar hasil radiografi mendukung diagnosis secara optimal.

Saran: Pemilihan posisi pemeriksaan radiografi lumbosakral pada kasus HNP dapat disesuaikan dengan kondisi klinis pasien dan tujuan diagnostik. Posisi erect lebih dianjurkan untuk menilai perubahan struktur akibat beban tubuh (weight bearing), sedangkan posisi supine dapat digunakan sebagai alternatif bagi pasien dengan keterbatasan mobilisasi atau nyeri berat, dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pasien untuk meningkatkan akurasi diagnosis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirudin, K. M. (2025). Analisis Hasil Pemeriksaan Lumbosacral pada Posisi Erect dan Supine dengan Klinis HNP di RSUP Dr. Sitanala Tangerang [Karya tulis ilmiah Diploma III, Poltekkes Kemenkes Jakarta II]. Repository Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Diakses dari: https://repository.poltekkesjkt2.ac.id/index.php?p=show_detail&id=12663&keywords=lumbosacral

Aprillia, G. (2025). Pengaruh Variasi Penyudutan Arah Sinar 25º, 30º, 35º, 40º, 45º Cephalad pada Pemeriksaan Radiografi Femoral Neck Axiolateral Projection Original Cleaves Method terhadap Informasi Anatomi [Karya tulis ilmiah Diploma III, Universitas Awal Bros]. Repository Universitas Awal Bros. Diakses dari: http://repository.univawalbros.ac.id/513/

Bontrager, K. L., & Lampignano, J. P. (2013). Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy. St. Louis: Elsevier Mosby.

Bria, C. J. V. (2025). Evaluasi Kualitas Citra Radiografi Lumbosakral Berdasarkan Nilai SNR dengan Variasi Faktor Eksposi pada Sistem CR [Karya tulis ilmiah Diploma III, Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta]. Diakses dari: https://eprints.poltekkesadisutjipto. ac.id/id/eprint/2839/

Delima, M. (2022). Studi Literatur Repeat Analysis Citra Radiologi [Karya tulis ilmiah Diploma III, Universitas Awal Bros]. Repository Universitas Awal Bros. Diakses dari: http://repository.univawalbros.ac.id/288/

Irmawati, S., Astari, F. M., & Maharani, A. (2025). Studi Kasus Teknik Pemeriksaan Radiografi Ossa Pedis Pediatrik dengan Klinis Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) di Rumah Sakit Islam Kendal. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 5(3), 238–254.

Kurniawan, R. (2021). Penatalaksanaan Pemeriksaan Radiografi Columna Vertebrae Lumbal dengan Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Awal Bros Panam [Karya tulis ilmiah Diploma III, Universitas Awal Bros]. Repository Universitas Awal Bros. Diakses dari: https://repository.univawalbros.ac.id/201/

Lailani, T. M. (2013). Hubungan antara Peningkatan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 3(1).

Muntasir, M., Harun, A. I., Makkasau, M., Sugiyarto, S., Hidayah, N., Praningsih, S., Wijayanti, S., Damanik, S. M., Dewi, R., & Widyantari, K. Y. (2022). Ilmu Biomedik Dasar. Makassar: Rizmedia Pustaka Indonesia.

Nurcahyani, P. I. (2025). Perbandingan Hasil Citra Pemeriksaan Vertebrae Lumbosacral Posisi Erect dan Supine pada Proyeksi Oblique dengan Klinis Low Back Pain (LBP) [Karya tulis ilmiah Diploma III, Poltekkes Kemenkes Jakarta II]. Repository Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Diakses dari: https://repository.poltekkesjkt2. ac.id/index.php?p=show_detail&id=12727&keywords=lumbosacral

Pinzon, R. (2012). Profil Klinis Pasien Nyeri Punggung Bawah Akibat Hernia Nukleus Pulposus. Cermin Dunia Kedokteran: CDK-198, 39(10), 749-751.

Sinaga, R. R., Schouten, F. S., Adji, T. P., Rahmi, A. S., Angriani, W., Susanti, S., Andromeda, A., & Oktaviana, M. (2024). Anatomi Tubuh Manusia. Padang: CV. Gita Lentera.

Susanti, W. (2014). Hubungan Sudut Ferguson Berdasarkan Foto Lumbosakral Lateral Posisi Tegak dan Posisi Baring dengan Tes Lasegue pada Penderita Nyeri Punggung Bawah [Tesis Magister, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin. Diakses dari: https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/10503/

Usman, R. M. (2010). Komparasi Teknik Pemeriksaan Lumbosacral dengan Posisi Lateral Berbaring dan Berdiri pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dan Low Back Pain (LBP) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya [Karya tulis ilmiah Diploma III, Universitas Airlangga]. Repository Universitas Airlangga. Diakses dari: https://repository.unair.ac.id/122059/

Warsi, T., Utami, A. P., KM, S., Astari, F. M., & Rad, T. R. (2021). Studi literatur perbedaan gambaran anatomi vertebrae lumbosacral joint proyeksi lateral dengan variasi penyudutan arah sinar (Doctoral dissertation, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta).

Wati, E. K. (2023). Penatalaksanaan Teknik Radiografi Abdomen 3 Posisi pada Kasus Ileus Paralitik dengan Modalitas Computed Radiography di Instalasi Radiologi. Journal of Comprehensive Science (JCS), 2(9), 1605-1622.

Downloads

Published

08.02.2026