Penyuluhan zat pewarna alami makanan dan minuman
Indonesia
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v2i3.231
Penyuluhan Zat Pewarna Alami Makanan Minuman
Abstract
Baground: Food color is one of the factors that consumers consider when choosing and evaluating food. Therefore, the use of colorants in food seems to have become an obligation for all food manufacturers. The health effects of using synthetic dyes is why we have to go back to nature by using natural dyes. Indonesia is a country rich in natural dyes such as carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll. Natural dyes are not only dyes that can be used for food, but also have the ability to maintain health and prevent and reduce the occurrence of various diseases such as diabetes, hypercholesterolemia and cancer. Therefore, the concept of returning to natural dyes, although with some disadvantages, still has advantages, namely safe and beneficial for health.
Perpose: Develop natural dyes to be safe and also delicious to use in food.
Methode: This activity is carried out using qualitative methods with interviews as well as observations and filling out questionnaires conducted to the general public, whether students, students, or the general public.
Results: The use of synthetic dyes in food is beneficial for both producers and consumers.
Conclusion: Indonesia as a source of natural dyes, namely carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll is very large.
Pendahuluan: Warna makanan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen saat memilih dan menilai makanan. Oleh karena itu, penggunaan pewarna pada makanan sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi semua produsen makanan. Efek kesehatan dari penggunaan pewarna sintetis adalah mengapa kita harus kembali ke alam dengan menggunakan pewarna alami. Indonesia merupakan negara yang kaya akan zat warna alami seperti karotenoid, antosianin, betalain dan klorofil. Pewarna alami bukan hanya pewarna yang dapat digunakan untuk makanan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan serta mencegah dan mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti diabetes, hiperkolesterolemia dan kanker. Oleh karena itu konsep kembali ke pewarna alami meskipun dengan beberapa kekurangan namun tetap memiliki kelebihan yaitu aman dan bermanfaat bagi kesehatan.
Tujuan: Mengembangkan Zat pewarna alami agar aman dan juga enak untuk digunakan pada makanan.
Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan juga observasi serta pengisian angket yang dilakukan kepada para masyarakat umun baik itu secara mahasiswa, siswa, atau warga umum.
Hasil: Penggunaan pewarna sintetis dalam makanan bermanfaat bagi produsen dan konsumen.
Simpulan: Indonesia sebagai sumber pewarna alami yaitu karotenoid, anthosianin, betalain dan klorofil sangat besar.
Downloads
References
Al-Dosari M., AlQasoumi S., Ahmad, M., Al-Yahya, M., Ansari, M.N., Rafatullah, S. (2011). Effect of beta vulgaris l. On Cholesterol rich diet-Hypercholesterolemia in rats. Farmacia, 20 11, Vol. 59, 5 : 669-678.
Apriliyanti, T. (2010). Kajian sifat fisikokimia dan sensori tepung ubi jalarungu (Impomoea batatas blackie) dengan variasi proses pengeringan.
Aprilya, D. A., (2018). Keberadaan Methamil Yellow Pada Jamu Seduh Dan Jamu Gendong Di Kecamatan Sumbersari kabupaten Jember.
Bisri, C., Pantiwati, Y., & Wahyuni, S. (2014). Ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa l.) sebagai pewarnaan alternatif alami preparat section tanaman cabe merah besar (Capsicum annuum l.).
Cahyadi, W. (2009). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. PT Bumi Aksara: Jakarta.
Cerry, A. G. K. P., (2013). Pemanfaatan filtrat daun jati muda (Tectona grandis) sebagai bahan pewarna alternatif pembuatan preparat maserasi batang cincau rambat (Cyclea barbata) (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Citramukti, I. (2008). Ekstraksi dan uji kualitas pigmen antosianin pada kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis)(kajian masa simpan buah dan penggunaan jenis pelarut) (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Dewi, R. R. (2019). Identifikasi jenis-jenis tumbuhan yang menghasilkan pewarna alami pada makanan dan pemanfaatanya oleh masyarakat Desa Lubuk Rumbai Suku Rawas Kab. Musi Rawas Utara serta sumbangsihnya pada materi plantae di SMA (Doctoral dissertation, UIN Raden Fatah Palembang).
Fennema, O. R. (1996). Colorants. Food Chemistry. Third Edition. Marcel Dekker, Inc. New York, New York, 659.
Ghosh, D., Konishi, T. (2007). Anthocyanins and anthocyanin-rich extracts: role in diabetes and eye function. Asia Pac. J. Nutr. 16(2): 200-208.
Handari, S. S. (1983). Metode pewarnaan. Bharatara Karya Aksara. ITB. Bandung.
Hunt, R. W. G. (1986). The Colour Science of Dyes and Pigments. Optica Acta: International Journal of Optics, 33(8), 949-950.
Inanc, A.L., (2011). Chlorophyll: structural properties, health benefits and its occurrence in virgin olive oils. Akademik Gida 9(2): 26-32.
Khatib, N.A., Gautam G., Nayana, H., Joshi, R.K., Taranalli, A.D., (2009). Effect of hibiscus rosa sinensis extract on modifying Cyclophosphamide induced genotoxicity and scavenging Free radicals in swiss albino mice. Pharmacologyonline 3: 796-808.
Sa’roni, Sadjimin, T., Sja’bani, M., Zalaela., (2004). Effectiveness of Saurapus androgynus (L.). merr leaf extract in increasing mother’s breast milk production. Media Litbang Kesehatan, Vol. XIV (3) 20-24.
Sankaran, M., Vadivel, A., (2011). Antioxidant and Antidiabetic Effect of Hibiscus rosasinensis Flower Extract on Streptozotocin Induced Experimental Rats-a Dose Response Study Mirunalini. Not Sci Biol, 2011, 3(4):13-21.
WINARNO, E., BAGYO, A., & WINARTLA, W. (1997). H., dan WIDAYAT, E., Penguraian zat warna Direct Red 80 dalam air dengan iradiasi gamnia. Prosiding Pertemuaii dan Presentasi Ilmiah Teknologi Pengelolaan Limbah I, PTPLRBATAN, Serpong, 1.
Winarno, F. G. (2002). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Winarno, F. G. (2008). Kimia Pangan dan Gizi (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama) Go to reference in article.
Winarno, F. G., (1992). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta
Winarno, FG., & Sulistyowati, R. T., (1994). Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta
Wrolstad, R. E. (2001). Current protocols in food analytical chemistry. Wiley.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








