Promosi kesehatan dan pelatihan kader tentang sanitasi, hygiene, dan pencegahan stunting

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i10.2178

Authors

  • Mely Gustina Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Epti Yorita Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Desri Suryani Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Andriana Marwanto Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Defi Ermayendri Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Ibu balita Pemberdayaan kader Penyuluhan kesehatan Sanitasi Stunting

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter height than other children of the same age. Diagnostic and preventive interventions for stunting need to be implemented as early as possible. In Kampung Melayu District, stunting rates remain a concern, necessitating ongoing prevention and management efforts. One strategy implemented is through education on sanitation, hygiene, and stunting prevention for mothers of toddlers by empowering village cadres.

Purpose: To improve the knowledge, attitudes, and skills of cadres and mothers of toddlers in implementing clean and healthy lifestyles to prevent stunting.

Method: The implementation of the cadre empowerment program and mentoring of mothers of toddlers was carried out in August–October 2025 in the areas of Kandang, Kandang Mas, Teluk Sepang, and Masat Villages, Kampung Melayu District, Bengkulu City. The target of this activity is to provide mentoring for mothers of toddlers in preventing stunting through empowering health cadres in the 2 villages. The program was implemented through stages of community empowerment by forming cadre groups. Educational activities were provided in the form of presentations of material on stunting prevention, environmental cleanliness, clean living patterns (hygiene) and potential diseases that will arise if cleanliness is not maintained. Evaluation of the level of knowledge of mothers of toddlers was measured using a questionnaire given before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Meanwhile, to provide an assessment of cadre skills in conducting promotions and facilitation using an observation sheet in the form of a checklist.

Results: Most of the cadres who participated in the activity were in the age range of 20-30 years, namely 8 people (40.0%) and the majority had a work period of 2-5 years, namely 10 people (50.0%). Meanwhile, for mothers who participated in the activity, most were in the age range of 21-35 years, namely 14 (46.7%) and the majority only had 1 child, namely 22 people (73.4%). Getting an increase in health cadre knowledge from before the educational activity (pre-test) an average score of 54 points and an average skill score of 44 points to an average score of 79 points and an average skill score of 80 points after the educational activity (post-test). Meanwhile, mothers who participated in the activity got an average score of 52 points and an average attitude score of 43 points before the educational activity increased to an average score of 85 points and an average attitude score of 80 points after the educational activity (post-test).

Conclusion: Community service activities involving cadre empowerment and mentoring programs for mothers of toddlers have successfully improved the knowledge and skills of cadres in providing mentoring, as well as the mothers' capacity to implement healthy lifestyle behaviors at home, significantly contributing to stunting prevention efforts within the family and community.

Suggestion: Partners, particularly cadres and village midwives, are expected to continue this activity through regular monitoring and evaluation, so that the acquired knowledge and skills can be applied sustainably and contribute to reducing stunting rates.

Keywords: Cadre empowerment; Health education; Mothers of toddlers; Sanitation; Stunting

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Tindakan diagnosis dan intervensi pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin. Di Kecamatan Kampung Melayu, angka stunting masih menjadi perhatian, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dan penatalaksanaan secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui edukasi tentang sanitasi, hygiene, dan pencegahan stunting pada ibu balita dengan memberdayakan kader desa.

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader serta ibu balita dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya pencegahan stunting.

Metode: Pelaksanaan program pemberdayaan kader dan pendampingan ibu balita dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025 di wilayah Kelurahan Kandang, Kandang Mas, Teluk Sepang, dan Masat Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Sasaran dalam kegiatan ini adalah memberikan pendampingan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pemberdayaan kader kesehatan di 2 Desa tersebut. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk kelompok kader. Kegiatan edukasi diberikan berupa pemaparan materi tentang pencegahan stunting, kebersihan lingkungan, pola hidup bersih (hygiene) dan potensi penyakit yang akan ditimbulkan apabila tidak menjaga kebersihan. Evaluasi tingkat pengetahuan ibu balita diukur menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Sedangkan untuk memberikan penilaian keterampilan kader dalam melakukan promosi dan fasilitator dengan menggunakan lembar observasi berupa checklist.

Hasil: Sebagian besar usia kader yang mengikuti kegiatan adalah dalam rentang usia 20-30 tahun yaitu sebanyak 8 orang (40.0%) dan mayoritas memiliki masa kerja 2-5 tahun yaitu sebanyak 10 orang (50.0%). Sedangkan untuk ibu batuta yang mengikuti kegiatan, sebagian besar dalam rentang usia 21-35 tahun yaitu sebanyak 14 (46.7%) dan mayoritas baru memiliki 1 orang anak yaitu sebanyak 22 orang (73.4%). Mendapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari sebelum kegiatan edukasi (pre-test) rata-rata nilai sebesar 54 poin dan nilai rata-rata keterampilan sebesar 44 poin menjadi rata-rata nilai sebesar 79 poin dan nilai rata-rata keterampilan sebesar 80 poin sesudah kegiatan edukasi (post-test). Sedangkan untuk ibu batuta mendapatkan rata-rata nilai sebesar 52 poin dan nilai rata-rata sikap sebesar 43 poin sebelum kegiatan edukasi meningkat menjadi rata-rata nilai sebesar 85 poin dan nilai rata-rata sikap sebesar 80 poin sesudah kegiatan edukasi (post-test).

Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan program pemberdayaan kader dan pendampingan ibu balita berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan kader dalam melakukan pendampingan, dan juga meningkatkan kapasitas ibu dalam menerapkan perilaku hidup sehat di rumah tangga, yang sangat berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan komunitas.

Saran: Diharapkan pihak mitra, terutama kader dan bidan desa, dapat melanjutkan kegiatan ini melalui monitoring dan evaluasi berkala, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan berkontribusi pada penurunan angka stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amri, K., & Adifa, F. (2025). Efektivitas Program Partisipatif dalam Meningkatkan Kesadaran dan Perilaku Kesehatan Lingkungan: Tinjauan Literatur. Servitium Research: Community Service Journal, 1(1), 37-42.

Anisak, S., Farida, E., & Rodiyatun, R. (2022). Faktor Predisposisi Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Ekslusif. Jurnal Kebidanan, 12(1), 34-46.

Basyariyah, Q., Diyanah, K. C., & Pawitra, A. S. (2022). Hubungan ketersediaan sanitasi dasar terhadap status gizi baduta di Desa Pelem, Bojonegoro. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 18-26.

Cerlyawati, H., & Hartini, E. (2025). Studi analitik observasional: Pengaruh sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare pada balita stunting di Desa Kalongan, Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 68-74.

Damayanti, F. N., Mulyanti, L., & Lutfitasari, A. (2024). Buku ajar: etika dan hukum kesehatan.

Daracantika, A., Ainin, A., & Besral, B. (2021). Systematic literature review: Pengaruh negatif stunting terhadap perkembangan kognitif anak. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 1(2), 6.

Daramusseng, A., & Syamsir, S. (2021). Studi kualitas air sungai karang mumus ditinjau dari parameter Escherichia coli untuk keperluan higiene sanitasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 1-6.

Fitriani, A., Lestari, M., Friscila, I., Wahyuni, Y. F., Safina, S., & Hasibuan, S. R. (2022). Gerakan pencegahan stunting melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu. Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 2(1), 35-42.

Hayat, F., Kurniatillah, N., & Ferial, L. (2025). Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga Di Wilayah Kerja Puskesmas Jombang, Kota Cilegon Tahun 2023. Journal Of Baja Health Science, 5(1), 72-81.

Herniwanti, H., Sudarto, E., & Ardiana, A. (2022). Penyuluhan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pilar 1–stop buang air besar sembarangan (BABS) di Kecamatan Bengkalis, Riau. Jurnal Abdidas, 3(3), 465-473.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Panduan Praktis Pemicuan 5 Pilar STBM. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/66

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/files46531. _Materi_KaBKPK_Sos_SSGI.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peran Ibu dalam Mencegah Stunting Sejak Masa Sekarang. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/peran-ibu-cegah-stunting

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19.8%. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Stunting. Topik Kesehatan. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/defisiensi-nutrisi/stunting#:~:text=Stunting%20merupakan%20 suatu%20keadaan%20di%20mana%20tinggi,pada%20anak%20saat%20sedang%20dalam%20masa%20pertumbuhan.

Kurniawati, R. D., & Abiyyah, S. F. (2021). Analisis Sanitasi Dasar Lingkungan Dengan Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Bandung. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 75-84.

Kusumawati, D. D., ST, S., Mundiastuti, I. L., Hanum, N., Keb, S. T., Putri, P. S., & Kep, M. (2024). Stunting: Penyebab, Pencegahan Dan Penanggulangannya. Nuansa Fajar Cemerlang.

Mutingah, Z., & Rokhaidah, R. (2021). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(2), 49-57.

Najmi, N. A., & Karwati, L. (2025). Peran Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Melalui Program Bina Keluarga Balita.

Nazidah, M. D. P., Fauziah, R., Hafidah, R., Jumiatmoko, J., & Nurjanah, N. E. (2022). Pengaruh stunting pada kognitif anak usia dini. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 59-72.

Nugraheni, H., Wiyatini, T., & Wiradona, I. M. (2018). Kesehatan Masyarakat dalam Determinan Sosial Budaya. Deepublish.

Pitriani, L. D., Nirmalasari, R., & Muzakki, M. (2021). Hubungan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education, 5(2), 112-121.

Pratiwi, R., Sari, R. S., & Ratnasari, F. (2021). Dampak status gizi pendek (stunting) terhadap prestasi belajar: A literature review. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan, 12(2), 10-23.

Rahman, R. (2025). Aksesibilitas, Ketersediaan Tenaga Kerja, dan Ketersediaan Fasilitas Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Wilayah Pesisir: Literature Review. Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat, 4(3), 136-152.

Salsabila, S., Faizah, Z., & Prasetyo, B. (2022). Faktor Sosial Budaya yang Memengaruhi Kesehatan Ibu dan Anak (Studi Etnografi). Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 9(1), 67-79.

Sari, C. F., & Susilawati, S. (2022). Program Penanggulangan Stunting Melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sumut. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 52-56.

Siirin, S. A., & Nanda, M. (2024). Analisis Sumber Air, Kepemilikan Septictank terhadap Total Coliform Air di Rumah Tangga Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 1214-1225.

Suarayasa, K., Wandira, B. A., & Magan, A. (2022). Perilaku Pencarian Pengobatan Masyarakat Desa Owentumbu Kelurahan Kawatuna Kota Palu Tahun 2020. Jurnal Medical Profession (Medpro), 4(2), 183-190.

Yunita, Y., Krisnasary, A., & Suryani, D. (2024). Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(04), 303-307.

Downloads

Published

28.12.2025