Kegiatan terapi bermain untuk mendeteksi tumbuh kembang anak

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i10.1953

Authors

  • Linawati Novikasari Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Nisaul Lutfiana Azizah Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Salwa Anastasya Amartya Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Dwi Liza Indriana Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Ines Livia Velda Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Sixnola Dina Lestari Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Bayu Winanda Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Ela Nurlita Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Mario Orlando Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • M. Almatin Almatin Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
  • Rika Yulendasari Program StudI Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Anak Leaflet Penyuluhan kesehatan Terapi sambil bermain Tumbuh kembang anak

Abstract

Background: Child growth and development is a crucial aspect that requires continuous monitoring to ensure optimal development for their age. Lack of parental knowledge regarding early detection of growth and development can lead to delays in treatment. One effective approach to supporting early detection of child growth and development is the use of play therapy. Play is a natural activity for children and serves as a means of exploration and a platform for demonstrating their motor, cognitive, language, and social-emotional skills.

Purpose: To increase parental knowledge regarding child growth and development through leaflet-based education and the implementation of play therapy.

Method: The activity was conducted on November 25, 2025, at the Kota Karang Community Health Center (Puskesmas), Bandar Lampung, involving 25 children aged 1–5 years and 25 parents. The activity included counseling using leaflets, demonstrations of developmentally appropriate play therapy, and participatory observation of children's responses during play activities. The activity began with a short pre-test to determine parents' initial knowledge regarding child growth and development detection. The evaluation phase included a post-test to measure parental knowledge improvement after the education.

Results: This study demonstrated an increase in parental knowledge, demonstrated by their ability to identify age-appropriate signs of growth and development and increased involvement in daily home stimulation. Furthermore, play therapy helped healthcare workers directly observe children's motor, cognitive, and social skills. Parental knowledge of child development increased from 50% before the educational activities to 90% after the educational activities.

Conclusion: Educational activities using leaflets combined with play therapy proved effective in increasing parental knowledge and assisting in the early detection of child development. Overall, this activity had a positive impact on increasing parental awareness, knowledge, and involvement in understanding child development.

Suggestion: Community health centers and healthcare workers are encouraged to conduct similar educational activities periodically to ensure parents receive ongoing information about child development and enable early detection of developmental issues in their areas.

Keywords: Children; Child development; Health education; Leaflets; Play therapy

Pendahuluan: Tumbuh kembang anak merupakan aspek penting yang perlu dipantau secara berkesinambungan untuk memastikan anak mencapai perkembangan optimal sesuai usianya. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai deteksi dini tumbuh kembang dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mendukung deteksi dini tumbuh kembang anak adalah penggunaan terapi bermain. Bermain merupakan aktivitas alami bagi anak dan berfungsi sebagai alat eksplorasi serta sarana untuk memperlihatkan kemampuan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional mereka

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai deteksi tumbuh kembang anak melalui edukasi berbasis leaflet serta penerapan terapi sambil bermain.

Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kota Karang, Bandar Lampung, dengan melibatkan 25 anak usia 1–5 tahun dan 25 orang tua. Metode kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan media leaflet, demonstrasi terapi bermain sesuai tahap perkembangan, serta observasi partisipatif terhadap respon anak selama aktivitas bermain. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test singkat untuk mengetahui pengetahuan awal orang tua mengenai deteksi tumbuh kembang anak. Pada tahap evaluasi dengan memberikan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan orang tua setelah edukasi.

Hasil: Menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua yang ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi tanda-tanda tumbuh kembang sesuai usia serta meningkatnya keterlibatan mereka dalam stimulasi harian di rumah. Selain itu, terapi bermain membantu tenaga kesehatan mengamati kemampuan motorik, kognitif, dan sosial anak secara langsung. Peningkatan pengetahuan orang tua terhadap tumbuh kembang anak dari 50% sebelum kegiatan edukasi menjadi 90% setelah kegiatan edukasi.

Simpulan: Kegiatan edukasi menggunakan leaflet yang dipadukan dengan terapi bermain terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua serta membantu proses deteksi dini tumbuh kembang anak. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan orang tua dalam memahami tumbuh kembang anak.

Saran: Diharapkan puskesmas dan tenaga kesehatan, disarankan untuk melaksanakan kegiatan edukasi serupa secara berkala agar orang tua mendapatkan informasi yang berkelanjutan mengenai tumbuh kembang anak dan dapat mendeteksi dini apabila terdapat permasalahan tumbuh kembang anak di wilayah kerjanya..

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriany, M. (2025). Terapi Bermain untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Balita di Panti Asuhan Manarul Mabrur. Proactive, 4(1).

Budiana, I. (2023). Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Stunting Melalui Pendidikan Holistik Berbasis Kesehatan. Eastasouth Journal of Impactive Community Services, 1(02), 94-102.

Budiman, R. A. (2013). Kapita selekta kuesioner: pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba Medika, 2013, 4-8.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (Vol. 4). New York: McGraw-Hill.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga. Diakses dari: https://drive.google.com/file/d/1qyiwNZCRiB5iJIeBXlchs6NekGb2TdzR/view

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Diakses dari: https://elibrary.stikesghsby.ac.id/index.php? p=show_detail&id=1841

Kristina, M., & Sari, R. N. (2021). Pengaruh edukasi stimulasi terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Journal Of Dehasen Educational Review, 2(01), 1-5.

Lisa, M., Mustika, A., & Lathifah, N. S. (2020). Alat Permainan Edukasi (APE) meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak usia 4-6 tahun. Jurnal Kesehatan, 11(1), 125-132.

Mawardah, M., & Ramadhanti, S. D. (2025). Metode Pembelajaran Berbasis Bermain pada Anak Usia Dini di TK/MI YASPA Palembang. AJAD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 297-304.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: rineka cipta, 193.

Papalia, D., & Martorell, G. (2021). Experience Human Development 14th Edition. New York: McGraw-Hill. Diakses dari: https://www.mheducation.com/unitas/highered/changes/papalia-experience-human-development-14e.pdf

Santrock, J. (2021). Child Development. New York: McGraw-Hill. Diakses dari: https://www.mheducation.com/unitas/highered/changes/santrock-child-development-15e.pdf

Sari, M. (2020). Peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. AULADA: Jurnal pendidikan dan perkembangan anak, 2(1), 37-46.

Siswanto, J., Nuroso, H., Hariyanti, D. P. D., & Wardana, M. Y. S. (2023). Stimulasi alat permainan edukatif dan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak di TK Kuncup Sari Semarang. E-DIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 14(4), 829-836.

Sugesti, R., & Hanifa, F. (2023). Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Perkembangan Motorik Anak. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 13(03), 94-99.

Sugiharti, R. K. (2025). Penerapan Metode Bermain Sebagai Bentuk Stimulasi Tumbuh Kembang Balita. Proficio, 6(1), 769-774.

Suriyani, S., Jasmawati, J., & Nulhakim, L. (2023). Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. MMJ (Mahakam Midwifery Journal), 8(02), 140-149.

Veronica, N. (2018). Permainan edukatif dan perkembangan kognitif anak usia dini. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 49-55.

Wahyudi, T., Rahmasari, I., & Kusumaningrum, P. N. (2024). Edukasi Konsep Bermain Pada Anak Guna Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak di TK Kristen Stabelan Banjarsari Surakarta. Educate: Journal of Community Service in Education, 4(2), 84-89.

Downloads

Published

17.12.2025