Edukasi penatalaksanaan demam pada anak dengan media leaflet
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i10.1918
Demam pada anak Leaflet Penatalaksanaan demam Penyuluhan kesehatan
Abstract
Background: Fever is the most common complaint in children and a leading reason for parents to seek medical help. However, many parents still lack a proper understanding of how to manage fever at home, including the use of compresses, antipyretics, and recognizing warning signs. Pidada Village, Panjang District, is an area with a high incidence of fever in children, necessitating easy-to-understand health education programs.
Purpose: To increase parental knowledge about proper, safe, and appropriate fever management according to health professionals' recommendations through leaflets.
Method: This community service activity was carried out on November 19, 2025, at the Pidada Village Hall, Panjang District. This activity involved 30 participants who were parents and had toddlers, and were domiciled in Pidada Village. The sampling technique used an accidental sampling approach, namely selecting participants who were present and willing to participate in the activity at the time of implementation. The delivery of the material was carried out through interactive lectures accompanied by question and answer discussions. The main media used was an educational leaflet containing a summary of the material regarding fever management in children, including how to monitor temperature, the correct steps for warm compresses, rules for giving antipyretics according to body weight, danger signs of fever, and recommendations for when to take children to a health facility. Participants were also given the opportunity to carry out a simulation in managing fever in children to better understand practical actions after receiving the educational material.
Results: The educational activity using leaflets went smoothly and was well-received by all participants. It also successfully corrected several common misconceptions. For example, many participants initially believed that high fevers were always dangerous and required immediate medication. However, after further explanation, they understood that the primary focus is ensuring the child's comfort, adequate fluid intake, and monitoring for warning signs. Participants also understood that not all fevers require antibiotics, and that it is important not to give over-the-counter medications without a healthcare professional's recommendation. This positive impact was evident in the discussions, which gradually developed into a more accurate and rational understanding.
Conclusion: The educational activity on fever management in children successfully increased parents' understanding of how to manage fevers appropriately and safely. This educational activity also increased awareness and confidence in responding to fever incidents, such as excessive fear of fever, the correct use of compresses, and the appropriate dosage of antipyretics.
Suggestion: Health cadres are expected to conduct similar educational activities regularly and sustainably to strengthen the community's understanding of child health. For future research and programs, it is recommended that a quantitative evaluation of community knowledge be conducted through pre- and post-tests to measure the impact of the activities more objectively, thus enabling the development of future health education programs to be more targeted and effective in improving public health literacy.
Keywords: Fever in children; Fever management; Health education; Leaflets
Pendahuluan: Demam merupakan keluhan yang paling sering terjadi pada anak dan menjadi salah satu penyebab utama orang tua mencari pertolongan medis. Namun, banyak orang tua masih memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai cara penatalaksanaan demam di rumah, termasuk penggunaan kompres, pemberian antipiretik, serta pengenalan tanda bahaya. Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang merupakan wilayah dengan tingginya kasus anak yang mengalami demam sehingga diperlukan kegiatan edukasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penatalaksanaan demam yang benar, aman, dan sesuai anjuran tenaga kesehatan dengan media leaflet.
Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 19 November 2025 di Balai Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang. Dalam kegiatan ini melibatkan 30 orang partisipan yang merupakan orang tua dan memiliki anak balita, dan berdomisili di Kelurahan Pidada. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan accidental sampling, yaitu pemilihan peserta yang hadir dan bersedia mengikuti kegiatan pada waktu pelaksanaan. Penyampaian materi dilakukan dengan ceramah interaktif yang disertai diskusi tanya jawab. Media utama yang digunakan adalah leaflet edukatif yang berisi ringkasan materi mengenai penatalaksanaan demam pada anak, meliputi cara pemantauan suhu, langkah-langkah kompres hangat yang benar, aturan pemberian antipiretik sesuai berat badan, tanda bahaya demam, serta anjuran kapan membawa anak ke fasilitas kesehatan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi dalam melakukan penatalaksanaan demam pada anak agar lebih memahami tindakan praktik setelah menerima materi edukasi.
Hasil: Kegiatan edukasi dengan media leaflet berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh seluruh peserta. Kegiatan ini juga berhasil mengoreksi beberapa miskonsepsi umum yang banyak ditemui di masyarakat. Misalnya, banyak peserta yang awalnya percaya bahwa demam tinggi selalu berbahaya dan harus segera diturunkan dengan obat, namun setelah diberikan penjelasan, mereka memahami bahwa fokus utama adalah memastikan kenyamanan anak, kecukupan cairan, dan pemantauan tanda bahaya. Peserta juga memahami bahwa tidak semua demam memerlukan antibiotik, dan penting untuk tidak memberikan obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan. Dampak positif ini terlihat dari diskusi yang semakin berkembang ke arah pemahaman yang lebih benar dan rasional.
Simpulan: Kegiatan edukasi penatalaksanaan demam pada anak berhasil meningkatkan pemahaman orang tua tentang cara menangani demam secara tepat dan aman. Kegiatan edukasi ini juga meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri dalam menyikapi kejadian demam seperti ketakutan berlebihan terhadap demam, penggunaan kompres yang benar, serta pemberian antipiretik yang sesuai dosis.
Saran: Diharapkan kepada kader kesehatan untuk melakukan kegiatan edukasi serupa secara berkala dan berkelanjutan sehingga dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kesehatan anak. Untuk penelitian dan program selanjutnya, disarankan agar dilakukan evaluasi pengetahuan masyarakat secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test agar dampak kegiatan dapat diukur lebih objektif, sehingga pengembangan program edukasi kesehatan ke depan dapat lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Abate, B. B., Zemariam, A. B., Wondimagegn, A., Abebe, G. K., Araya, F. G., Kassie, A. M., & Bizuayehu, M. A. (2024). Knowledge, attitude and practice of home management of diarrhea among under-five children in East Africa: A systematic review and meta-analysis. Plos one, 19(2), e0298801.
AlAteeq, M. M., AlBader, B. O., Al-Howti, S. Y., Alsharyoufi, M., & Abdullah, J. B. (2018). Parent's knowledge and practice in home management of fever in their children in Riyadh, Saudi Arabia. Journal of Family Medicine and Primary Care, 7(5), 1012-1018.
American Academy of Pediatrics. (2021). Fever and Your Child. AAP Publications. Diakses dari: https://publications.aap.org/patiented/article-abstract/doi/10.1542/peo_document040/80029/Fever-and-Your-Child?redirectedFrom=fulltext
Ariani, M., Gaghauna, E. E., & Kurniawati, D. (2021). Edukasi dan Pelatihan Tata Laksana Demam pada Anak Kelurahan Manarap Lama Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Suaka Insan Mengabdi (Jsim), 3(2), 87-96.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2024. Diakses dari: https://dinkes.lampungprov.go.id/profil-kesehatan-provinsi-lampung-tahun-2024/
Elajez, R., Mohamed, A., Hamid, E., Alsharawy, K., Shurab, N., Mohamed, T., & Toaimah, F. (2021). Parents’ Knowledge Attitudes and Beliefs Regarding Fever in Children: A Cross-Sectional Study In Qatar. Acad J Ped Neonatol, 10(3), 555842.
Giguère, A., Légaré, F., Grimshaw, J., Turcotte, S., Fiander, M., Grudniewicz, A., & Gagnon, M. P. (2012). Printed educational materials: effects on professional practice and healthcare outcomes. Cochrane Database of Systematic Reviews, (10).
Herman, H., & Nurshal, D. (2017). The effect of health education to parent’s behavior on managing fever in children. International journal of research in medical sciences, 5(11), 4701-7.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Medis. IDAI. Diakses dari: https://www.idai.or.id/professional-resources/pedoman-konsensus/pedoman-pelayanan-medis
Irdawati, I. (2017). Kejang Demam dan Penatalaksanaannya. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 2(3).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/download/hqgn/
Purwandari, H., Purnamasari, M. D., & Alivian, G. N. (2016). Training manajemen demam di rumah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu/pengasuh. Jurnal Keperawatan Soedirman, 10(3), 167-177.
Purwanti, E., Sudiwati, N. L. P. E., & Maemunah, N. (2018). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Faktor Resiko Kejang Demam Dengan Kejadian Kejang Demam Pada Balita Dengan Febris Di Puskesmas Dinoyo Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 3(2).
Sirait, N. A. J., Rustina, Y., & Waluyanti, F. T. (2013). Pemberian informasi meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua dalam penanganan demam pada anak. Jurnal Keperawatan Indonesia, 16(2), 101-106.
Sullivan, J. E., & Farrar, H. C. (2011). Fever and antipyretic use in children. Pediatrics, 127(3), e20103852.
Rodríguez, M. G. V., & Martín, B. R. (2019). A qualitative study of parents’ conceptualizations on fever in children aged 0 to 12 years. International journal of environmental research and public health, 16(16), 2959.
World Health Organization. (2023). Integrated management of childhood illness: Guidelines for health workers. WHO Press. Diakses dari: https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and-ageing/child-health
Yuniati, F., Erwin, E., Shobur, S., Ardianty, S., & Sutrisno, S. (2025). Home fever management in children: a systematic review. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 14(1), 529.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








