Kegiatan peningkatan pengetahuan dan kemampuan kesiapsiagaan darurat bencana di Pondok Pesantren
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i9.1727
Bencana Pertolongan pertama Kesiapsiagaan darurat Pondok pesantren
Abstract
Background: Islamic boarding schools (pesantren), as boarding Islamic educational institutions, play a strategic role in shaping the character of their students (students). However, they face serious challenges related to disaster risks, particularly earthquakes and fires, due to overcrowding and a lack of mitigation systems. Jabal Noer Islamic Boarding School in Sidoarjo, located in an earthquake-prone zone and home to hundreds of teenage students, exhibits low levels of emergency preparedness, including first aid knowledge and skills. Given this high vulnerability, educational interventions in the form of emergency response and first aid training involving the entire Islamic boarding school community are needed to strengthen disaster response capacity and create a safe and prepared learning environment.
Purpose: To improve the knowledge and skills of students within Islamic boarding schools in disaster preparedness in the face of emergencies.
Method: The activity was held on July 21, 22, and 23, and August 2, 2025, at the Jabal Noer Islamic Boarding School, Geluran Taman, Sidoarjo Regency, East Java. Twenty-six participants, consisting of students and one security guard, were involved. The material was delivered through focus group discussions (FGDs) between D4 K3 lecturers and the boarding school administrators, who also formed the SIGAP cadre. Knowledge and skills were measured using a questionnaire, assessing participants' attendance, practical simulation skills, and students' socio-cultural involvement in the boarding school environment. A descriptive and quantitative evaluation was conducted by assessing the level of change in knowledge and skills before and after the educational activities (pre-test) and after the educational activities (post-test).
Results: Data obtained showed that the level of knowledge and skills of participants before the educational activities (pre-test) achieved an average score of 24.8 points with a standard deviation of 16.86, while the level of knowledge and skills of participants after the educational activities (post-test) achieved an average score of 74.0 points with a standard deviation of 16.07. The intervention improved participants' ability to practice basic skills such as cardiopulmonary resuscitation and minor injury management. The intervention also successfully formed SIGAP cadres and provided safety facilities, which overall strengthened the preparedness of the Islamic boarding school environment.
Conclusion: This community service activity successfully increased disaster preparedness capacity through the formation of SIGAP cadres and first aid training. The increased knowledge and skills of SIGAP cadres also made a positive contribution and strengthened the institution in disaster response, injury management, earthquake and fire preparedness, and disaster impact prevention.
Suggestion: SIGAP cadres are expected to conduct routine training and periodic simulations. It is also hoped that educational activities and training in disaster preparedness can be integrated into the extracurricular curriculum through collaboration with external institutions such as the Indonesian Red Cross and the Regional Disaster Management Agency.
Keywords: Disaster; Emergency preparedness; First aid; Islamic boarding schools
Pendahuluan: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berasrama memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter santri, namun menghadapi tantangan serius terkait risiko bencana, khususnya gempa bumi dan kebakaran, akibat kepadatan hunian dan minimnya sistem mitigasi. Pondok Pesantren Jabal Noer di Sidoarjo, yang berada di zona rawan gempa dan dihuni oleh ratusan santri remaja, menunjukkan rendahnya kesiapsiagaan darurat, termasuk pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Mengingat tingginya kerentanan tersebut, diperlukan intervensi edukatif berupa pelatihan tanggap darurat dan P3K yang melibatkan seluruh komunitas pesantren guna memperkuat kapasitas respon bencana, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan siaga.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kesiapsiagaan bencana pada santri di lingkungan Pondok Pesantren dalam menghadapi darurat bencana.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 21, 22, 23 Juli dan 2 Agustus 2025 di Pondok Pesantren Jabal Noer, Geluran Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Melibatkan 26 peserta yang terdiri dari santri dan satu petugas keamanan Pondok Pesantren. Materi disampaikan melalui focus group discussion (FGD) antara Dosen D4 K3 dan pengasuh pondok pesantren yang sekaligus membentuk kader SIGAP. Pengukuran tingkat pengetahuan dan kemampuan menggunakan media kuesioner dengan memberikan penilaian dari aspek kehadiran peserta, keterampilan praktis simulasi, dan keterlibatan sosial budaya santri di lingkungan pesantren. Sebagai evaluasi secara deskriptif dan kuantitatif adalah dengan melihat tingkat perubahan pengetahuan dan kemampuan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test).
Hasil: Mendapatkan data bahwa tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta sebelum kegiatan edukasi (pre-test) mendapatkan rerata skor 24.8 poin dengan standar deviasi 16.86, sedangkan tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta sesudah kegiatan edukasi (post-test) mendapatkan rerata skor 74.0 poin dengan standar deviasi 16.07. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mempraktikkan keterampilan dasar seperti resusitasi jantung paru dan penanganan cedera ringan. Intervensi juga berhasil membentuk kader SIGAP dan menyediakan fasilitas keselamatan, yang secara keseluruhan memperkuat kesiapsiagaan lingkungan pesantren.
Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan kader SIGAP dan pelatihan pertolongan pertama (P3K). Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader SIGAP juga memberikan kontribusi yang positif dan memperkuat institusi dalam menghadapi bencana, penanganan cedera, potensi gempa, kebakaran dan pencegahan dampak bencana.
Saran: Diharapkan kader SIGAP melakukan pelatihan rutin dan simulasi berkala. Diharapkan juga kegiatan edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana dapat di integrasikan ke dalam kurikulum ekstrakurikuler dengan melakukan kolaborasi pada lembaga eksternal seperti PMI dan BPBD.
Downloads
References
Amalia, C. Z. (2017). Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Jabal Noer Geluran Taman Sidoarjo Tahun 1992–2016 [Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya]. Diakses dari: http://digilib.uinsa.ac.id/21088/
Amiruddin, A., Anasril, A., & Munazar, M. (2024). Pemberdayaan Pesantren Tangguh Bencana di Pesantren Serambi Mekkah Aceh Barat. EJOIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(6), 970-975.
Atmojo, D. S., & Rahmawati, E. Q. (2023). Hubungan Pelatihan Berbasis Simulasi terhadap Self-Efficacy dan Kompetensi Relawan dalam Kegawatdaruratan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 71–75.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Infografis Kejadian Bencana Tahunan. Geoportal Data Bencana Indonesia. Diakses dari: https://gis.bnpb.go.id/
Bakhriansyah, H. M., Anhar, V. Y., Noor, I. H., Istiana, I., Yolanda, Z. W., Prahesti, A., Firdaus, M. F., Ridhani, G. A. A. K., & Saputra, M. N. D. (2025). Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Pada Sekolah. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Böttiger, B. W., & VanAken, H. (2015). Kids Save Lives: Training School Children in Cardiopulmonary Resuscitation Worldwide Is Now Endorsed by the World Health Organization (WHO). Resuscitation, 94, A5-A7.
Buston, E., Pardosi, S., & Efendi, P. (2021). Pengaruh Pelatihan terhadap Pengetahuan Kesiapsiagaan Manajemen Bencana pada Keluarga di Daerah Pesisir Pantai Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah (JAKIYAH), 6(2), 92-98.
Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter. Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 42-54.
Fitriani, Z. N., Lestantyo, D., & Wahyuni, I. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat PT. Apac Inti Corpora Semarang (Studi pada Bagian Spinning IV OE). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(4), 166-172.
Hadi, H., Agustina, S., & Subhani, A. (2019). Penguatan Kesiapsiagaan Stakeholder dalam Pengurangan Risiko Bencana Gempabumi. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 3(1), 30-40.
Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2020). Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 868.
Kharisna, D., Wardah, W., & Aryatiningsih, D. A. (2023). Pemberdayaan Kader SIGAB sebagai Upaya Peningkatan Mitigasi Bencana Santri. Jurnal Peduli Masyarakat, 5(3), 681-690.
Kurniawati, F., Idris, D. N. T., Cahyani, D. Y. A. A., & Mahanani, S. (2025). Edukasi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah di SD Emaus Kabupaten Kediri. IHLJ: Indonesian Health Literacy Journal, 2(2), 82-89.
Miriyanto, P. A. D., Rosyida, I. A., Rahayu, S., Rofiah, L., Rohaniah, T. P., Hasanah, Y. R., & Salam, A. Y. (2020). First Aid Training Camp sebagai Upaya Membentuk Remaja Desa Siap Siaga Bencana. J-PENGMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), 4(1), 14-23.
Prajayanti, E. D., Susilowati, T., & Rahmawati, D. N. (2023). Edukasi Mitigasi Bencana dengan Metode Peer Group pada Warga Desa Kwarasan Kecamatan Grogol. DEDIKASI SAINTEK: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 87-96.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. (2025). Kajian Kejadian Gempa Bumi & Tsunami. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Diakses dari: https://vsi.esdm.go.id/kajian-kejadian
Pusponegoro, A. D., & Sujudi, A. (2016). Kegawatdaruratan dan Bencana: Solusi dan Petunjuk Teknis Penanggulangan Medik & Kesehatan. Jakarta: Rayyana Komunikasindo.
Ramadhani, M. A. (2022, 5 April). Pesantren: Dulu, Kini, dan Mendatang. Kementerian Agama Republik Indonesia. Diakses dari: https://kemenag.go.id/opini/pesantren-dulu-kini-dan-mendatang-ft7l9d
Roza, A., Marlita, L., Fitri, A., Susanti, L., & Sari, T. W. (2024). Pemberdayaan Siswa sebagai Peer Educator dalam Mengoptimalisasi Kejadian Gawat Darurat. Jurnal Salingka Abdimas, 4(2), 100-105.
Siregar, F. M., & Sukiandra, R. (2020). Pemberdayaan Kader Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) dalam Penanganan Kegawatdaruratan di Pondok Pesantren Jabal Nur Kandis Kabupaten Siak Riau. Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 469 - 476.
Sujarwadi, M., Zuhroidah, I., Toha, M., & Huda, N. (2021). Pemberdayaan Guru Pembina PMR dan Santri melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(5), 1237-1242.
Sumargi, A. M., Kurniawan, Y., Sasongko, J. W., & Simanjuntak, E. (2005). Apa yang Diketahui Anak-Anak Sekolah Dasar tentang Keselamatan Dirinya: Studi Pendahuluan tentang Pemahaman akan Keselamatan Diri. INSAN Media Psikologi, 7(3), 226-249.
Wirawan, N., Waryantini, W., Safari, G., Sidiq, R. F., & Ruby, D. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10–11 MA mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah. Healthy Journal, 12(2), 122-133.
Zainabiyyi, S. Z. S. (2025). Implementasi Pengelolaan Kebijakan Pesantren dalam Mewujudkan Pesantren Ramah Anak (PRA) di Pondok Pesantren Alhamdulillah Rembang [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang]. Diakses dari: http://etheses.uin-malang.ac.id/80792/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








