Penyuluhan kesehatan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v2i1.172
Penyuluhan Kesehatan Kesehatan Alat Reproduksi
Abstract
Pendahuluan: Sistem Reroduksi Pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria, Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistim reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. - Remaja atau adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh ka arah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis
Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
Hasil: Responden memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
Simpulan: responden dapat mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
Downloads
References
Aisyaroh, N., Kebidanan, S. P. P. D. I., & Unissula, F. I. K. (2010). Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung. Universitas Sultan Agung.
Amin, T. M. (2014). Pengetahuan Dan Pemahaman Akan Pentingnya Kebersihan Alat Vital Wanita Sebagai Pencegah Kanker Serviks. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 3(01), 28-31.
Cakir M, Mungan I, Karakas T, Girisken I, Okten A. Menstrual pattern and common menstrual disorders among university students in Turkey. Pediatrics International. 2007 [disitasi 21 Januari 2009] 49(6):938-42.
Delvia, S. (2016). Keluhan pada Genetalia Eksternal Ditinjau dari Pengetahuan dan Personal Hygiene Pada Siswi SMA. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), Hal-47.
Lestari, I. S. (2016). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesediaan WUS Dalam Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Di Puskesmas Manahan Surakarta.
Marhaeni, G. A. (2016). Keputihan pada wanita. Jurnal Skala Husada: The Journal of Health, 13(1).
Mukti, P. (2014). Faktor risiko kejadian endometriosis. Unnes journal of public health, 3(3).
Sianipar, O., Bunawan, N. C., Almazini, P., Calista, N., Wulandari, P., Rovenska, N., ... & Suarthana, E. (2009). Prevalensi gangguan menstruasi dan faktor-faktor yang berhubungan pada siswi SMU di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur. Majalah Kedokteran Indonesia, 59(7), 308-13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








