Kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan pemanfaatan lahan pekarangan (BUNZIKA SEHAT)

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i8.1526

Authors

  • Dina Amilia Sari Universitas Malahayati
  • Shafa Annisa Rembulan Universitas Malahayati
  • Dewi Fadilasari Universitas Malahayati

Gizi seimbang Pemberdayaan masyarakat Pekarangan rumah Stunting

Abstract

Background: Stunting remains a chronic nutritional problem in Indonesia, particularly in rural areas, impacting children's physical growth, cognitive development, and future productivity. According to the 2024 National Child Health Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Indonesia reached 19.8%, still above the WHO threshold of 20%. One strategy for preventing stunting is utilizing home gardens as a source of nutritious food.

Purpose: To determine the implementation of the BUNZIKA SEHAT outreach program in improving community knowledge and skills in utilizing home gardens as a stunting prevention effort.

Method: The activity was conducted in Padang Ratu Village, Wonosobo District. Nineteen participants participated, consisting of housewives and integrated health post (Posyandu) cadres in Padang Ratu Village, Wonosobo District. The selection of participants focused on families with toddlers or those at risk of malnutrition. Interventions were conducted through outreach, training, and mentoring.

Results: The implementation showed an increase in participant knowledge, from 89.5% in the good category in the pre-test to 100% in the post-test. The interactive lecture, discussion, and hands-on practice methods proved effective in improving community understanding and skills.

Conclusion: The BUNZIKA SEHAT program successfully increased community knowledge and skills in utilizing home gardens, promoted family food security, and can be used as a model for community empowerment to sustainably prevent stunting.

Suggestion: The BUNZIKA SEHAT program can be used as a model for community empowerment in a broader area and can be implemented sustainably. Village governments are also expected to provide support by providing seeds, fertilizer, and regular mentoring to ensure program sustainability.

Keywords: Balanced nutrition; Community empowerment; Home gardens; Stunting

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, terutama di wiayah pedesaan, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Berdasarkan SSGI (2024) prevalensi stunting di Indonesia mencapau 19.8%, masih di atas ambang batas masalah kesehatan menurut WHO sebesar 20%. Salah satu strategi pencegahan stunting aalah melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi.

Tujuan: Untuk mengetahui implementasi penyuluhan BUNZIKA SEHAT dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan rumah sebagai upaya pencegahan stunting.

Metode: Kegiatan dilaksanakan di Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo. Peserta dalam kegiatan ini adalah 19 orang, yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader posyandu di Pekon Padang Ratu, Kecamatan wonosobo. Pemilihan peserta difokuskan pada keluarga yang memiliki anak balita atau berisiko mengalami kekurangan gizi. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan.

Hasil: Pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserra dari 89.5% berada dalam kategori baik pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat.

Simpulan: Program BUNZIKA SEHAT berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyrakat dalam pemanfaatan pekarangan rumah, mendorong ketahanan pangan keluarga, dan dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Saran: Program BUNZIKA SEHAT dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat untuk wilayah yang lebih luas dan dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah pekon juga diharapkan memberikan dukungan melalui penyediaan bibit, pupuk, serta pendampingan rutin sehingga keberlanjutan program lebih terjamin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pangan Nasional. (2020). Bertani di Pekarangan, Kuatkan Ketahanan Pangan Keluarga. Diakses dari: https://badanpangan.go.id/blog/post/bertani-di-pekarangan-kuatkan-ketahanan-pangan-keluarga

Badi’ah, A., & Kp, S. (2023). Pendidikan Kesehatan dan Konsultasi Gizi. Ilmu Gizi dan Pangan (Teori dan Penerapan), 89.

Bahua, M. I., Musa, N., & Irsan, L. M. (2024). Pengelolaan rumah pangan lestari dalam pencegahan stunting pada rumah tangga petani. Jurnal Abditani, 7(2), 143-149.

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., Horton, S., ... & Black, R. E. (2013). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: what can be done and at what cost?. The lancet, 382(9890), 452-477.

Hidayatillah, Y., AR, M. M., Astuti, Y. P., & Kumala, R. S. D. (2023). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting Desa Aenganyar Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(05), 1195-1201.

Kadir, R., & Lantowa, J. (2019). Strategi Pencegahan Stunting melalui Rumah Desa Sehat dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah di Desa Karya Indah Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 8(1), 73-86.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk Pada Balita. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/186

Kompas. (2025). Menkes: Angka Stunting Nasional 2024 Turun Jadi 19,8 Persen, Lampaui Target. Kompas.com/News/Nasional. Diakses dari: https://nasional.kompas.com/read/2025/07/01/16095161/menkes-angka-stunting-nasional-2024-turun-jadi-198-persen-lampaui-target

Kusumaningtyas, K. R. A. D. (2024). Kajian Proporsi Tepung (Terigu, Garut, dan Kedelai) dengan Penambahan Campuran Bubuk Daun (Kelor dan Bayam) terhadap Karakteristik Bagelen (Doctoral dissertation, UPN Veteran Jawa Timur).

Laenggeng, A. H., Setyorini, D., & Sabran, M. (2023). Pelatihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Taman Gizi Keluarga Untuk Mencegah Resiko Stunting Masyarakat Kelurahan Layana Indah Kecamatan Mantikulore Palu. Abdimas Galuh, 5(2), 1670-1677.

Lefubun, M. L., Damanik, I. P., & Leatemia, E. D. (2023). Analisis Pemanfaatan Pekarangan Rumah Dalam Penurunan Stunting di Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Media Agribisnis, 7(2), 151-167.

Luthfiya, R. G., & Zuraida, R. (2022). Pengaruh Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Terhadap Kejadian Stunting. Medical Profession Journal of Lampung, 12(4), 652-658.

Purwantini, T. B. (2012). Potensi dan prospek pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. In Forum penelitian agro ekonomi (Vol. 30, No. 1, pp. 13-30).

Rahmawati, A. I., Indria, D. M., & Fauziyah, S. (2025). Tinggi Badan Dan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Sebagai Indikator Resiko Stunting Pad Anak Usia 6-60 Bulan. Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine), 13(1).

Rosida, D. F., Priyadarshini, R., Lestari, W. D., Safeyah, M., & Achmad, Z. A. (2024). Tantangan Konvergensi Intervensi Spesifik Dan Sensitif Dalam Penurunan Angka Stunting Oleh Perguruan Tinggi.

Simanjorang, T. M., Parera, W. P., Lawalata, M., Turukay, M., Adams, F. P., & Tiven, N. C. (2023). Edukasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber bahan pangan dan gizi tambahan untuk pencegahan stunting di kota ambon. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 51-56.

Suaebah, S., & Awaludin, R. (2023). Pencegahan Stunting Secara Dini Melalui Sosialisasi Pola Makan Keluarga Di Desa Segendong, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Bina Bahari, 2(1), 24-32.

World Health Organization. (2019). Nutrition landscape information system (NLiS): Nutrition and Food Safety. Diakses dari: https://www.who.int/teams/nutrition-and-food-safety/databases/nutrition-landscape-information-system

World Health Organization. (2019). The state of food security and nutrition in the world 2019: safeguarding against economic slowdowns and downturns (Vol. 2019). Food & Agriculture Org.

Downloads

Published

24.10.2025