Asuhan keperawatan bersihan jalan nafas dengan fisioterapi dada dan batuk efektif pada pasien tuberculosis paru
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i7.1440
Asuhan keperawatan Batuk efektif Fisioterapi dada Tuberculosis paru
Abstract
Background: Pulmonary tuberculosis is a highly contagious disease that most commonly affects the lungs. The Lampung Provincial Health Office estimates that there will be 7,325 cases of pulmonary tuberculosis in 2024, with 5,605 cases treated. Meanwhile, the number of pulmonary tuberculosis cases in Bandar Lampung increased from 2020 to 2022. In 2020, there were 16,753 cases, 21,426 cases in 2021, and 25,403 cases in 2022. The Case Detection Rate (CDR) in Bandar Lampung City was 41% in 2020, 45% in 2021, and 40% in 2022. These figures are still below the national target of 90%.
Purpose: To analyze nursing care for pulmonary tuberculosis patients with ineffective airway clearance using chest physiotherapy and effective coughing interventions.
Method: A descriptive study using a case study approach to explore the problem of ineffective airway clearance nursing care in pulmonary tuberculosis patients using chest physiotherapy and effective coughing interventions in the community in Pesawaran Regency, Lampung Province. The instruments used were observation sheets, SOPs for chest physiotherapy and effective coughing. The intervention was carried out twice a day (morning and afternoon) for 3 consecutive days.
Results: Respondent 1's SpO2 increased from 95% to 98%, while respondent 2's SpO2 remained stable and high, from 99% to 98%. Respondent 1's respiratory rate decreased from 24x/minute to 18x/minute, and respondent 2's respiratory rate decreased from 26x/minute to 20x/minute. Respondents 1 and 2 experienced a decrease in sputum volume to 30 cc.
Conclusion: Implementing nursing interventions with chest physiotherapy and effective coughing techniques for three consecutive days effectively addressed the problem of ineffective airway clearance, normalized respiratory frequency, eliminated rhonchi, and kept SpO2 within normal limits, as well as reduced sputum production in patients with pulmonary tuberculosis.
Suggestion: Healthcare facilities such as hospitals are expected to increase the routine implementation of chest physiotherapy and effective coughing techniques in the management of patients with pulmonary tuberculosis, especially those experiencing ineffective airway clearance.
Keywords: Chest physiotherapy; Effective cough; Nursing care; Pulmonary tuberculosis
Pendahuluan: Penyakit tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya dan paling sering diserang adalah paru-paru. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengestimasikan jumlah kasus tuberculosis paru pada tahun 2024, estimasi kasus tuberculosis paru sebanyak 7.325 kasus dan terobati sejumlah 5.605 kasus. Sedangkan jumlah kasus tuberculosis paru di Bandar Lampung mengalami kenaikan dari tahun 2020-2022. Pada tahun 2020 sebesar 16.753 kasus, tahun 2021 sebesar 21.426 kasus dan tahun 2022 sebesar 25.403 dengan angka Case Detection Rate (CDR) di Kota Bandar Lampung tahun 2020 sebesar 41%, tahun 2021 sebesar 45% dan tahun 2022 sebesar 40% angka tersebut masih di bawah target Nasional yaitu 90%.
Tujuan: Untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien tuberculosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif menggunakan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif.
Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru dengan menggunakan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif pada masyarakat di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, SOP fisioterapi dada dan batuk efektif. Intervensi dilakukan 2 kali dalam sehari (Pagi dan sore) selama 3 hari berturut-tururt.
Hasil: Menunjukkan bahwa SPO2 pada responden 1 mengalami peningkatan dari 95% menjadi 98%, sedangkan responden 2 mengalami hasil yang stabil dan tinggi dari 99% menjadi 98%. Sedangkan hasil frekuensi pernafasan pada responden 1 turun dari (24x/menit) menjadi (18x/menit) dan responden 2 mengalami penurunan dari (26x/menit) menjadi (20x/menit). Responden 1 dan responden 2 mengalami penurunan volume sputum menjadi 30 cc.
Simpulan: Implementasi keperawatan dengan tindakan fisioterapi dada dan teknik batuk efektif selama 3 hari erturut-turut efektif mampu mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas, menormalkan frekfensi pernafasan, menghilangkan suara ronchi, SpO2 dalam batas normal dan menurunkan pengeluaran sputum pada pasien tuberculosis paru.
Saran: Diharapkan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dapat meningkatkan penerapan intervensi fisioterapi dada dan teknik batuk efektif secara rutin dalam penatalaksanaan pasien tuberculosis paru, khususnya yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2025). Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Lampung 2024. Vol.15. Diakses dari: https://web-api.bps.go.id/download.php?f=ZlQp+
Fadillah, L., & Supriyadi, A. (2023). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Tuberkulosis Paru (A Case Report). Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(8), 3109-3114.
Fatimah, S., & Syamsudin, S. (2019). Penerapan Teknik Batuk Efektif Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas pada Tn. M dengan Tuberkulosis. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 5(1), 26-30.
Fauziah, P., Rohmah, M., & Fuadah, S. (2024). Efektifitas Intervensi Pemberian Fisioterapi Dada Terhadap Peningkatan Bersihan Jalan Nafas Di Rs An-Nisa Kota Tangerang. Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(4), 91-100. Diakses dari:
https://ejournal.warunayama.org/index.php/
Febriyani, M., Faradisi, F., & Fajriyah, N. N. (2021, December). Penerapan Fisioterapi Dada dan Batuk Efektif Terhadap Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Tuberculosis Paru. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan (Vol. 1, pp. 1706-1712).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Tuberculosis. Jakarta: Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Gerakan Indonesia Akhiri TBC. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/indonesias-movement-to-end-tb
Kurnia, N., Fitri, N. L., & Purwono, J. (2021). Penerapan Fisoterapi Dada Dan Batuk Efektif Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 204-208.
Kurniasih, E., & Daris, H. (2017). Buku Ajar : Gangguan Sistem Pernafasan. Diakses dari: https://www.repo.akperngawi.ac.id/hamidatus_daris_saadah/BUKU_GG%20SISTEM%20PERNAFASAN.pdf
Munikah, S. (2019). Aplikasi Fisioterapi Dada Untuk Mengatasi Masalah Bersihan Jalan Napas Pada Anak (Doctoral dissertation, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang).
Oktaviani, S. D., Sumarni, T., & Supriyanto, T. (2023). Studi Kasus Implementasi Batuk Efektif pada Pasien dengan Tuberkulosis Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 875-880.
Puspitasari, F., Purwono, J., & Immawati, I. (2021). Penerapan teknik batuk efektif untuk mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 230-235.
Rofii, M., Warsito, B. E., Santoso, A., & Ulliya, S. (2018). Diagnosa keperawatan yang sering ditegakkan perawat pada pasien tuberkulosis paru di rumah sakit. Jurnal kepemimpinan dan manajemen keperawatan, 1(2), 1-8.
Saini, S., & Yakub, A. S. (2024). Penerapan Teknik Batuk Efektif Untuk Meningkatkan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Pasien Tuberkulosis Paru: Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 15(2), 242-247.
Santana, A. C., (2019). Pengelolaan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas pada Tn. M dengan Tuberculosis Paru di Ruang Dahlia RSUD Ungaran (Doctoral dissertation, Universitas Ngudi Waluyo). Diakses dari: https://repository2.unw.ac.id/148/2/MANUSKRIP.pdf
Sitorus, E. D., Lubis, R. M., & Kristiani, E. (2018). Penerapan batuk efektif dan fisioterapi dada pada pasien tb paru yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas di rsud koja jakarta utara. Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, 4(2).
Suhanda, P., & Rusmana, M. (2014). Efektifitas fisioterapi dada dan batuk efektif pasca nebulasi terhadap bersihan jalan nafas pada pasien tb paru di Rsu Tangerang. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 1(2), 87-94.
Tahir, R., Imalia, D. S. A., & Muhsinah, S. (2019). Fisioterapi Dada Dan Batuk Efektif Sebagai Penatalaksanaan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien TB Paru Di RSUD Kota Kendari. Health Information: Jurnal Penelitian, 11(1), 20-25.
Widodo, W., & Pusporatri, S. D. (2020). Literatur Review: Penerapan Batuk Efektif Dan Fisioterapi Dada Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Klien Yang Mengalami Tuberculosis (Tbc). Nursing Science Journal (NSJ), 1(2), 1-5.
World Health Organization. (2025). Global Tuberculosis Report 2024. Diakses dari: https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








