Terapi dengan aroma lavender pada gangguan pola tidur lansia di Desa Sukajaya Lempasing Pesawaran
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i7.1439
Aromaterapi lavender Gangguan pola tidur Lansia
Abstract
Background: The aging process in older adults (60 years and older) reduces biological, psychological, and social functioning, increasing susceptibility to infection, cognitive impairment, and disrupted sleep patterns, which negatively impact quality of life. In Lampung Province, 70% of social care residents reported difficulty initiating and maintaining sleep. Although sleeping pills are effective in the short term, the risk of dependency and side effects encourage the use of non-pharmacological interventions. Lavender aromatherapy, with its antiseptic and relaxing properties, has been shown to be effective in reducing the severity of insomnia in older adults. A pre-survey in Sukajaya Lempasing Village confirmed that 70% of older adults experience sleep disorders, underscoring the need for integrated interventions to improve sleep quality and quantity.
Purpose: To provide an overview of nursing care using lavender aromatherapy interventions for older adults experiencing sleep disorders.
Method: The study was conducted from June 26 to July 3, 2025, in Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, Lampung. Two elderly individuals were selected as respondents based on inclusion and exclusion criteria. The lavender aromatherapy intervention was administered for seven days, accompanied by family support, and face-to-face meetings on the first and eighth days. The study used a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through assessments, interviews, and observations using observation sheets and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed descriptively to compare pre- and post-intervention scores.
Results: The lavender aromatherapy intervention demonstrated improved sleep quality in both respondents, with a decrease in sleep disturbance scores from poor to good: Respondent 1 decreased from 17 to 7, and Respondent 2 decreased from 16 to 6.
Conclusion: Seven days of lavender aromatherapy proved effective as a non-pharmacological independent nursing intervention, resulting in a decrease in sleep disturbance scores in the elderly from poor to good, an increase in sleep duration to 6–7 hours per day, and improvements in symptoms and relaxation.
Suggestion: Lavender aromatherapy should be integrated into nursing practice for older adults with sleep disorders through relaxation education, sleep environment management, regular monitoring, and family involvement for long-term effectiveness.
Keywords: Elderly; Lavender aromatherapy; Sleep pattern disorders
Pendahuluan: Proses penuaan pada lansia (≥ 60 tahun) menurunkan fungsi biologis, psikologis, dan sosial, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, gangguan kognitif, dan gangguan pola tidur yang berdampak negatif pada kualitas hidup. Di Provinsi Lampung, 70% penghuni panti sosial melaporkan kesulitan memulai dan mempertahankan tidur. Meski obat tidur efektif jangka pendek, risiko ketergantungan dan efek samping mendorong penggunaan intervensi nonfarmakologis. Aromaterapi lavender, dengan sifat antiseptik dan relaksasi, terbukti efektif menurunkan keparahan insomnia lansia. Presurvei di Desa Sukajaya Lempasing mengonfirmasi bahwa 70% lansia mengalami gangguan tidur, menegaskan kebutuhan intervensi terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur lansia.
Tujuan: Memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan dengan intervensi aromaterapi lavender pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni–3 Juli 2025 di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran, Lampung. Dua lansia dipilih sebagai responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi aromaterapi lavender diberikan selama tujuh hari dengan pendampingan keluarga, serta pertemuan tatap muka pada hari pertama dan kedelapan. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test & post-test, data dikumpulkan melalui pengkajian, wawancara, dan observasi menggunakan lembar observasi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua responden setelah intervensi aromaterapi lavender, dengan penurunan skor gangguan tidur dari kategori buruk menjadi baik: Responden 1 dari skor 17 menjadi 7, dan Responden 2 dari skor 16 menjadi 6.
Simpulan: Aromaterapi lavender selama tujuh hari terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan mandiri nonfarmakologis, dengan hasil penurunan skor gangguan tidur lansia dari kategori buruk menjadi baik, peningkatan durasi tidur menjadi 6–7 jam per hari, serta perbaikan keluhan dan relaksasi.
Saran: Aromaterapi lavender perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan lansia dengan gangguan tidur melalui edukasi relaksasi, pengelolaan lingkungan tidur, pemantauan berkala, dan keterlibatan keluarga untuk efektivitas jangka panjang.
Downloads
References
Andini, A., Salmah, S., Mariana, D., Parmadani, I., & Tiara, T. (2024). Pendidikan Kesehatan tentang Nutrisi pada Lansia dan Permasalahannya mengenai Kesehatan Lansia. JPMI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Munandar Membangun Indonesia, 1(1), 1-3.
Bandiyah, S. (2015). Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2016. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Diakses dari: https://dinkes.lampungprov.go.id/download/profil-kesehatan-provinsi-lampung-2016/
Isna, N. I. (2019). Penerapan Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur Lansia di Desa Jetak Jembungan Banyudono Boyolali [Karya tulis ilmiah Diploma III, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta]. Diakses dari: http://eprints.aiska-university.ac.id/id/eprint/1039/
Junita, E., Virgo, G., & Putri, A. D. (2020). Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lavender terhadap Insomnia pada Lansia di Desa Koto Tuo Wilayah Kerja Puskesmas 2 XIII Koto Kampar. Jurnal Ners Universitas Pahlawan, 4(2), 116-121.
Koensoemardiyah, K. (2009). A-Z Aromaterapi untuk Kesehatan, Kebugaran, dan Kecantikan. Yogyakarta: Lily Publisher.
Kurnia, A. D., Wardhani, V., & Rusca, K. T. (2009). Aromaterapi Bunga Lavender Memperbaiki Kualitas Tidur pada Lansia. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 25(2), 83-86.
Lestari, Y. T., & Rodiyah, R. (2016). Pengaruh Pemberian Lavender Aromatherapy terhadap Penurunan Insomnia pada Lanjut Usia di UPT Panti Werdha Mojopahit Mojokerto: The Effect of Giving Lavender Aromatherapy to Reduction Insomnia for the Elderly People at UPT Panti (The Nursing Home) Werdha Mojopahit Mojokerto. JIKep: Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 2(1), 15-22.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Novianty, F. P. (2014). Pengaruh Terapi Musik Keroncong dan Aroma Terapi Lavender (Lavandula angustifolia) terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta [Skripsi sarjana, STIKES Kusuma Husada Surakarta]. Diakses dari: https://digilib.ukh.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=01-gdl-fefiputrin-567
Oktantri, H. (2023). Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Gangguan Pola Tidur melalui Penerapan Terapi Murottal Al-Quran dan Aromaterapi Lavender di Desa Wero Kecamatan Gombong [Karya ilmiah akhir profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Gombong]. Repository Universitas Muhammadiyah Gombong. Diakses dari: https://repository.unimugo.ac.id/2723/
Pasaribu, L. A. (2020). Pengaruh Relaksasi Aromaterapi Lavender terhadap Lama Persalinan Kala I dan II pada Primigravida di Rumah Sakit Panglima Sebaya Tahun 2020 [Skripsi sarjana, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur]. Diakses dari: https://repository.poltekkes-kaltim.ac.id/1042/
Pemerintah Republik Indonesia. (2004). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 144.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2022). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta: DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Pribadi, T. (2017). Hubungan Peran Keluarga dengan Depresi pada Lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015. Holistik Jurnal Kesehatan, 11(2), 82-89.
Prima, R., & Oktarini, S. (2021). Pengaruh Aroma Terapi Lavender terhadap Kualitas Tidur Lansia. JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan), 5(2), 319-324.
Putra, I. D. (2018). Pengaruh Rendaman Air Hangat pada Kaki Sebelum Tidur terhadap Insomnia. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 1(2), 12-16.
Rakasiwi, D. W. (2018). Gambaran Umum Keluhan Fisik yang Dialami Lanjut Usia di Desa Karangasem Kecamatan Laweyan Kota Surakarta [Skripsi sarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. Repository Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diakses dari: https://eprints.ums.ac.id/71661/
Rimbun, L. R., & Elviana, F. (2024). Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Istirahat Tidur dengan Pemberian Aroma Terapi Lavender terhadap Insomnia pada Lansia. Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras, 6(2), 22-31.
Riswanto, A. R., Wulandari, I. S., & Adi, G. S. (2021). Bantal Terapi Lavender Berpengaruh terhadap Kualitas Tidur Lansia. Jurnal Keperawatan, 13(1), 29-38.
Rozi, F. (2022). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Perubahan Insomnia pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi [Skripsi Sarjana, Universitas Aufa Royhan]. Repository Universitas Aufa Royhan. Diakses dari: https://repository.unar.ac.id/jspui/handle/123456789/5411
Sari, D., & Leonard, D. (2018). Pengaruh Aroma Terapi Lavender terhadap Kualitas Tidur Lansia di Wisma Cinta Kasih. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 3(1), 121-130.
Subekti, R. T., & Nina, R. (2022). Pengaruh Senam Lansia terhadap Kualitas Tidur pada Lansia. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 10(2), 110-120.
Sudargo, T., Aristasari, T., ‘Afifah, A., Prameswari, A. A., Ratri, F. A., & Putri, S. R. (2021). Asuhan Gizi pada Lanjut Usia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sunaryo, S., Wijayanti, R., Kuhu, M. M., Sumedi, T., Widayanti, E. D., Sukrillah, U. A., Riyadi, S., & Kuswati, A. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Zulkifli, Z., Adriani, L., & Putri, A. R. (2023). Efektivitas Aroma Terapi Lavender terhadap Gangguan Pola Tidur pada Lansia. Darussalam Indonesian Journal of Nursing and Midwifery, 5(1), 53-62.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








