Peningkatan kesadaran masyarakat tentang diabetes mellitus melalui edukasi: Kenali, Cegah, Lawan sejak dini

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i6.1370

Authors

  • Sibrina Sibrina Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Dharina Baharuddin Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Rinandar Rinandar Universitas Muhammadiyah Aceh

Diabetes mellitus Edukasi kesehatan Kesadaran masyarakat Pencegahan dini

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a rising global prevalence and is a serious problem in Indonesia, including in rural areas. Low public awareness of risk factors, symptoms, and prevention is a major challenge. Community-based health education has proven effective in increasing knowledge and preventive behaviors. Therefore, an educational intervention was conducted in Kuta Krueng Village to improve public health literacy about diabetes and encourage healthy lifestyle changes.

Purpose: To increase community knowledge in identifying and anticipating diabetes mellitus.

Methods: The activity was conducted in Kuta Krueng Village, Pidie Jaya, on July 5, 2025, from 9:30 a.m. to 11:30 a.m. WIB, with 30 respondents participating in educational activities and health screenings. This activity used a one-group pre-test and post-test design, with the intervention providing education on recognizing, preventing, and anticipating diabetes mellitus early. Analysis of pre-test and post-test questionnaire data was used to systematically measure changes in community knowledge following the education.

Results: The mean age of participants was 37.6 years, with a standard deviation of 13.3 years, and they ranged from 20 to 60 years. The majority of participants were aged 30 to 39, with 10 (33.3%). Most participants were female, with 22 (73.3%). The highest level of education for participants was junior high school or high school, with 17 (56.7%), and the majority of participants were married, with 18 (60.0%). There was an increase in participants' knowledge level, from 5 (16.7%) to 18 (60.0%). The average knowledge score increased to 11.73 after education, with a mean difference of -3.13 and a p-value of 0.000.

Conclusion: Diabetes mellitus education activities have been shown to significantly increase participants' knowledge and broaden their understanding of the definition, etiology, risk factors, and prevention, as well as encourage behavioral changes towards a healthy lifestyle. With its easy-to-understand methods, this program is worthy of being used as a model for preventive and promotive education in efforts to control non-communicable diseases in other regions.

Suggestion: Diabetes mellitus education needs to be continued and expanded to high-prevalence areas, involving health workers, cadres, and community leaders. The material should be tailored to the local context, delivered in an engaging manner, and supported by ongoing monitoring through Posbindu (Community Health Posts) and routine check-ups to foster a community that is aware and independent in diabetes prevention.

Keywords: Diabetes mellitus; Early prevention; Health education; Public awareness

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi global yang terus meningkat dan menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang faktor risiko, gejala, dan pencegahan menjadi tantangan utama. Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan. Oleh karena itu, dilakukan intervensi edukatif di Desa Kuta Krueng untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tentang diabetes dan mendorong perubahan gaya hidup sehat.

Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi tentang kejadian  diabetes melitus.

Metode: Kegiatan dilaksanakan di Desa Kuta Krueng, Pidie Jaya, tanggal 5 Juli 2025, dimulai pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB, dengan responden sebanyak 30 orang yang mengikuti kegiatan edukatif dan skrining kesehatan. Kegiatan ini menggunakan disain one grup pre-test dan post-test dengan intervensi berupa pemberian edukasi tentang mengenali, cara mencegah dan mengantisipasi kejadian diabetes melitus sejak dini. Analisa data kuesioner pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur secara sistematis perubahan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan edukasi.

Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata peserta adalah 37.6 tahun, dengan standar deviasi 13.3 tahun, dan dalam rentang usia 20-60 tahun. Mayoritas peserta berusia 30-39 tahun yaitu sebanyak 10 (33.3%). Sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan sebesar 22 (73.3%). Tingkat pendidikan terakhir peserta paling banyak pada SMP–SMA yaitu 17 (56.7%), dan sebagian besar peserta dengan status menikah 18 (60.0%). Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan para peserta dalam kategori baik yaitu dari 5 (16.7%) menjadi 18 (60.0%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat menjadi 11.73 setelah edukasi, dengan selisih rata-rata sebesar -3.13 dan mendapatkan pValue=0.000.

Simpulan: Kegiatan edukasi diabetes mellitus terbukti secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan memperluas pemahaman peserta tentang definisi, etiologi, faktor risiko, dan pencegahan, serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat. Dengan metode yang mudah dipahami, program ini layak dijadikan model edukasi preventif dan promotif dalam upaya penanggulangan penyakit tidak menular di wilayah lain.

Saran: Edukasi diabetes mellitus perlu dilanjutkan dan diperluas ke wilayah prevalensi tinggi dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat; materi disesuaikan konteks lokal, disampaikan secara menarik, serta didukung pemantauan berkelanjutan melalui Posbindu dan pemeriksaan rutin untuk membentuk masyarakat yang sadar dan mandiri dalam pencegahan diabetes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alkaff, F. F., Illavi, F., Salamah, S., Setiyawati, W., Ramadhani, R., Purwantini, E., & Tahapary, D. L. (2021). The Impact of the Indonesian Chronic Disease Management Program (PROLANIS) on Metabolic Control and Renal Function of Type 2 Diabetes Mellitus Patients in Primary Care Setting. Journal of Primary Care & Community Health, 12, 1-10.

Faradisa, E., Kusumawati, M. W., & Yuliningsih, E. (2025). Peningkatan Kesadaran dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Diabetes Melitus Tipe II Melalui Edukasi Kesehatan. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 8(2), 239-244.

Hameed, A., Mojsak, P., Buczynska, A., Suleria, H. A. R., Kretowski, A., & Ciborowski, M. (2020). Altered Metabolome of Lipids and Amino Acids Species: A Source of Early Signature Biomarkers of T2DM. Journal of Clinical Medicine, 9(7), 2257.

Hidayat, A. R., Hanipah, H., Nurjanah, A., & Farizki, R. (2021). Upaya untuk Mencegah Penyakit Diabetes pada Usia Dini. Jurnal Forum Kesehatan: Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 11(2), 63-69.

Idris, H., Hasyim, H., & Utama, F. (2017). Analysis of Diabetes Mellitus Determinants in Indonesia: A Study from the Indonesian Basic Health Research 2013. Acta Medica Indonesiana, 49(4), 291-298.

Jayaraj, N. P., Shanmugam, J., Duraisamy, S., & Padmavathy, L. (2020). Prevalence and Determinants of Hypertension and Diabetes Mellitus in an Urban Area of Coimbatore. International Journal of Community Medicine and Public Health, 7(5), 1807-1811.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023

Kurniawan, F., Sigit, F. S., Trompet, S., Yunir, E., Tarigan, T. J. E., Harbuwono, D. S., Soewondo, P., Tahapary, D. L., & DeMutsert, R. (2024). Lifestyle and Clinical Risk Factors in Relation with the Prevalence of Diabetes in the Indonesian Urban and Rural Populations:. Preventive Medicine Reports, 38, 102629.

Ogurtsova, K., Guariguata, L., Barengo, N. C., Ruiz, P. L. D., Sacre, J. W., Karuranga, S., Sun, H., Boyko, E. J., & Magliano, D. J. (2022). IDF Diabetes Atlas: Global Estimates of Undiagnosed Diabetes in Adults for 2021. Diabetes Research and Clinical Practice, 183, 109118.

Özmen, E. P., & Özcan, T. (2020). Diagnosis of Diabetes Mellitus Using Artificial Neural Network and Classification and Regression Tree Optimized with Genetic Algorithm. Journal of Forecasting, 39(4), 661-670.

Paes, R. G., Mantovani, M. D. F., Costa, M. C., Pereira, A. C. L., Kalinke, L. P., & Moreira, R. C. (2022). Effects of Educational Intervention on Health Literacy and Knowledge About Diabetes: A Quasi-Experimental Study. Escola Anna Nery, 26, e20210313.

Pujilestari, C. U., Ng, N., Hakimi, M., & Eriksson, M. (2014). “It Is Not Possible for Me to Have Diabetes”–Community Perceptions on Diabetes and Its Risk Factors in Rural Purworejo District, Central Java, Indonesia. Global Journal of Health Science, 6(5), 204-218.

Santoso, A. H., Rumawas, M. E., Limanan, D., Akhmad, F. A. K., Putra, H. Y., Marcellino, M., & Mayello, S. K. M. (2024). Pencegahan Diabetes Melalui Pemeriksaan Gula Darah dan Konseling pada Masyarakat Dewasa Usia Produktif di Jakarta Barat. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 7(1), 94-102.

Sikumbang, S. R. (2022). Persepsi Penderita Diabetes. Pekalongan: Penerbit NEM.

Sundari, A. S., Ajrina, A., Kurniati, A., Indriati, D. W., & Handayani, N. S. (2025). Edukasi Berbasis Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 5(4), 142-149.

Widiastuti, W., & Rahayu, N. (2025). Hypertension-Focused Exercise on Blood Pressure Management Among Indonesian Patients. Innovation in Health for Society, 5(2), 89-97.

Yu, E. Y. T., Wan, E. Y. F., Mak, I. L., Chao, D. V. K., Ko, W. W. K., Leung, M., Li, Y. C., Liang, J., Luk, W., Wong, M. M. Y., Ha, T. K. H., Chan, A. K. C., Fong, D. Y. T., & Lam, C. L. K. (2023). Assessment of Hypertension Complications and Health Service Use 5 Years After Implementation of a Multicomponent Intervention. JAMA Network Open, 6(5), 1- 14.

Zlotek, J. (2024, October 27). Understanding Diabetes: The Importance of Early Detection and Management. UChicago Medicine AdventHealth. Diakses dari: https://www.uchicagomedicineadventhealth.org/blog/understanding-diabetes-importance-early-detection-and-management

Downloads

Published

18.08.2025