Sebaran kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batang 2: Spatial analysis

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i6.1303

Authors

  • Karine Laurenza Aulia Febrymellinia Universitas Pekalongan
  • Yulis Indriyani Universitas Pekalongan
  • Teguh Irawan Universitas Pekalongan

Kejadian diare Sebaran kejadian diare, Sistem informasi geografis kuantum

Abstract

Background: Diarrhea is a disease characterized by more frequent bowel movements than usual, with looser or more watery stools. Generally, diarrhea is a symptom of an infection in the intestinal tract, which can be caused by bacteria, parasites, or viruses. The incidence of diarrhea worldwide reaches nearly 1.7 billion children each year. This disease is the third leading cause of death in children aged 1-59 months, with approximately 443,832 deaths annually in children under 5 years of age and 50,851 deaths in children aged 5-9 years. In addition to being a cause of death in children, diarrhea is also a major factor in malnutrition in children under 5 years of age worldwide.

Purpose:To determine the distribution of diarrheal cases in the Batang 2 Community Health Center work area.

Method: This ecological study involved spatial analysis. Data on 506 diarrhea cases were collected, comprising 159 toddlers and 347 children over 6 years of age. Subjects were individuals with diarrhea at the Batang 2 Community Health Center. The data source was secondary data. Variables included age, gender, location, month of diarrhea occurrence, toilet ownership, and water source. The data collection technique used was document analysis, which included data on diarrhea cases at the Batang 2 Community Health Center. The data was then processed using QGIS 3.38, the Quantum Geographic Information System.

Results: Data on diarrhea cases in the Batang 2 Community Health Center's work area during 2024 reached 506 cases. The majority were in North Karangasem Village, with 172-214 cases. The distribution of diarrhea cases was mostly in women, namely 282 (55.7%), and most occurred in the age group ≥6 years, namely 347 (68.6%). Meanwhile, based on the time period of the month of the incident, the highest diarrhea incident data occurred in December with 66 cases and the lowest diarrhea incident occurred in April with 21 cases.

Conclusion: The incidence of diarrhea at Batang 2 Community Health Center in 2024 was 506. The highest potential for diarrhea cases occurred in December 2024, and the area with the highest incidence was North Karangasem Village. Environmental protection and healthy lifestyle behaviors are the most important factors influencing diarrhea incidence.

Suggestion: Relevant parties are expected to conduct regular and periodic education for communities living in densely populated areas about the importance of environmental sanitation and a healthy lifestyle in preventing diarrhea cases from continuing.

Keywords: Diarrhea incidence, Distribution of diarrhea cases, Quantum geographic information system

Pendahuluan: Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya dengan bentuk feses lebih encer ataupun cair. Pada umumnya penyakit diare merupakan suatu gejala infeksi yang terjadi di saluran usus, yang mana dapat diakibatkan oleh organisme bakteri, parasite, maupun virus. Kejadian diare didunia sendiri hampir mencapai 1.7 miliar pada anak disetiap tahunnya. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian menempati urutan ketiga pada anaak usia 1-59 bulan, dengan angka Kejadian diare kematian setiap tahunnya sekitar 443.832 pada kategori umur dibawah 5 tahun dan pada anak usia 5-9 tahun mencapai 50.851 kematian. Selain menjadi salah satu penyebab kematian pada anak, diare juga merupakan faktor utama penyebab terjadinya kekurangan gizi pada anak dibawah usia 5 tahun di dunia.

Tujuan: Untuk mengetahui sebaran kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batang 2.

Metode: Kegiatan penelitian studi ekologi, dengan analisis spasial. Dengan data jumlah kejadian diare sebesar 506 kasus yang terdiri dari 159 kelompok balita dan 347 kelompok usia diatas 6 tahun. Subjek yang diteliti ialah orang dengan kejadian diare di Puskesmas Batang 2. Sumber data pada penelitian ini yaitu data sekunder. Variabel yang digunakan mencakup usia, jenis kelamin, tempat, bulan menurut kejadian diare. kepemilikan jamban, serta sumber air. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan dokumen, yang mana dokumen berupa data kejadian diare yang ada di Puskesmas Batang 2. Kemudian, data yang telah didapat diolah menggunakan aplikasi QGIS 3.38 atau Quantum Geographic Information System.

Hasil: Menunjukkan bahwa data kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batang 2 selama tahun 2024 mencapai 506 kasus. Sebagian besar di Desa Karangasem Utara dengan jumlah kejadian diare sebanyak 172-214 kasus. sebaran kejadian diare sebagian besar adalah perempuan yaitu sebanyak 282 (55.7%) dan sebagian besar terjadi pada kelompok usia ≥6 tahun yaitu sebanyak 347 (68.6%). Sedangkan berdasarkan periode waktu bulan kejadian mendapatkan data kejadian diare tertinggi terjadi pada bulan Desember sebanyak 66 kasus dan kejadian diare terendah terjadi pada bulan April sebanyak 21 kasus.

Simpulan: Kejadian diare di Puskesmas Batang 2 pada tahun 2024 sebanyak 506 kasus. Potensi tertinggi kejadian diare terjadi di bulan Desember 2024 dan wilayah yang mendapatkan kejadian diare terbanyak di Desa Karangasem Utara. Faktor menjaga lingkungan dan perilaku pola hidup sehat adalah yang paling menentukan terhadap kejadian diare.

Saran: Diharapkan kepada pihak terkait untuk melakukan edukasi secara rutin dan berkala kepada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah yang padat penduduk tentang pentingnya sanitasi lingkungan dan berpola hidup sehat dalam menanggulangi kejadian diare agar tidak berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, B. (2017). Peranan petugas kesehatan dan ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian diare. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 117-122.

Amin, D. A., Sholawati, A., Riswanti, N., & Irsyad, A. (2023). Aplikasi sistem informasi geografis dalam pemetaan rumah sakit Saskatchewan, Kanada. Kreatif Teknologi Dan Sistem Informasi (KRETISI), 1(1), 23-25.

Arfiani, I. (2012). Sistem informasi geografis untuk pemetaan dan pencarian Rumah Sakit di Kota Yogyakarta. Jurnal Informatika Ahmad Dahlan, 6(2), 103109.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Batang Tahun 2023. Diakses dari: https://dinkes.batangkab.go.id/

Fadhilah, A. H. (2025). Peta Persebaran Kasus Diare Menurut Kepadatan Penduduk di Provinsi Bali Tahun 2020-2022. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, 4(1), 38-50.

Fajriyah, I. (2023). Sistem informasi geografis faktor yang mempengaruhi jumlah kasus diare di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 38-46.

Fera, D., & Murdani, I. (2024). Hubungan determinan sanitasi lingkungan rumah tangga dengan risiko diare pada balita. Journal of healthcare technology and medicine, 10(2), 203-210.

Firmansyah, M. R. I., Herlambang, B. A., & Anam, A. K. (2024). Sistem Informasi Geografis Persebaran Penyakit Diare Di Kabupaten Tegal Pada Tahun 2020-2022. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 734-738.

Irawan, T., Indriyani, Y., Putri, A. S., Fardiana, E., Mardiarini, E. K., Putri, N. A., & Akbar, H. (2024). Kejadian Kasus Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Berdasarkan Waktu dan Wilyah. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 14-20.

Irawan, T., Indriyani, Y., Putri, A. S., Fardiana, E., Mardiarini, E. K., Putri, N. A., & Akbar, H. (2024). Kejadian Kasus Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Berdasarkan Waktu dan Wilyah. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 14-20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Diakses dari https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023

Latifah, H. (2018). Hubungan Faktor Lingkungan dan Sosiodemografi Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita (1-4 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kambar Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018 (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Noraida, N., Khair, A., & Raharja, M. (2014). Sistem Informasi Geografis Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 11(1), 151-157.

Nuraeni, T., & Wardani, S. P. D. K. (2022). Faktor Risiko Penyakit Diare di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sindang, Kabupaten Indramayu. Gema Wiralodra, 13(1), 133-144.

Patmawati, P. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Di Desa Bonne-Bonne Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 58-65.

Pertiwi, T. S. (2019). Penggunaan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Sebaran Kejadian Diare Pada Balita Ditinjau Dari Faktor Lingkungan Rumah Keluarga di Kota Kendari. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), 7(1), 08-15.

Rahmawati, E. (2023). Hubungan PHBS Dengan Kejadian Diare. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(7).

Ritonga, H. S., Irmayani, D., & Pane, R. (2021). Sistem informasi geografis (gis) pada rumah sakit di kabupaten labuhanbatu berbasis web. JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi), 7(2), 227-235.

Sari, F. M. (2016). Analisis Pola Penyebaran Penyakit Diare di Kabupaten Bogor. Jurnal Geografi, 5(2), 213-213.

Setyawan, D. A., & Setyaningsih, W. (2021). Studi epidemiologi dengan pendekatan analisis spasial terhadap faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak di Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Surakarta: Tahta Media Group. Tahta Media Group.

Sidqi, D. N. S. (2021). Analisis spasial kasus diare pada balita di Kabupaten Banyumas Tahun 2019. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 1(3), 1.

Simanjuntak, M. B. U., Situmeang, I. R., & Lumbantobing, P. (2024). Hubungan PHBS dengan Kejadian Diare pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah. Health and Medical Journal, 6(1), 49-52.

Sofyan, L. P., Eryando, T., & Yuswanto, T. J. A. A. (2024). Hotspots Penyebaran Diare Berbasis Analisis Autokorelasi Spasial di Kabupaten Bogor. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 15(2), 192-196.

Syahputra, F. J., Ichwansyah, F., & Hasnur, H. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lampaseh Kota Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh Tahun 2022. Journal of Health and Medical Science, 27-40.

Wahyudi, T., Yuniar, P., & Rahmaniati, M. (2024). Spatial Autocorrelation of Diarrhea Cases in West Java Province in 2023. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(9), 2368-2376.

Wiharto, M., & Hilmy, R. (2015). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada tatanan rumah tangga di daerah kedaung wetan tangerang. In Jurnal Forum Ilmiah (Vol. 12, No. 1).

World Health Organization. (2024). Diarrhoeal disease. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease.

Downloads

Published

08.08.2025